1. YAHUDI DAN ZIONISME

Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai.

Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:

Saya menulis kepada anda sambil mendengarkan radio transistor yang baru saja mengumumkan bahwa ‘kita’ sedang dalam proses ‘pencapaian tujuan-tujuan kita’ di Lebanon: yakni untuk menciptakan ‘kedamaian’ bagi penduduk Galilee. Kebohongan ini sungguh membuat saya marah. Sudah jelas bahwa ini adalah peperangan biadab, lebih kejam dari yang pernah ada sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan upaya yang sedang dilakukan di London atau keamanan di Galilee…Yahudi, keturunan Ibrahim…. Bangsa Yahudi, mereka sendiri menjadi korban kekejaman, bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian kejam pula? … Keberhasilan terbesar bagi Zionisme adalah de-Yahudi-isasi bangsa Yahudi. (“Professor Leibowitz calls Israeli politics in Lebanon Judeo-Nazi” Yediot Aharonoth, 2 Juli 1982)

Benjamin Cohen bukanlah satu-satunya warga Israel yang menentang pendudukan Israel atas Lebanon. Banyak kalangan intelektual Yahudi yang tinggal di Israel yang mengutuk kebiadaban yang dilakukan oleh negeri mereka sendiri.

Pensikapan ini tidak hanya tertuju pada pendudukan Israel atas Lebanon. Kedzaliman Israel atas bangsa Palestina, keteguhan dalam menjalankan kebijakan penjajahan, dan hubungannya dengan lembaga-lembaga semi-fasis di bekas rejim rasis Apartheid di Afrika Selatan telah dikritik oleh banyak tokoh intelektual terkemuka di Israel selama bertahun-tahun. Kritik dari kalangan Yahudi sendiri ini tidak terbatas hanya pada berbagai kebijakan Israel, tetapi juga diarahkan pada Zionisme, ideologi resmi negara Israel.

Ini menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi: kebijakan pendudukan Israel atas Palestina dan terorisme negara yang mereka lakukan sejak tahun 1967 hingga sekarang berpangkal dari ideologi Zionisme, dan banyak Yahudi dari seluruh dunia yang menentangnya.

Oleh karena itu, bagi umat Islam, yang hendaknya dipermasalahkan adalah bukan agama Yahudi atau bangsa Yahudi, tetapi Zionisme. Sebagaimana gerakan anti-Nazi tidak sepatutnya membenci keseluruhan masyarakat Jerman, maka seseorang yang menentang Zionisme tidak sepatutnya menyalahkan semua orang Yahudi.

Asal Mula Gagasan Rasis Zionisme

Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun 70 M, mereka mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Selama masa ‘diaspora’ ini, yang berakhir hingga abad ke-19, mayoritas masyarakat Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas kesamaan agama mereka. Sepanjang perjalanan waktu, sebagian besar orang Yahudi membaur dengan budaya setempat, di negara di mana mereka tinggal. Bahasa Hebrew hanya tertinggal sebagai bahasa suci yang digunakan dalam berdoa, sembahyang dan kitab-kitab agama mereka. Masyarakat Yahudi di Jerman mulai berbicara dalam bahasa Jerman, yang di Inggris berbicara dengan bahasa Inggris. Ketika sejumlah larangan dalam hal kemasyarakatan yang berlaku bagi kaum Yahudi di negara-negara Eropa dihapuskan di abad ke-19, melalui emansipasi, masyarakat Yahudi mulai berasimilasi dengan kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Mayoritas orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah ‘kelompok agamis’ dan bukan sebagai sebuah ‘ras’ atau ‘bangsa’. Mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat atau orang ‘Jerman Yahudi’, ‘Inggris Yahudi, atau ‘Amerika Yahudi’.

Namun, sebagaimana kita pahami, rasisme bangkit di abad ke-19. Gagasan rasis, terutama akibat pengaruh teori evolusi Darwin, tumbuh sangat subur dan mendapatkan banyak pendukung di kalangan masyarakat Barat. Zionisme muncul akibat pengaruh kuat badai rasisme yang melanda sejumlah kalangan masyarakat Yahudi.

Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama. Mereka mengemukakan bahwa Yahudi adalah ras tersendiri yang terpisah dari bangsa-bangsa Eropa, sehingga mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan oleh karenanya, mereka perlu mendirikan tanah air mereka sendiri. Orang-orang ini tidak mendasarkan diri pada pemikiran agama ketika memutuskan wilayah mana yang akan digunakan untuk mendirikan negara tersebut. Theodor Herzl, bapak pendiri Zionisme, pernah mengusulkan Uganda, dan rencananya ini dikenal dengan nama ‘Uganda Plan’. Kaum Zionis kemudian menjatuhkan pilihan mereka pada Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai ‘tanah air bersejarah bangsa Yahudi’, dan bukan karena nilai relijius wilayah tersebut bagi mereka.

Para pengikut Zionis berusaha keras untuk menjadikan orang-orang Yahudi lain mau menerima gagasan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama mereka ini. Organisasi Yahudi Dunia, yang didirikan untuk melakukan propaganda masal, melakukan kegiatannya di negara-negara di mana terdapat masyarakat Yahudi. Mereka mulai menyebarkan gagasan bahwa orang-orang Yahudi tidak dapat hidup secara damai dengan bangsa-bangsa lain dan bahwa mereka adalah suatu ‘ras’ tersendiri; dan dengan alasan ini mereka harus pindah dan bermukim di Palestina. Sejumlah besar masyarakat Yahudi saat itu mengabaikan seruan ini.

Dengan demikian, Zionisme telah memasuki ajang politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang meyakini bahwa masyarakat Yahudi tidak seharusnya hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Di satu sisi, gagasan keliru ini memunculkan beragam masalah serius dan tekanan terhadap masyarakat Yahudi yang hidupnya tersebar di seluruh dunia. Di sisi lain, bagi masyarakat Muslim di Timur Tengah, hal ini memunculkan kebijakan penjajahan dan pencaplokan wilayah oleh Israel, pertumpahan darah, kematian, kemiskinan dan teror.

Banyak kalangan Yahudi saat ini yang mengecam ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah seorang tokoh agamawan Yahudi terkemuka, mengatakan:

‘Zionisme berkeinginan untuk mendefinisikan masyarakat Yahudi sebagai sebuah bangsa …. ini adalah sesuatu yang menyimpang (dari ajaran agama)’. (Washington Post, 3 Oktober 1978)

Seorang pemikir terkemuka, Roger Garaudy, menulis tentang masalah ini:

Musuh terbesar bagi agama Yahudi adalah cara berpikir nasionalis, rasis dan kolonialis dari Zionisme, yang lahir di tengah-tengah (kebangkitan) nasionalisme, rasisme dan kolonialisme Eropa abad ke-19. Cara berpikir ini, yang mengilhami semua kolonialisme Barat dan semua peperangannya melawan nasionalisme lain, adalah cara berpikir bunuh diri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada perdamaian di Timur Tengah kecuali jika Israel telah mengalami “de-Zionisasi” dan kembali pada agama Ibrahim, yang merupakan warisan spiritual, persaudaraan dan milik bersama dari tiga agama wahyu: Yahudi, Nasrani dan Islam. (Roger Garaudy, “Right to Reply: Reply to the Media Lynching of Abbe Pierre and Roger Garaudy”, Samizdat, Juni 1996)

Dengan alasan ini, kita hendaknya membedakan Yahudi dengan Zionisme. Tidak setiap orang Yahudi di dunia ini adalah seorang Zionis. Kaum Zionis tulen adalah minoritas di dunia Yahudi. Selain itu, terdapat sejumlah besar orang Yahudi yang menentang tindakan kriminal Zionisme yang melanggar norma kemanusiaan. Mereka menginginkan Israel menarik diri secara serentak dari semua wilayah yang didudukinya, dan mengatakan bahwa Israel harus menjadi sebuah negara bebas di mana semua ras dan masyarakat dapat hidup bersama dan mendapatkan perlakuan yang sama, dan bukan sebagai ‘negara Yahudi’ rasis.

Kaum Muslimin telah bersikap benar dalam menentang Israel dan Zionisme. Tapi, mereka juga harus memahami dan ingat bahwa permasalahan utama bukanlah terletak pada orang Yahudi, tapi pada Zionisme.

sumber harunyahya.com

 

 

 

 

 

 

23 Komentar

  1. demplon said,

    yahudi itu adalah suku bangsa, dan tidak mungkin seseorang yg tidak memiliki keturunan yahudi ingin berpindah agama menjadi yahudi…

  2. Yaakov Baruch יעקב ברן said,

    Tentu bisa demplon, sebab dalam “halacha” (Jewish Law) yg disebut sebagai “Yahudi” ialah mereka yang :
    1. Lahir dari Ibu Yahudi dan
    2. Orang yang memeluk agama Yahudi (Convertion)

    contohnya: Naomi dalam Tanach (Bible), Rabbi Akiva, dan banyak Rabbi2 besar dalam sejarah Bangsa Yahudi. dalam Kitab Yesaya 56 :

    56:1 Beginilah firman H-Shem: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.
    56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
    56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada H-Shem berkata: “Sudah tentu H-Shem hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.”
    56:4 Sebab beginilah firman H-Shem: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Shabbat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
    56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama–itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan–,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.
    56:6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada H-Shem untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama H-Shem dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
    56:7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
    56:8 Demikianlah firman Adon H-Shem yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun.”

    Regards

    Yaakov Baruch

    yaakovbaruch@yahoo.com

  3. Shemayisrael said,

    quote from yakob borot keplinger eh yakov baruh palingan:
    Tentu bisa demplon, sebab dalam “halacha” (Jewish Law) yg disebut sebagai “Yahudi” ialah mereka yang :
    1. Lahir dari Ibu Yahudi dan
    2. Orang yang memeluk agama Yahudi (Convertion)

    Ini tradisi Rabbinik Orthodoc judaism bung, bukan keselurahannya. Bagaimana tradisi Reform Judaism yang menerapkan kembalinya ke Patrilineal, en Karaite Judaism, dan bagaimana Tradisi kuno bangsa Samaria – Samaritan Judaism (yang ada di alkitab dimana Yesus beri perumpamaan antara orang yahudi dan Samaria). Mereka, bangsa Samaria justru lebih ancient, kuno dan menerapkan sistem Patrilineal.

    Asal tahu aje nih, keturunan Yahudi Kaifeng justru mengikut garis Patrilineal, tetapi ketika mau Aliyah ke Israel, justru ditolak pemerintah Israel Modern. Karena Israel modern itu dikuasai keturunan ULAR BELUDAK, yakni Tradisi Farisi yang notabene nenek moyangnya Rabbinic Orthodoc Judaism toh….

    Shemayisrael

    shemayisrael@yahoo.com

  4. melisa said,

    Monyong lo semua Yahudi

  5. Fauzan said,

    Yahudi tu suku kali ya? adapun jika disebut agama itu juga khusus buat keturunan israel? karena banyak juga orang yahudi yang sadar kemudian masuk islam. tapi jarang jarang orang yahudi yg sadar kemudian masuk kristen, karena tentu saja. yahudi agamanya setingkat lebih tinggi daripada kristen, dan tentunya islam di atas yahudi..

  6. alex said,

    isi kitab rasis talmud:

    “Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya” (Rosh Hashanah 17a).

    Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.

    “Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya” (Sanhedrin 43a)

    Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”

    sangat-sangat menyedihkan kalo masih ada umat kristiani yang masih mengagumi israel dan membelanya…

  7. andri subandrio said,

    TALMUD ZIONIS

    Betulkah kitab suci orang Yahudi yakni TALMUD, TIDAK mengandung ayat-ayat yang bertentangan dengan hak-hak azasi manusia seperti tersebut dibawah ini:

    “Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

    “Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang- orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

    “Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil
    mungkin.” (Zohar II, 4b)

    “Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit..” (Orach Chaiim 57, 6a)

    “Tuhan tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi,
    melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

    “Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan
    menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

    “Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina.
    Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan
    Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak
    termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

    “Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan
    isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)

    “Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

    “Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

    “Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika
    mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

    “Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali
    menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

    “Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)

    “Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak
    dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti
    telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

    “Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan
    menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

    “Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-
    Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

    “Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) dating, semuanya
    akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

    Ketaatan mutlak kepada para rabbi sebagai pemegang otoritas tafsir
    Talmud. “Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum
    dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”.Erubin 2b.

    Boleh melakukan kejahatan asal tidak dikenali sebagai Yahudi.
    “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan (zina[?]), maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana”. Moed Kattan 17a.

    Menganiaya orang Yahudi dianggap kafir dan pelakunya harus dibunuh,
    tapi tidak sebaliknya. “Jika seorang kafir menganiaya orang Yahudi,
    maka dia harus dibunuh”. Sanhedrin 58b.

    Orang Non-Yahudi adalah budak pekerja sukarela. “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya”. Sanhedrin 57a.

    Di mata hukum, orang Yahudi memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada
    Non-Yahudi. “Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an,
    tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu
    orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh-
    penuhnya”. Baba Kamma 37b.

    Harta benda milik orang Non-Yahudi adalah hak milik yang halal bagi
    orang Yahudi. “Tuhan tidak mengampuni orang yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi)”. Sanhedrin 57a.

    Mencuri dan membunuh orang Non-Yahudi adalah halal. “Jika seorang
    Yahudi membunuh seorang Cuthea, tidak ada hukuman mati. Apa yang
    dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. Sanhedrin 57a. “Kaum
    kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang
    mereka untuk Bani Israel”. Baba Kamma 37b.

    Segala tipu daya untuk kepentingan Yahudi adalah halal. “Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir”. Baba Kamma 113a.

    Bangsa Non-Yahudi adalah najis dan setara dengan binatang. “Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahaudi) tergolong sama dengan binatang”. Yabamoth 98a. “Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. Abodah Zarah 36b. “Orang kafir (bukan Yahudi) lebih suka berhubungan seks dengan lembu”. Abodah Zarah 22a-22b.

    Bangsa Yahudi adalah manusia pilihan sedang Non Yahudi adalah sampah yang mesti dimusnahkan. “Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘goyim’ tidak disebut sebagai manusia”. Ezekiel 34:31. “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyim harog’ (Bahkan goyim yang baik sekalipun seluruhnya harus dibunuh)”. Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10.

    • imelda nadia said,

      Gilee lu semua!!!
      Yang pasti kita ga usah nguber-nguber!
      GUe tetep kagak ngerti dan gue cuma ngerti sejarah yahudi itu dan zionis itu gimana!
      Kalian tak usah perang tulisan disni,

    • kafir (kaum yg berfikir) said,

      para pembaca, silahkan ditelusuri komen di atas ini. anda akan menemukan bahwa sumber tuduhan ini berasal dari situs islam. coba ditelusuri kebenarannya.

      • sangpencariilmu said,

        Koreksi diri sendiri , minim ilmu mencelakakanmu .

  8. imelda nadia said,

    Gue bingung juga…

  9. Paan sech.. said,

    Cabe dech lo pada, ga prlu ribet, simpel aj :
    yahudi=babi&kera!

  10. el Moishale said,

    Semoga TuhanM Mengirim Semua ORang2 ISLAM INI KE NERAKA!!!

    MEREKA ADALAH MAKHLUK HINA PENYEMBAH BULAN DAN BINTANG!!!

    Medinat’ Iraeli
    JAYA SELALU BANGSA ISRAEL. AMIN ( ADONAI ELIOHIM)

    • sangpencariilmu said,

      KOREKSI SEMUA KATA KATAMU, MINIM ILMU MENGANTARKANMU PADA KEKAFIRAN

    • sangpencariilmu said,

      JANGAN ULANGI SEMUA KATA KATAMU, MINIM ILMU MENGANTARKANMU PADA KEKAFIRAN

  11. siri said,

    Israel & NAZI

    SAME SHIT DIFFERENT ASSHOLE!!!

  12. siri said,

    Israel:
    rogue state created by ethnic cleansing; spealizes in crimes against humanity and state-terrorism, sponsored by US, UK, EU a spineless UN and the blind eye of a pitiless world

  13. one said,

    andai masih ada Hitler…si Pemburu Yahudi…
    wah-wah Yahudi sekarang makin berani yah…
    ya Allah berikanlah adzab yg pantas utk makhluk mu yg bernotaben YAHUDI..
    YAHUDI LAKNATULLAH

  14. el torro said,

    seek peace friend not war

  15. bedjo said,

    dasar singting wong islam..udah kecuci otak ama setan
    untung aku sekeluarga udah out dari agama beginian!!
    agama caci maki!

  16. rizasaputra said,

    yahudi adalah agama yg dimana akan mendapat laknat dari allah..
    Biarkan aja mrka menyatu di satu wilayah..
    Biarkan mrka kumpul lalu allah akan mengadzab mrka di wilayah itu….
    So untk org palestina tenang ja yah…
    Ini memang jalan takdir yang allah tuliskan untk kalian..
    Aku yakin stiap ketebalan iman seseorang maka semakin tinggi ujianya..
    Jadi nanti kalau dajal turun yg kata mrka messiah, tp kok matanya buta satu yah?
    Mrka akan hancur..
    Tnang gx kan lama kok..
    Buat kauo kristini kita jgn mau di pch belah..
    Ingat dsana yerusalem kota suci kita..
    Bersama muslim..
    Dirampas oleh orang yg wh punya otak…
    Semoga allah mengadzab yahudi..

  17. terserah loo said,

    yahudi goblok……

  18. Do said,

    Salam,

    saya seorang composer n mncoba mngkampanyekan nasib anak2 palestina melalui karya2 saya di
    fb: Crystal Peace Orchestra

    mari qt bantu saudara2 qt d palestina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: