ISRAEL KONSPIRASI?

Ada sebuah rahasia Israel yang selama ini mungkin tidak banyak orang yang tahu. Mengapa Israel bersikeras untuk merebut Palestina dan berusaha untuk menghancurkan Masjid al-Aqsha yang merupakan tempat suci bagi umat Islam.

JIka ditarik sejarah kebelakang maka kita akan mengetahui apa sebenarnya yang mereka inginkan. Karena mitos tentang Kuil Sulaiman-lah mereka melakukan ini semua. Bagaimana kisahnya? Mari kita ikuti ulasan berikut ini🙂

Tulisan Ini saya ambil dari situs mereka yang saya tidak tahu persis tentang penulisnya apakah dia seorang Israel seperti kebanyakan atau seorang Yahudi yang mengamalkan kitab sucinya. Yang jelas dia bisa memberikan solusi yang bagus tentang pembangunan kuil Sulaiman ini tanpa mengorbankan siapapun dan mengganggu stabilitas perdamaian agama manapun. Situs bahasa Inggris ini saya terjemahkan denga bahasa yang sangat minim, jadi saya mohon koreksi atas kesalahpahaman dalam menerjemahkannya.

RINGKASAN

Kuil Sulaiman Adalah lambang kekuatan, sangat berguna bagi situasi internasional saat ini. Mereka meyakini kalau pondasi kuil Sulaiman berada di masjid Al-Aqsha maka kuil ini tidak bisa dibangun kembali, akan tetapi ada sebuah cara yang bisa menyelesaikan masalah ini yaitu : Lokasi sebenarnya tidak begitu penting untuk pembangunan kuil ini akan tetapi yang lebih penting adalah simbol dari kuil ini.

Ada sebuah tempat yang bagus untuk pembangunan kuil Sulaiman yang baru ini yaitu di sebuah bukit Zaitun, mudah dalam penguasaannya dan mempunyai pemandangan yang bagus serta mempunyai legimitasi bagi kelangsungan orangYahudi di Yerusalem timur ini.

Selanjutnya, Zionis Kristen, Yahudi Messianic, orang Israiel inggris diharapkan untuk mendukung proyek tentang pembangunan kuil yang baru ini, karena kuil ketiga ini mungkin berguna bagi mereka dan karena Yahudi dan Nasrani mempunyai simbol yang sama yaitu Bukit Zaitun.

Situasi sekarang yang sangat sulit untuk membangun kembali pada posisi semula maka lebih baik mendirikan kuil pada tempat yang telah saya katakan di atas yaitu bukit Zaitun daripada orang Yhaudi tidak mempunyai simbol.

Kenapa Sulaiman membangun Kuil?

Nabi Sulaiman membangun kuil karena diperintahkan oleh Tuhan

Apakah fungsi dari kuil tersebut?

Fungsi kuil ini penting bagi orang Israel karena :

-Memelihara agama Yahudi. Kuil merupakan pusat dari agama Israel .

Kuil Diyakini Oleh orang Israel sebagai tempat yang paling penting dan katanya agama TUHAN berakar di agama Yahudi.

– Mengampuni dosa Israel: Yahweh memilih suku Levi untuk melayani Dia di Kuil dan Aaron untuk kependetaan; pendeta diangkat untuk mempersembahkan, pemberkatan, dan re-misi dosa Israel.
re-misi sangat penting, karena pikiran dan tindakan mengubah keseimbangan psikologis dan rohani setiap orang, mempunyai dampak negatif, mengubah jiwa dan struktur rohani.
Rohani haruslah imbang, itulah sebabnya mengapa pendeta dahulu biasa melakukan pengorbanan.

Pendeta berpikir bahwa pengorbanan yang dilakukan di kuil teramat efisien untuk re-misi dosa Israel, karena aura hebat Shekinah, energi rohani terdapat di Kuil.
Ketika orang Yahudi melupakan Kuil, mereka tidak dapat lagi mendapatkan re-misi dosa mereka, mereka disequilibria pada keseimbangan rohani mereka dan Israel terancam bahaya.

– Menerima Shekinah, adanya Tuhan yang ditunjukkan: di bawah ini adalah perbandingan di antara the Shekinah Glory dan the Holy Spirit:

Holy Spirit Shekinah Definition
Transcendent Immanent
Masculine Feminine
Im Eloah
El Shaddai
Many locations through the world depending on God’s Will More intense at the center of spiritual gravity of the World
Prophets receive the Holy Spirit by God’s choice Kabbalists receive the Shekinah by spiritual training
Contingent Personal Gift Necessary Geometric Fact
Active Passive
Prayer Contemplation

Shekinah merupakan pusat gravitasi rohani Dunia:
— > pusat ini adalah Israel, karena Tuhan memilih Israel di antara bangsa untuk menerima Sepuluh Firman Tuhan dan disebabkan Judaism, Christianism dan agama Islam mempunyai tempat suci di Israel.
— > di Israel, tempat yang paling suci di Yerusalem
— > di area Yerusalem, tempat yang paling suci ialah Temple Mount, di mana kuil dibangun. Juga dikenal sebagai Mount Moriah, yaitu tempat di mana Ibrohim diberangkatkan untuk mengorbankan Isaac 3800 tahun yang lalu, 900 tahun sebelum kuil Sulaiman dibangun.

Dimana lokasi kuil Sulaiman?

Solomons temple
terletak di sebelah selatan Dom of the Rock, dan yang lebih penting, bahwa Holy of Holies mungkin terletak di daerah Masjid Al-Aqsha.
Air mancur berada kira-kira ditengah di antara Dom of Tthe Rock dan Al-Aqsa Mosque:

location of solomon's temple

Kapan Kuil Sulaimn dibangun?

Kuil pertama dibangun selama pemerintahan Raja Sulaiman, bertahan selama 40 tahun (satu Pembangkitan alkitabiah), dari 967 S.M. sampai 927 S.M.
Dibangun 480 tahun sesudah Eksodus 1446 S.M., akan kata itu 12 Generasi alkitabiah, satu pembangkitan sebanyak 40 tahun bagi masing-masing suku Israel.

Ada banyak kesamaan di antara selang waktu yang dipakai di dalam Alkitab dan juga ukuran Temple of Solomon seperti, Geometri keramat, numerology dan simbol

Siapa Yang membangun Kuil Sulaiman?

Ketika Sulaiman naik tahta, ia mulai bersiap untuk membangun Kuil, dia menulis kepada teman tua bapaknya, Hiram of Tyre, untuk mempersiapkan pekerja dan bahan yang harus diberangkatkan ke Yerusalem. Orang Yahudi dilibatkan di gedung kuil.
Oleh bantuan pekerja dan arsitek Tyrian, Sulaiman kemudian membuat kuil dengan bentuk yang luar biasa
Bagaimana kuil Sulaiman dibangun sedemikian rupa?

Karena lokasinya, Israel adalah rute dagang utama ke Mesir, Arabia dan Mesopotamia.
Untuk saling bertukar Emas, Minyak, Perak, Gandum, dan Kayu.

Kesejahteraan Israel.
Dan kemudian Sulaiman memutuskan menggunakan sumber penghasilan ini untuk membuat Kuil

Mengapa sebaiknya Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris membangun kembali Candi ketiga?

Membuat Kuil adalah perintah dari TUHAN, karena “Dia akan membangun rumah atas nama Saya, dan dia akan menjadi anak lelaki Saya, dan saya akan menjadi Bapaknya; dan saya akan mendirikan takhta kerajaannya di seberang Israel SELAMANYA.” (Chron 22:9-10)

Menurut Torah (Taurat), Israel dan Kuil sebaiknya ada untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, Israel dan Kuil sebaiknya dibangun kembali.
TerLebih lagi, Candi ketiga mungkin menjadi lambang yang sangat berguna tak hanya bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris.

Fungsi dari kuil ketiga

Kuil ketiga mempunyai fungsi sama seperti Kuil Sulaiman, karena manusia pada dasarnya sama:

– Memelihara agama Yahudi.
Kuil akan menjadi pusat agama Israel; merupakan tempat pusat Perjanjian yang berisi keSepuluh Firman.

Kelihatannya mustahil untuk membangun kembali (tetapi ini mungkin terjadi) jika Kuil dibangun kembali akan memajukan identias dan kebudayaan Yahudi ke seluruh dunia.

Terlebih, tidak akan terlalu menyakitkan bagi orang Yahudi untuk menyerahkan wailayah kepada palestina jika kuil dibangun kembali.
.
Tanpa pembangun kembali, konsesi teritorial secara mendalam akan membagi orang Yahudi.

– Mengampuni dosa Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris: keseimbangan rohani Israel akan kembali pulih, supaya membawa perdamaian dan kesejahteraan di dunia, oleh sebab itu mengapa perlu untuk membangun kembali kuil Sulaiman ini.

– Menerima Shekinah, meunjukkan adanya Tuhan :
Menerima Shekinah ini akan sangat penting untuk Israel dan Dunia:

– Israel lahir karena adanya Shekinah : karena Shekinah Isaac diterima di sini, Tuhan mengganti nama anak lelakinya Jacob menjadi Israel.

– Israel akan dipelihara oleh Shekinah: kalau undang-undang Tuhan dipatuhi di Kuil, Israel mendapat aliran Shekinah luar biasa, dan Negeri menjadi damai.

Dua poin terakhir (efisiensi pengorbanan yang terjadi di Kuil, mengisyaratkan adanya Tuhan) bergantung pada kemampuan untuk mendapat aliran maksimum Shekinah yang Suci dari Holies temple, oleh karena itu maka dipilih lokasi yang cocok.

Paragraf berikut menerangkan bagaimana caranya menemukan lokasi Kuil untuk menerima cukup Shekinah.

Di mana sebaiknya Kuil ketiga dibangun?

Lokasi terbaik adalah tentu saja lokasi yang sama seperti lokasi kuil pertama Sulaiman yaitu Sebelah selatan Dom of the Rock, dan membangunnya tanpa memusnahkan Dom of the Rock atau masjid Al Asha.
Karena, situasi internasional begitu tegang dan sangat membahayakan untuk membangun kembali Temple di antara Kubah dan Al Aqsha.

Di bawah ini ialah esoteric argumen untuk mengatasi kesulitan ini.
Apa benar-benar hal adalah tenaga rohani: satu kali mereka menerima ini tenaga, Pendeta bisa melakukan ritual yang sangat efisien untuk mengampuni dosa Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris.
Selanjutnya, Israel mendapat lebih banyak berkat dari Tuhan.
Yang menjadi Masalah ialah bahwa aliran Shekinah paling banyak di seluruh AL Aqsha.

Pemecahan secara artifisial akan memindahkan Shekinah dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
Akan tercapai dengan menggunakan cara sebagai berikut.

Geometric definition of an ellipse: Let F ≠ F be two fixed points at a distance FF=2c apart. For a given a>c the corresponding ellipse is the set of all points M satisfying: MF + MF = 2a. In words this means that an ellipse is the set of all points in a plane, where the sum of the distances from the two fixed points is a given positive constant that is greater than the distance between the two fixed points.
key idea for temple rebuilding The diagram shows an ellipse with two fixed points, known as foci, F and F. These are known as focal points as if the ellipse was a mirror and there was a light source at one of them, then the light would REFLECT off the elliptical mirror onto the other focal point.

Here is a possible location in the area of the

Mount Olives

:
other location for temple rebuilding

The main advantage of this location is that there is enough space to

rebuild the Temple

, far enough from any Muslim holy place:

temple rebuilding on the mount olives
There is enough space to

rebuild the Temple

here.temple rebuilding on the mount olivestemple rebuilding on the mount olives

   

Thanks to the elliptical organization of the reflectors, all the Shekinah received by the El Kas Fountain will converge to the Holy of Holies of the new Temple. As regards the Shekinah, everything will be as if the new Temple was built exactly at the same location as Solomon’s Temple.

Last point, what the network of Shekinah reflectors must look like ?

Sacred flames, lasers or electromagnetic resonant devices should be efficient:

temple rebuilding with laserstemple rebuilding with lasers    
Network of sacred flamestemple rebuilding with lasers Network of lasers With only 2 sources of light, it is possible to draw the entire network of reflectors in the sky.

Kapan Candi ketiga sebaiknya dibangun?

Makin cepat makin baik.

Masih, saya berpikir kondisi utama akan dipenuhi segera 2007-2008 karena kesadaran semakin meningkat bahwa situasi sekarang tak dapat dipertahankan:

– Tekanan Luar Biasa ditaruh di Israel oleh himpunan internasional untuk menutup perdamaian dengan Arab.

Masih, tidak mungkin untuk sementara karena terorisme, fanaticism, kemiskinan, ketegangan ekonomis, teritorial dan agama di Timur Tengah. Menyatakan Israel diikat untuk berperang melawan tetangganya, lagi-lagi, dengan permusuhan semakin meningkat dari himpunan internasional.

Memakai Simbol pembangunan kembali kuil Sulaiman, dengan keterlibatan internasional, bukan hanya lebih baik, tetapi satu-satunya cara untuk Israel supaya keluar dari perangkap maut ini.

– Tekanan Luar Biasa ditaruh di atas Dolar dan ekonomi AS, karena defisit, kehilangan pekerjaan karena penyewaan tenaga luar, dan spekulasi properti,.

Situasi sekarang ini di bawah kontrol tetapi sekaligus sangat peka. Terlebih, ekonomi AS setiap tahun lebih tergantung terhadap uang internasional, dan emergent negara seperti Cina atau India akan dapat meragukan pimpinan AS dalam beberapa tahun.

Berarti AS, untuk menyimpan pimpinan mereka, terpaksa “untuk mendorong”, untuk bergerak secara agresif, untuk membuat hal baru. Temple akan akan berguna bagi kesatuan orang Amerika.

– Situasi di Eropa mampet: bukan politik, industri atau rohani proyek rohani, stagnasi ekonomis dan keuangan yang dibandingkan dengan perkembangan Asia.

Bermaksud elite, untuk orang Eropa dan keperluan “Israel” terlebih “Inggris” sesuatu baru untuk pergi ke depan.
Temple adalah pemecahan, karena agama, esoteric dan implikasi simbolik.

 

Bagaimana mungkin membangun kembali Temple?

Temple dikenal di seluruh dunia: merupakan lambang yang sangat besar, tetapi dengan bangunan yang tidak besar.
Bisa tercapai dalam beberapa bulan, serta menghabiskan dana sebesar $ 200 juta sampai $ 2 milyar dolar, tergantung pada banyaknya emas dan bahan.

Adalah kesempatan investasi bagus sekali, mengingat dampak di seluruh dunia.

INI JALAN KELUAR? PROPAGANDA ? APA KONSPIRASI?

Silahkan anda menilai dan memberi komentar!!

27 Komentar

  1. hebiryu said,

    ada harta karun nabi sulaiman mas…

  2. sidik rizal abubakar said,

    Bisa diterima akal. Logis.
    Perlu juga dipertimbangkan tentang posisi kerajaan Sulaeman (King Solomon Palace), Ratu Sheeba (Ratu Saba, Balqis) yang ada kemungkinan besar berkaitan erat dengan semenanjung pantai selatan kepulauan Nusantara. Ini sebabnya mengapa Indonesia (wilayah Nusantara) selalu menjadi bagian pertimbangan konspirasi dunia, karena ternyata asset yang ada di wilayah Indonesia masuk dalam daftar protokoler Yahudi (Zionis).
    Tolong anda cari informasi lebih rinci, mengapa sepanjang Pantai Selatan dimasukkan ke dalam peta wilayah Balqis (penyebutan untuk wilayah selatan Nusantara) hingga sampai ke kepulauan Solomon?
    Informasi ini ada di Trustee International (Rotary Club) dan data intelejen Macan Putih (Cikal bakal intelejen RI dan banyak negara dunia seperti Amerika Serikat dll. pada tahun 1930-an).
    Ini bukan hoax, tapi yang jelas ada benang merah sejarah antara Kuil Sulaiman (Solomon’s Tempel) yang diperkirakan di wilayah Masjidil Aqsha dengan asset harta dunia dan gudang kekayaan di Nusantara. Ingat negara kita adalah negara yang jadi pertimbangan berikutnya bagi Amerika, Inggris dan Zionis international untuk menentukan arah kebijakan global mereka.
    Mohon diteliti lebih lanjut informasi yang saya sampaikan ini. Wassalam.

  3. shinta said,

    terserah dehh,
    im a moslem..,
    tapi saya juga ingin yg terbaik untuk kepentingan semua agama,
    tentu saja tanpa mengganggu keamanan agama saya juga,

    livin in peace..!!

  4. shinta said,

    Perlu juga dipertimbangkan tentang posisi kerajaan Sulaeman (King Solomon Palace), Ratu Sheeba (Ratu Saba, Balqis) yang ada kemungkinan besar berkaitan erat dengan semenanjung pantai selatan kepulauan Nusantara. Ini sebabnya mengapa Indonesia (wilayah Nusantara) selalu menjadi bagian pertimbangan konspirasi dunia, karena ternyata asset yang ada di wilayah Indonesia masuk dalam daftar protokoler Yahudi (Zionis).

    wahh..mas sidik..,ini informasi baru buat saya..,
    seru juga yahh,!!

    • joshua said,

      emang ada wilayah yang sudah diprediksikan oleh para revolusioner dunia.., khususnya di indonesia.., secara SDA, pernah dijangkau oleh para utusan.

  5. penagih hutang_IMF said,

    assalamu’alikum wr.wb.
    sudahlah fren…
    ingatlah kata2ku ini ya….
    “segala konspirasi yang terjadi di dunia ini…baik itu yang dibuat israel ato etc.ex:freemasonry dll…..itu dikendaliin dan di kontrol oleh satu tangan fren….
    jawabannya yaitu :DAJJAL…boleh kalian beda pendapat dengan aku…

    coba aja tarik seluruh rangkaian panjang sejarah yang terjadi di dunia ini mulai dari zamannya Nabi Adam.sampai zaman sekarang yang getir2nya ngomongin israel n freemasonryn agresi amerika lah…n dll..aku yakin pasti ada hubungannya
    klo kalian bisa pahami,..aku yakin,..kalian akan menemukan satu benang merah yang tersusun rapi dari sana….semua itu sudah diatur…..dan,.hanya Allah S.W.T yang Maha mengetahui segala sesuatu…kita sudah diperingatkan oleh Allah S.W.T tentang super bahaya dari Dajjal terkutuk ini…
    ok!aku coba uraiakan unek2ku tentang peristiwa2 yang bisa kita tarik benang merahnya..
    1.zamannya Nabi Adam….setan telah mendeklarasikan ingin menyesatkan umat manusia di bumi ini..jelaslah..sampai sekarang toh juga masih…
    2.zaman kelahiran dajjal menurut buku karangan Muhammad Isa Dawud,dajjal lahir di daerah bernama samirah,..namanya waktu kecil dulu itu samiri…karena kekuasaannya di amerika dan banyak pengikutnya disana…dia di panggil UNCLE SAM/paman sam…ini berdasarkan penelitian si pengarang..u beda pendapat jg boleh
    3.simbol penjajahan dunia juga termasuk konspirasi dajjal..termasuk 3 G(glori gospel sama gold )yang sampe ke indonesia..haduh….pusinggg..
    4.munculnya daerah aneh…seperti segitiga bermuda sama piring terbang yang sengaja di buat untuk membingungkan manusia dan menyesatkan manusia..disana mereka bekerja sama dengan setan untuk menyesatkan manusia..jadi mereka tambah kuat mereka membuat benteng pertahanan di sana..
    5.langakah selanjutnya aku yakin..untuk menyesatkan manusia,..dajjal sama setan berpikir keras…kita sebagai manusia jelas punya kelebihan untuk berpikir…jadi kita bisa waspada dan bisa menerka segala kondisi yang sangat berbahaya..menurutku,untuk menguasai dunia,..dajjal dan setan harus memikirkan kelemahan2 manusia….contohnya keserakahan dan uang. harta dan kedudukan etc…maka di rekrutlah orang yahudi sebagai tangan pertama mereka…sehingga,..yahudi sendiri yang akan memanjangkan tangan dajjal lewat amerikanya dan sekutunya…dajjal dan setan nggak harus repot2 perang..toh juga ada perang dunia 1 dan pernag dunia 2…besoknya dajjal sama setan pesta pora…selanjutnya mereka juga membuat konspirasi2 lainnya seperti freemasonry dengan segala konspirasinya…mereka menyesatkan manusia dengan membuat ideologi2 baru tentang hakikat manusia..jadi manusia bisa kehilangan arah..aku yakin juga yang terjadi di revolusi perancis juga termasuk kegiatan mereka…termasuk tentang pemecahan agama kristen menjadi dua..hampir semua kejadian2 penting dunia di rancang sedemikian rupa oleh dajjal…yang bikin ngerinya itu lho:..tentang fitnah…dengan fitnah kamu bisa menguasai dunia man..nggak percaya?coba aja kamu tuduh temenmu bunuh orang..tapi bukan itu aja,.kamu susun skenarionya..sampe hal2 yang terkecil..bisa2 temenmu itu dihukum mati..tapi jangan dilakuin ya..itu cuman contoh..makanya hati2 dengan fitnah….fitnah itu lebih kejam dari pada membunuh..semua orang juga pada tau itu..tapi mereka masih nggak sadar..dibiarin gitu aja..senjata menakutkan dajjal n kroninya ya fitnah..makanya hati2..jadi intinya,.dajjal juga bisa menerapakan sistem.kayak gini…konspirasi diatas konspirasi…intelejen diatas intelejen….ideologi diatas ideologi…jadi..mana mungkin peran mereka di dunia ini bisa kelihatan begitu saja..tapi,dajjal suatu saat toh akan muncul…bosen kali ya bersembunyi terus n main wayang di balik layar?…yang jelas..semua yang dikatakan Al-qur’an itu benar..Nabi Isa yang akan membunuh dajjal…itulah perjalan kisah sejarah yang panjang..dari zaman Nabi adam sampe akhir zaman..klo menurutku kayak gitu sih..kalian bisa beda pendapat kok

    • joshua said,

      wah,kalo yang saya renungkan, sejarah zaman dahulu ada nuansa kekuasaan yang saling berganti, seperti siang dan malam…?semua ada ajalnya…,

  6. Pemburu Dajjal said,

    Mari “ANALISIS” & Kumpulkan FAKTA, Kemunculan NABI Baru/Aliran2 SESAT…
    http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.75.html

  7. Mitchel Tamarland 16 thn said,

    Stuju bgt dgn mas/bpk “Penagih hutang_IMF” .

    Jls sekalii ini adalah konspirasi nya mrekaa . dan mreka pun tinggal diam di kala sang tujuan konspirasi nya sedang PERANG BENDERANG – FITNAH MEMFITNAH .

    Nahhh , brlnjut ke INTERN ngri ini .. sekrang justru saya bnr2 meragukan apa itu yg ada d dlm pemerintah sndiri .

    Seperti nya ada bberapa org yg masuk ke dlm MASON YHWH ini . bukannya menuduh , tapi jelasnya mereka sdh jelas bhkan teramat jelas sdh masuk ke dlm PERANGKAP ‘MEREKA’ .

    Knapa kukk org yg tau , gag ada yg prnh berani atw membahas scara gamblang hal ini di TV .
    APAKAH MUNGKIN D BAGIAN/POSISI PENTING TV NEGERI INI PUN SAMA TELAH MENYUSUP NYA KONSPIRASI2 C DAJJAL TERKUTUK ??
    sepertinya mmng bnrr .
    saya bkn sesumbarrrrrrrrrr ..

    tohh memang it slh stu slogan YAHUDI TALMUD kan ???

    bagian bagian pnting , media cetak , tv , keuangan , kesehatan , HAM , dll sbgainya HRS BSA MREKA KUASAI agar tdk trjadinya PUBLIKASI YG KONTRA2 TRHDP MREKA .

    ASTAGHFIRULLAH AL’ADZHIMM …

    ‘SBY’ SNGGH MUNA DLM HAL INI .
    HIDUP SOEKARNO ATAS SEMBOYANNYA “GO TO HELL WITH UR AIDS”

    SUBHANALLAH ..

  8. Mitchel Tamarland 16 thn said,

    Tetaplah ingat !!!!!

    ‘THE SHOW MUST GO ON’

  9. aboa said,

    kenapa yahudi menganggap nusantara sebagai aset penting mereka? selain karena keinginan world domination sebab lain adalah;

    Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).

    Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s. (copy dari blognya awink)

    ga heran dominasi yahudi merajalela di negeri ini. tambang emas terbesar, freeport, anak yahudi. tambang batubara terbesar, KPC, anak yahudi, both Freeport dan KPC adalah cabang Rio Tinto company. belum perusahaan minyak yahudi, lihat bintang texaco dengan huruf T, balik bintangnya maka kelihatan jelas simbol kepala lucifer. bisa lihat di youtube. belum lagi dominasi ratusan perusahaan mereka di nusantara.
    mulai dari perusahaan finansial sampai ke produk sabun!

    ga heran juga kalau ratusan tahun nusantara dijajah belanda, kebanyakan petinggi VOC adalah orang2 yahudi. buktinya peninggalan lodge freemason tersebar dimana mana. gedung bappenas itu dulu bekas pemujaan setan kaum freemason. makanya Soekarno melarang dan menutupnya. belanda sendiri hanyalah kaki tangan Yahudi!

  10. aboa said,

    alasan lain mengapa Yahudi talmud begitu menginginkan berdirinya kuil sulaiman karena mereka menunggu munculnya simata satu dajjal dan berdirinya kuil sulaiman adalah salah satu syaratnya.
    teringat dialog2 film lord of the rings; “…dulu disini berdiri kuil Amun Sul….” “…the all seeing eye mata maha melihat mata satu sauron…” ” dan simbol pohon pohon ghorghot itu…pohon pohonnya orang yahudi,…….kebetulan kah??
    Professor Tolkien itu ahli bahasa, pintar menjungkirbalikkan nama dan kata kata seperti amun sul. dan Professor Tolkien itu, meskipun kaum illuminati mati matian membantahnya, dia itu freemason!
    dan The Two Towers! apa lagi itu?

  11. aboa said,

    😦

  12. aboa said,

    TENTANG HOBBIT!!
    dalam film si tolkien itu, kampung halaman hobbit itu subur rimbun bin hijau, (tropis??)
    pernah nonton film dokumenter di metro? hobbit adalah julukan makhluk kerdil yang sudah punah ditemukan di Indonesia, terutama daerah flores!

    tapi film si tolkien itu, menggambarkan hobbit itu kecil tapi ga kecil kecil amat seperti hobbit benerannya, ukuran hobbit nya tolkien seukuran rata rata kita man!😦

    coba googling ini: hobbit is indonesian

    walah!

    panji hitam akan datang dari dari timur, jika ciri ciri imam mahdi (satria piningit? entahlah) senang mengenakan sorban biru. kebetulankah?

    pantas saja mata israel melotot di singapore, penasehat angkatan udaranya dari israel, kebetulankah?

  13. pencarikebenaran said,

    Haminjon

    Medan – Sumatera Utara berpotensi sebagai daerah penghasil kemenyan
    kelas dunia, jika pemberdayaan petani diefektifkan. Sebab pohon
    kemenyan yang tumbuh di provinsi ini, dikenal memiliki kualitas yang
    baik.

    Proses penelitian yang tengah dilakukan menunjukkan adanya potensi
    peningkatan jumlah produksi setiap pohon.

    Sentot Adi Sasmuko, peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan
    Kehutanan, Departemen Kehutanan yang berada di Aeknauli, Kabupaten
    Simalungun, Sumut, menyatakan pohon kemenyan (haminjon dalam bahasa
    Batak), sejauh ini belum dibudidayakan secara serius.

    “Di Sumut terdapat haminjon toba atau styrax sumatrana dan haminjon
    durame atau styrax benzoin dryand. Pohon ini menghasilkan getah
    beraroma spesifik dan diperoleh melalui penyadapan. Getahnya manjadi
    bahan baku istimewa industri parfum dunia,” ujar Sentot kepada
    wartawan di Medan, Minggu (11/3/2007).

    Di Indonesia, kata Sentot, getah haminjon ini dijadikan pula sebagai
    penyedap rasa dan bau rokok serta dupa, juga sebagai alat bantu
    ritual tertentu. Untuk saat ini, sebenarnya hanya ada dua provinsi
    penghasil utama haminjon, yakni Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sumut.

    “Sebagian besar pohon haminjon di Sumut tumbuh di Kabupaten Humbang
    Hasundutan dan haminjon Doloksanggul sangat terkenal. Sebagian lagi
    tumbuh di Pahae, Parmonangan, Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara
    dan di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan,” jelasnya.

    Belakangan ini, Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan telah
    mengembangkan penelitian. Haminjon ternyata dapat menghasilkan getah
    kering 1 ons per batang per sekali panen. Dan pada usia 10 tahun,
    produksinya naik menjadi 0,5 kg dan naik lagi menjadi 1 kg pada usia
    terbaik 20 tahun.

    Panen dapat dilakukan dua kali setahun. Jauh lebih baik dibanding
    pohon yang haminjon rakyat. Jika dikembangkan secara massal dapat
    merajai pasokan kemenyan dunia.

    Mengingat potensinya yang baik untuk dikembangkan, perusahaan
    penanaman modal asing PT Toba Pulp Lestari Tbk, melakukan penanaman
    haminjon hasil penelitian tersebut secara massal di Kabupatan
    Humbang Hasundutan.

    “Tahun lalu TPL sudah mulai menanam sekitar 30 ribu bibit unggul
    haminjon dan angka itu menjadi lebih banyak lagi pada 2007. Kami
    sudah memesan 50 ribu bibit lagi. Ini merupakan bagian dari program
    corporate social responsibility TPL. Bibit itu kita berikan kepada
    masyarakat,” kata Direktur PT TPL, Juanda Panjaitan.

    Diharapkan potensi haminjon atau kemenyan asal Sumut semakin banyak
    dan baik kualitasnya. Dalam perdagangan dunia, getah haminjon asal
    Vietnam, Laos dan Myanmar sangat dikenal dan hampir seluruhnya
    diserap oleh industri parfum terutama di Paris, Prancis.

    Haminjon Sumatra (styrax sumatrana) juga dikenal meskipun faktanya
    tidak pernah ditemukan data resmi ekspor dari Sumatera Utara. Sebuah
    laporan menyebutkan haminjon Toba dikirim ke Jawa untuk dijadikan
    bahan baku industri rokok dan dari sanalah kemudian mengalir ke
    Paris.

    Submitted by jolly simamora on Thu, 07/19/2007 – 06:10.

    http://www.debataraja.net/?q=berita/haminjon-kemenyan

    perlu diketahui apakah ada hubungan kemenyan dengan kuil salomo, soalnya diruang tsb butuh kemenyan buat dupa atau apalah?

    thx

  14. Agus Syafie said,

    Batak Israeli

    BANGSO BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

    Edisi – Revisi

    Batak – Israeli)

    Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,
    negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari
    dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama
    Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini
    disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

    Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.
    Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
    kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai
    sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan
    bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
    dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi
    lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

    Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa
    Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara
    Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun
    banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,
    terserak diseluruh dunia.

    Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan
    orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke
    negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
    pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga
    dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
    perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
    hidup.

    Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian
    kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok
    penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
    tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk
    Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
    mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah
    Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan
    sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan
    penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

    Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di
    negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.
    Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup
    di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti
    Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir
    tebal, rambut keriting, dll.

    Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut
    Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu
    memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
    merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
    Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
    mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
    transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya
    mengapa ada Israel hitam.

    Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-
    perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita
    tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya
    mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
    dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
    Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak
    yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,
    dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
    konon ada disana.

    Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan
    bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel
    kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba
    sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang
    memberikan perhatian terhadap hal ini.

    Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),
    adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,
    pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan
    sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.

    Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),
    sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA
    diantara bangsa-bangsa.

    Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di
    Hindia yang berdekatan dengan India. Sumatera juga merupakan salah
    satu pulau di Lautan Samudera Hindia.

    Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pula
    tangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD)
    yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan
    di Elam, di Sinear, di Hamat dan
    di Pulau-pulau di Laut.

    Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta
    dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,
    guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
    Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

    Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan
    tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam
    Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
    dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
    Alkitab.

    Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah
    keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi
    karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka
    bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang
    Melayu.

    Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel
    dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk
    pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
    pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.

    Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.
    Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga
    dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai
    orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu
    terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
    menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam
    ke perut bumi.

    Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel
    bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik
    Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

    Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
    untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi
    bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku
    yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman
    untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur
    sejarah dan spiritual.

    Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel
    kuno adalah sebagai berikut:

    1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)

    Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui
    garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang
    tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya
    dianggap na lilu – tidak tahu asal-usul – yang merupakan cacat
    kepribadian yang besar.

    Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang
    sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian
    Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka
    yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
    ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud
    dan pihak ibuNya (Maria).

    Catatan:

    MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
    (patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis
    keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah
    merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang
    meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,
    dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
    Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak
    sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

    Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols
    adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,
    Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,
    kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,
    berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM
    LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.

    TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
    Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila
    orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya
    Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui
    apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan
    panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan
    panggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah
    ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan
    ayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/
    Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,
    PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang
    dapat kita jadikan istri, dst.

    2). Perkawinan yang ber-pariban

    Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,
    tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan
    untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup
    report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini
    tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam
    bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni
    tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan
    yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
    anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

    Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-
    isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah
    perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah
    terjalin dengan perkawinan.

    Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub
    menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.
    Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu
    dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel
    kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
    perkawinan seperti itu.

    3). Pola alam semesta

    Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua
    ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua
    toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola
    yang sama.

    4). Kredibilitas

    Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,
    setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah
    tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang
    tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
    pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang
    diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja
    sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat
    penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
    pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
    demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar
    sebagai jaminan janji (Kej. 38).

    5). Hierarki dalam pertalian semarga

    Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-
    laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan
    terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan
    perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis
    keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari
    Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
    (bandingkan dengan Rut 1:11).

    Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan
    saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah
    tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu
    kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
    diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,
    marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.

    Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan
    Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas
    ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis
    silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia
    mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami
    Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika
    ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,
    mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang
    paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do
    salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

    6). Vulgarisme

    Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-
    beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:
    son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.
    Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan
    serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.

    Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang
    spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut
    sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk
    dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
    dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah
    serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,
    hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira
    begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak
    kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

    Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol
    kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa
    dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme
    seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
    serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis
    sama dengan sumpah serapah orang Batak).

    7). Nuh dan bukit Ararat

    Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar
    yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur
    ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah
    tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
    Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku
    Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan
    kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit
    Pusuk Buhit.

    Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli
    Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah
    puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada
    bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput
    gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar
    mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya
    setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk
    Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang
    mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

    Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena
    setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi
    berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk
    pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
    Pusuk Buhit.

    8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)

    Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-
    belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang
    terkait. Alasan ini sangat praktis.
    Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari
    kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah
    lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering
    alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
    mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

    Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah
    sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir
    ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam
    Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang
    belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
    seorang nabi).

    9). Peratap/Ratapan

    Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota
    keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka
    menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan
    menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
    Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair
    kematian dan syair kesedihan hati.

    Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka
    mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.
    Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan
    sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
    pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan
    kehadirannya pada setiap ada kematian.

    Di desa-desa, terutama di daerah leluhur – Tapanuli – tidak
    mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga
    dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat
    setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
    hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan
    sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati
    memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,
    sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

    Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian
    si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap
    adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga
    dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik
    yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

    Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-
    andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”
    Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah
    meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah
    tentang mendiang familinya itu.

    Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika
    Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar
    para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian
    Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
    Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel
    kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati
    bukan pada acara kematian.

    10). Hierarki pada tubuh

    Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi
    martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai
    permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.
    Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
    kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada
    seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah
    telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak
    kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
    seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.

    Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu
    diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa
    Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap
    dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
    lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap
    dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

    11). Tangan kanan dan sisi kanan

    Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat
    kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali
    berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena
    terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak
    tercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan atau
    kehormatan.

    Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang
    menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca
    Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan
    hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,
    Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

    12). Anak sulung

    Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan
    bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan
    berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika
    ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan
    mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
    anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu
    martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu
    adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,
    memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang
    melekat pada anak sulung.

    Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi
    tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku
    Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah
    anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,
    34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,
    Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan
    18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

    13). Gender

    Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan
    silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik
    orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama
    terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak
    perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam
    Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali
    jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu
    Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan
    karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-
    nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.
    Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,
    tetapi anak laki-laki, red.

    13). Kemenyan BATAK TOBA

    Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera
    Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau
    cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di
    Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
    kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat
    cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu
    dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan
    besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin
    bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen
    dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.

    Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita
    itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama
    kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat
    dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan
    Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati
    Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat
    menyejahterakan masyarakat Tapanuli.

    Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek saya
    pedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936
    neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari
    Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan
    sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
    dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu
    gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16
    kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk
    Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.
    Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
    ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.

    14). Pemberian Nama Bayi yang Lahir Tujuh Hari

    Di dalam tradisi Parmalim – Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anak
    bayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untuk
    Permandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudah
    tujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi nama
    dengan diadakannya Pesta Martutu Aek.

    Memang tidak ada sunat, tetapi beberapa suku Israel seperti Bene
    Menashe di India dan Suku Chiang Min pun melakukan hal yang sama.
    Karena apa? Karena mereka sudah melalui generasi ke generasi,
    asimilasi, masuknya unsur-unsur lokal dan sebagainya, seperti nama-
    nama dewa-dewi sesembahan lokal dimana mereka tinggal. Seperti
    itulah, tetapi identitas keaslian mereka sebagai keturunan Israel
    masih kelihatan. Seperti budaya, adat, Agama -Kepercayaan
    Monotheisme (meskipun masuknya paham lokal setempat), dan beberapa
    kebiasaan yang berbeda dengan suku – suku yang lainnya.

    15). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim

    Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba

    Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur
    batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-
    kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
    Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang
    menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang
    ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.

    Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim
    sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.

    TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo Malim

    Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang
    Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak
    bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu
    wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan
    tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
    Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh
    dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa
    mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat
    Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.

    Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan
    Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan
    membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah
    Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk
    kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
    asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu
    Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).

    Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia
    yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu
    diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja
    pertama di Desa Pancuran, Barus.

    Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,
    diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420
    talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.
    Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-
    Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.
    berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-
    Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati
    Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir
    itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
    pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis
    Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang
    Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-
    15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di
    sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.

    Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut
    paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena
    tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi
    Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa
    uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak
    menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
    yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan
    kurun waktu ribuan tahun.

    16). Ibadah Parmalim

    Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)
    Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta
    memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat
    melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.

    Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7
    aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan
    tersebut adalah :

    1. Martutuaek (kelahiran)
    2. Pasahat Tondi (kematian)
    3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
    4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
    5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
    6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
    Simarimbulubosi)
    7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

    Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus
    menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
    mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh
    berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar
    hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging
    babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.

    Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya
    dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat
    kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim

    Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo
    Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun
    temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu
    Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi
    Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

    Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim
    layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran
    aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata
    pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun
    kepada Pencipta.

    Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,
    ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
    jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata
    Parmalim yang berasal dari kata “malim”.

    Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan
    Oppu Mulajadi Nabolon atau Debata (Tuhan pencipta langit dan
    bumi). “Maka, Parmalim dengan demikian merupakan orang-orang
    mengutamakan kesucian dalam hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kami
    puja tak lain adalah Oppu Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (roh
    jahat),” katanya.

    “Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap
    Parmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon
    adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia
    mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni
    Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
    Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)
    serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi
    Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup
    menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin
    seperti rakyatnya.

    Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan
    utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada
    Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran
    Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.
    Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim
    yang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so
    diakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuan
    semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap
    perilaku kita).

    Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau
    Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para
    raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah
    Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku
    Yehuda yang dijuluki Singa.

    Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin
    Parmalim, ” Untuk apa pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan
    sendiri tidak mengakui perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya,
    perjuangan Ugamo Parmalim sudah berujung pada kepasrahan. Dalam
    kepasrahan ini tentu saja masih ada harapan. Tapi, harapan itu
    bukanlah berasal dari dunia, melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon.
    Dalam harapan itu, ada pula ketaatan untuk selalu mempertahankan
    hidup suci.

    Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilah
    kepada kami
    penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini
    dan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debata
    hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan
    yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga
    mereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalim
    adalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.

    17). Ibadah setiap Hari Sabtu – Samisara -Marari Sabtu

    Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan
    larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah
    Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti
    Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam
    menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau
    melakukan kegiatan apapun. Penganut Parmalim melakukan ucapan syukur
    pada setiap hari Sabtu.

    Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara itu
    hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,
    supaya berlaku untuk selamanya.

    Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa
    bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”

    Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi
    yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual
    sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan
    Hatutubu ni Tuhan.

    18). Larangan makan Babi, Anjing, Binatang liar, dan Darah

    Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di
    antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan
    seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah
    dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran
    Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada
    Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan
    pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia
    dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan
    hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.

    19). Ritual

    Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual
    besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap
    tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan
    Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
    yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.
    Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para
    Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda
    syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
    Marnangkok.

    20.) Kisah – Mitos

    Dalam Kitab Parmalim, yakni Tumbaga Holing, terdapat kisah
    manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa
    digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim
    itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh
    sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
    Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan
    Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung
    mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,
    sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan
    cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-
    rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah
    tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari
    Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
    Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –
    Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.

    dan masih banyak lainnya lagi….

    Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk
    membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak
    jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli
    statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
    yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa
    Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi
    sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta
    kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang
    lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku
    Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa
    jadi lebih.

    Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau
    bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan
    seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu
    semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu
    etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam
    kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur
    asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan
    inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.

    Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi
    positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan
    oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
    suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal
    balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami
    sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai
    budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.

    Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak
    dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,
    Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,
    hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum
    masehi).

    Dari berbagai sumber.

    tulisan ini telah direvisi ulang lagi…

  15. Agus Syafie said,

    Dalam kitab ”Perjanjian Lama” disebutkan sekitar tahun 1500 SM, Raja Sulaiman mengirimkan ekspedisi ke Ophir (Ofir). Dari situ ekspedisi membawa 420 talenta emas. Pada 945 Raja Sulaiman (bukan Raja Sulaiman di atas) mengirim lagi kapal-kapalnya ke Ofir untuk mencari emas.

    Pulau Jelai
    Mungkin Ofir terletak di Sumatera karena di daerah Tapanuli Selatan terdapat pegunungan Ofir. Di sebelah Timur Ofir ditemukan lagi gunung lain, Gunung Amas (Gunung Emas).

  16. Agus Syafie said,

    Selain itu, Pulau Sumatera sangat kaya akan emas sehingga orang China menjulukinya Kintcheou (Pulau Emas).

    Mungkinkah semua itu kebetulan belaka? kita harus selidikki lagi kebenarannya…

    Thanks

  17. Agus Syafie said,

    Sepuluh Suku Israel Yang Hilang

    Pada tahun 721 SM Samaria, ibukota Kerajaan Israel (Israel Utara), jatuh karena serangan pasukan Asyur (Assyria). Akhjirnya Sepuluh suku Israel dibuang ke Asyur, dan terjadi diaspora (penyebaran) suku-suku Israel ke berbagai penjuru. Bangsa -bangsa kuat saling beradu memperebutkan kawasan Timur Tengah. Kejayaan bangsa Asyur diganti oleh bangsa Babel (Babylonia), tahun 603SM. Di masa kejayaan Babel, Kerajaan Selatan Yehuda jatuh, Jerusalem dihancurkan (587SM), dan berlangsunglah masa pembuangan di Babel. Kerajaan Persia (538-332SM) merebut hegemoni Babel. Sebagian suku Jehuda dan Benyamin, kembali ke Judea. Namun sepuluh suku Israel lain, tidak pernah kembali sebagaimana dua suku itu.

    Beberapa raja Persia tersebut dalam Alkitab, yaitu Cyrius (Koresy, Yes45:1); Xerxes (Ahasyweros, Est1:1); Artexerxes (Artahsasta, Neh2:1) dan Darius (Dan6:1). Kejayaan Persia selama 3 abad di seluruh kawasan Timur Tengah, Timur Dekat, dan seputar Mediterania bagian timur melahirkan bahasa Aram sebagai ‘lingua franca’ dan memudahkan migrasi. Masa Persia berakhir ketika Aleksander Agung, dalam waktu relatif singkat menguasai kawasan Makedonia hingga India. Kawasan kekuasaan dinasti-dinasti Yunani (332-167SM) yang lebih luas dari Persia, semakin memudahkan migrasi. Suku-suku Israel meninggalkan Asyur, menuju ke timur, setelah itu tidak ada lagi berita, sehingga mereka dijuluki sebagai “Sepuluh Suku Israel Yang Hilang“ (The Ten Lost Tribes of Israel). sehingga bahasa Yunani menjadi ‘lingua franca’.

    beberapa yang ditemukan:

    Pathans/Pasthun (Afghanistan-Pakistan)

    Pathans menganggap diri mereka sebagai anak-anak Israel, meskipun mereka beragama Islam. Bangsa Pathans memiliki kemiripan dengan kebiasaan Israel kuno. Bangsa Pathans kini tinggal di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka disebut Afghans atau Pishtus menurut bahasanya. Di Afghanistan, jumlah mereka sekitar enam juta jiwa, dan di Pakistan sekitar tujuh hingga delapan juta jiwa dan dua juta jiwa lagi hidup seperti suku Baduy. Bukti-bukti yang menarik adalah beberapa nama suku-suku yang sama dengan suku-suku Israel seperti suku Harabni yakni Reuben, suku shinwari adalah Shimeon, suku Levani – Lewi, suku Daftani – Naftali, suku Jaji – Gad, suku Ashuri – Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, suku Afridi – Ephraim, dan seterusnya. Pasthun atau Pathans mengaku mempunyai hubungan dengan Kerajaan Israel kuno dari suku Benjamin dan keluarga Saul. Menurut tradisi, Saul mempunyai seorang anak, bernama Jeremia yang memiliki anak bernama Afghana. Menurut Injil 2 Raja-raja, Tawarikh 1 dan 2, sepuluh suku Israel dibuang ke Halah, Havor, sungai Gozan dan kota-kota Maday. Beberapa kemiripan Tradisi Pathans dengan Israel kuno: memiliki sunat untuk anak laki-laki pada hari kedelapan, Patrilineal (Garis Bapak), menggunakan Talith (Jubah Doa) Tsitsit, pernikahan (Hupah), kebiasaan wanita (pembasuhan di sungai), pernikahan dari pihak keluarga ibu atau bapak (Yibum), Sangat menghormati bapak, larangan memakan daging kuda dan unta, Shabbat dengan menyiapkan 12 roti Hallah, menghidupkan lilin pada saat Shabbat, hari Yom Kippur, menyembuhkan penyakit dengan bantuan kitab Mazmur (menempatkan kitab Mazmur dibawah kepada pasien, nama-nama Ibrani di desa-desa dan menyebut nama Musa, dan menggunakan symbol bintang Daud. Mereka hidup sebagai suku-suku yang terpencar dan memiliki hokum tradisi yakni Pashtunwali atau hukum Pasthun yang mirip dengan hukum Torah. Pathans bertradisi pernikahan ipar, yang mengharuskan saudara laki-laki menikahi janda saudaranya yang meninggal tanpa keturunan, sama seperti Israel kuno (Ul 25:5-6). Pathans juga bertradisi mengorbankan kambing penebusan, sama seperti masa Israel kuno yang membebankan dosa seluruh bangsa pada domba yang diusir ke gurun dan disembelih (Im16).

    Kashmir (India)

    Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah dan didesa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa bangsa Kashmir keturunan sepuluh suku Israel yang hilang pada pembuangan pada 722 BCE. Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Pasca pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan candra dan surya, dengan cara seperti yang dilakukan orang-orang Jahudi. Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel. Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan; tidak makan ikan yang tak bersisik dan bersirip, dan merayakan beberapa hari raya Jahudi lainnya, tetapi tidak yang berasal dari setelah kehancuran bait Allah pertama (seperti Hannukah).

    Shin-lung atau Bene Menashe (di sekitar perbatasan India-Myanmar)

    Di kawasan pegunungan di kedua sisi perbatasan India-Myanmar, bermukim sekitar 2 juta orang Shinlung. Mereka memiliki tradisi penyembelihan binatang korban seperti suku-suku Israel kuno pada umumnya, dan menyebut diri anak Menashe atau Bene Menashe. Kata Menashe banyak bermunculan dalam puisi dan doa (mereka menyeru “Oh God of Menashe”). Mereka memiliki tradisi cerita yang mengatakan bahwa mereka dibuang ke suatu tempat yang berada di sebelah barat tempat asal mereka, lalu bermigrasi ke timur dan mulai menjadi penggembala dan penyembah dewa. Migrasi mereka berlanjut ke timur, mencapai perbatasan Tibet-Cina, lalu mengikuti aliran Sungai Wei, hingga masuk dan bermukim di Cina Tengah sekitar tahun 230SM. Orang Cina menjadikan mereka sebagai budak, sehingga beberapa diantara mereka melarikan diri dan tinggal di gua-gua kawasan pegunungan Shinlung, dan hidup miskin selama dua generasi. Mereka juga disebut orang gua atau orang gunung dan tetap menyimpan kitab suci mereka. Akhirnya mereka mulai berasimilasi dengan orang Cina dan terpengaruh budaya Cina, hingga akhirnya mereka meninggalkan gua-gua pegunungan dan pergi ke barat, melalui Thailand, menuju Myanmar. Setelah itu mereka berkelana tanpa kitab suci, dan membangun tradisi lisan, hingga sampai di Sungai Mandaley, dan menuju Pegunungan Chin. Pada abad-18 sebagian dari mereka bermigrasi ke Manipur dan Mizoram, India Timurlaut. Mereka sadar bahwa mereka bukan orang Cina meskipun menggunakan bahasa Cina dialek lokal, dan menyebut diri Lusi yang berarti Sepuluh Suku (”Lu” berarti suku, dan “si” berarti sepuluh). Tradisi Menashe antara lain adalah sunat (kini sudah ditinggalkan), upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari raya keagamaan yang mirip dengan hari raya keagamaan Jahudi, praktek pernikahan ipar demi kelangsungan nama marga, menyebut nama Tuhan sebagai “Y’wa”, dan memelihara puisi yang mirip dengan kisah penyeberangan Kitab Keluaran ketika bangsa Israel menyeberang Laut Merah. Di setiap kampung ada pendeta atau imam yang selalu bernama Harun (Aaron, saudara Musa dan Imam Pertama Jahudi) dengan pewarisan turun-temurun. Salah satu tugas mereka adalah mengawasi kampung, berdoa dan mempersembahkan korban, dengan jubah ber-‘breastplate’, ikatpinggang dan mahkota, dan selalu membuka doa dengan menyebut nama Menashe. Dalam kasus terdapat orang jatuh sakit, para imam dipanggil untuk memberkati pesakit dan mempersembahkan korban. Imam akan menyembelih domba atau kambing dan mengoleskan darahnya di telinga, punggung dan kaki pesakit sambil mengucapkan mantra yang mirip dengan Im14:14. Pada kasus penyakit khusus, diselenggarakan upacara khusus. Semacam upacara penebusan yang dilakukan dengan memotong sayap burung dan menebar bulunya ke udara. Pada kasus penyakit lepra, para imam menyembelih burung di lapangan terbuka. Untuk penebusan dosa, dilakukan pengorbanan domba di altar seperti dilakukan di Bait Allah (seperti disaksikan seorang penulis di hutan Myanmar sekitar tahun 1963-1964). Darah sembelihan ditorehkan di ujung altar, dagingnya dimakan. Yom Kippur dirayakan sebagai hari penebusan, sekali setahun seperti tradisi Jahudi. Kendaraan imam tidak boleh dibuat dari logam, namun dari tanah liat, kain, atau kayu. Melakukan praktek pemujaan berhala dan mempercayai klenik sehubungan dengan roh dan setan. Percaya reinkarnasi tapi percaya Tuhan di sorga akan membantu dalam kesusahan.

    Ch’iang-min (Cina)

    Orang-orang Ch’iang atau Ch’iang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di Propinsi Sechuan, Cina bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet [Thomas Torrance “The History, Customs and Religion of the Ch’iang People of West China” (1920) dan “China’s First Missionaries: Ancient Israelites” (1937)]. Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yang datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang Cina menganggap mereka sebagai barbar, dan mereka menilai orang Cina sebagai penyembah berhala (Ch’iang-min percaya hanya pada satu tuhan dan menyebutnya ‘Yawei’ ketika berada dalam kesulitan). Ch’iang-min mempraktekkan persembahan korban yang dilakukan imam, jabatan yang hanya bisa dijabat oleh pria yang sudah menikah (Im 21:7,13) dan diwariskan turun-temurun. Para imam mengenakan jubah putih bersih dan bersurban khusus. Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam (Kel20:25), dan tidak boleh didekati oleh orang asing dan “cacat” (Im21:17-23). Para imam Ch’iang-min menggunakan tali pengikat jubah, dan sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun). Setelah berdoa, para imam membakar bagian dalam dan daging korban sembelihan, dan mengambil bagian pundak, dada, kaki dan kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan. Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yang memiliki 12 anak. (Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham dan berleluhur seorang bapak dengan 12 anak). Di antara orang Ch’iang, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan dan keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.

    Disadur dari : Napak Tilas Suku Israel yang “Hilang”, Agen Akulturasi Jalur Sutra. Heri Muliono, M.Sc, Ir ( 6 Juli 2001). Disusun oleh : Christian P. S

  18. SidikRizal - +6281.385.386.583 said,

    Jadi semakin jelas lah sudah apa yang disampaikan Bung Karno, “Go to Hell with your aid”. Mengapa seorang Soekarno sampe mengatakan begitu kepada negara adidaya seperti AS dan sekutunya. Artinya Bung Karno sudah paham betul, bahwa Indonesia memang termaktub di dalam Kitab Taurat, Injil dan Al-Qur’an dalam beragam nama. Sekalipun itu masih dalam bentuk penafsiran, tapi perlu diingat bahwa penafsiran dan penterjemahan itu tidaklah sembarangan keluar dari pikiran orang biasa atau sekadar muncul dari semburat lintasan pikiran akal manusia BODOH.

    Coba kita perhatikan penyajian beberpa teman kita di atas, benang merah yang menghubungkan Israel dengan Indonesia mulai dari silsilah keturunan yang bukan saja menyerupai, tapi juga memang tertuang dalam banyak penulisan para ahli dan cendekiawan kelas dunia (salah satunya adalah Bung Karno, kita maklumkan sementara ini).

    Tentunya masih segar dalam ingatan kita bagaimana seorang Tolkien (penulis trilogi klas dunia best seller book dan film paling laku dan menghibur, “The Lord of the RIng”), DIa menggambarkan tokoh penyelamat utama “the Ring” adalah bangsa Hobbit.

    Bukanlah kebetulan yang “aneh” dan luar bioasa, ternyata bangsa Hobbit adalah sebuah temuan fosil tua di pulau Sumatra (Andalas).

    berikut tulisan dari seorang peneliti luar negeri:
    Hobbits of Indonesia were different human species

    By Roger Highfield, Science Editor
    Last Updated: 7:01pm BST 20/09/2007

    Three old bones from a left wrist offer a new twist in the long running debate about the so called hobbits of Indonesia, suggesting they were indeed a small and different kind of human species, rather than modern humans with a growth disorder.

    Three years ago, Prof Mike Morwood, of the University of New England, in Armidale, Australia, and colleagues made headlines worldwide when they announced the discovery of 18,000-year-old remains of Homo floresiensis in the Liang Bua Cave on the Indonesian island of Flores.

    The human evolutionary cousin, nicknamed the hobbit after the diminutive people in JRR Tolkein’s Lord Of The Rings, stood only three foot tall and was thought to be an entirely new species of human, with a brain about the size of a chimpanzee’s.

    Ever since there has been debate whether or not the bones were actually from pygmies – even today there are pygmies on the island – and not a new species of human that lived between 120,000 and 10,000 years ago. One idea is that they suffered from microcephaly, a disorder that limits brain growth.

    Today in the journal Science an analysis of three wrist bones of one of the fossil specimens (called LB1) led by Matthew Tocheri of the Smithsonian Institution, Washington, and including Prof Morwood and colleagues in Indonesia and America shows that the bones are primitive and shaped differently compared to both the wrist bones of both humans and of Neanderthals, suggesting they do represent a different kind of human.

    The Hobbit’s wrist is basically indistinguishable from an African ape – nothing at all like that seen in modern humans and Neanderthals.

    Using cutting-edge 3D technology the team shows how there are big differences between the wrist bones of human – whether dwarf, normal or giant – and nonhuman primates, so the bones offer a powerful way to distinguish different species.
    advertisement

    “This study offers one of the most striking confirmations of the original interpretation of the hobbit as an island remnant of one of the oldest human migrations to Asia,” said Tocheri.

    “Before I saw these wrist bones, I had no definitive opinion regarding the hobbit debates,” said Tocheri. “But these hobbit wrist bones do not look anything like those of modern humans. They’re not even close.”

    For example, the human trapezoid is boot-shaped, while in LB1 the same bone is wedge-shaped. Also, the LB1 wrist bones are closer in shape to living african apes and earlier fossil species like australopithecus and Homo habilis.

    The team believes these differences imply that LB1has retained characteristics of a primitive wrist and thus represents a human lineage that appeared before the modern wrist evolved with Homo sapiens and the Neanderthals, who share an ancestor that lived between 0.5 and one million years ago.

    The distinctive shapes of wrist bones form during the first trimester of pregnancy while most growth disorders do not begin to affect the skeleton until well after that time. Thus, they argue, the hobbits are the descendants of an ancestor that had migrated out of Africa and branched off the human family tree before the branches that include modern humans, their cousins the Neanderthals and their last common ancestor.

    LB1 was also found with stone flaking technology comparable to that found in Africa, this provides additional support for the idea that the earliest of our ancestors to use and make stone tools retained a primitive kind of wrist, with the wrist of modern humans and Neanderthals having evolved between 1.8 and 0.8 million years ago to help them make and use tools better.

    “Other work on the Liang Bua hominid material is in progress on the LB1 hands, feet, teeth and pelvis – all of which tell a similar story,” Prof Morwood told The Daily Telegraph. “Homo floresiensis represents a very old, small-bodied, small-brained hominid lineage that dispersed out of Africa before the appearance of large bodied, large brained Homo erectus.”

    Another member of the team that announced the hobbit, Prof Richard “Bert” Roberts of the University of Wollongong, added: “To my mind, it’s yet another piece of strong evidence in support of the ‘hobbit’ having an ancient lineage – not something closely related to modern humans, let alone a diseased individual of our species.

    “Importantly, this new study continues to undermine claims that the ‘hobbit’ suffered from a medical condition known as microcephaly – that is, a modern human with an abnormally small brain – by looking at a part of the anatomy far removed from the head: namely, the wrist bones.

    “Microcephalics do not have unusually shaped wrist bones, but the hobbit does – and the features of the wrist bones are echoed in the primitive traits seen in many other parts of the skeleton, including the skull, which has been almost the sole focus of attention of the pro-microcephaly camp.”

    kemudian liat tulisan lainnya, seperti berikut ini:

    Hobbit-Like Human Ancestor Found in Asia
    Hillary Mayell
    for National Geographic News
    October 27, 2004

    Scientists have found skeletons of a hobbit-like species of human that grew no larger than a three-year-old modern child (See pictures). The tiny humans, who had skulls about the size of grapefruits, lived with pygmy elephants and Komodo dragons on a remote island in Indonesia 18,000 years ago.

    Australian and Indonesian researchers discovered bones of the miniature humans in a cave on Flores, an island east of Bali and midway between Asia and Australia.

    _ Printer Friendly

    Email to a Friend
    What’s This?
    SHARE
    Digg StumbleUpon Reddit
    RELATED

    * Controversy Over Famed Ancient Skull: Ape or Human?
    * 1.8-Million-Year-Old Hominid Jaw Found
    * Does Wounded Skull Hint at Neandertal Nursing?
    * Skull Fossil Opens Window Into Early Period of Human Origins
    * Java Skull Raises Questions on Human Family Tree
    * Fossils From Ethiopia May Be Earliest Human Ancestor

    Scientists have determined that the first skeleton they found belongs to a species of human completely new to science. Named Homo floresiensis, after the island on which it was found, the tiny human has also been dubbed by dig workers as the “hobbit,” after the tiny creatures from the Lord of the Rings books.

    The original skeleton, a female, stood at just 1 meter (3.3 feet) tall, weighed about 25 kilograms (55 pounds), and was around 30 years old at the time of her death 18,000 years ago.

    The skeleton was found in the same sediment deposits on Flores that have also been found to contain stone tools and the bones of dwarf elephants, giant rodents, and Komodo dragons, lizards that can grow to 10 feet (3 meters) and that still live today.

    Homo floresienses has been described as one of the most spectacular discoveries in paleoanthropology in half a century—and the most extreme human ever discovered.

    The species inhabited Flores as recently as 13,000 years ago, which means it would have lived at the same time as modern humans, scientists say.

    “To find that as recently as perhaps 13,000 years ago, there was another upright, bipedal—although small-brained—creature walking the planet at the same time as modern humans is as exciting as it was unexpected,” said Peter Brown, a paleoanthropologist at the University of New England in New South Wales, Australia.

    Brown is a co-author of the study describing the findings, which appears in the October 28 issue of the science journal Nature. The National Geographic Society’s Committee for Research and Exploration has sponsored research related to the discovery. The find will be covered in greater detail in a documentary airing early next year on the National Geographic Channel.

    “It is totally unexpected,” said Chris Stringer, director of the Human Origins program at the Natural History Museum in London. “To have early humans on the remote island of Flores is surprising enough. That some are only about a meter tall with a chimp-size brain is even more remarkable. That they were still there less than 20,000 years ago, and [that] modern humans must have met them, is astonishing.”

    The researchers estimate that the tiny people lived on Flores from about 95,000 years ago until at least 13,000 years ago. The scientists base their theory on charred bones and stone tools found on the island. The blades, perforators, points, and other cutting and chopping utensils were apparently used to hunt big game.

    In an accompanying Nature commentary, Marta Mirazón Lahr and Robert Foley, both with the Leverhulme Centre for Human Evolutionary Studies at the University of Cambridge, England, describe Homo floresiensis as changing our understanding of late human evolutionary geography, biology, and culture.

    HMMM…. kita bangsa Indonesia tidak memahami, betapa negara kita adalah tempat berkumpulnya sebuah bangsa yang sangat besar dan diperhitungkan oleh dunia Internasional. Dalam hal ini orang Yahudi atau bangsa Israel sangat serius dengan segala hiruk pikuk di negara kita, jadi jangan heran bila kita akan selalu jadi perhatian dunia internasional, terutama Free-Masonry dan tentunya negara tempat Zionis Internasional bermarkas yakni Amerika Serikat dan Israel.

    Bagaimana dengan kaum Muslimin yang mayoritas di negara Indonesia, apakah mereka (atau kita = bagi kaum muslimin yang membaca tulisan saya ini) akan mengabaikan dan membiarkan RAHASIA BESAR kekayaan dunia yang terpendam di bumi Nusantara ini lepas ke tangan kaum Zionis Internasional. Dan tidaklah saya MENGANGKAT MASALAH SARA atau mau mengundang kebencian terhadap kelompok, suku, bangsa dan agama lain, JUSTRU saya INGIN mengingatkan agar terciptanya perdamaian dunia maka haruslah kita mengetahui segala tanda-tanda, pertanda, simbol, lambang, sinyalemen, insting atau singkatnya ilmu pengetahuan dunia (dan apa yang saya maksudkan adalah bukan saja ilmu dunia tapi juga ilmu semua agama, Yahudi, Kristen, Islam dan agama dunia seperti Hindu, Budha, Konghucu, Kepercayaan Jawa, Shinto, dan lain-lain (termasuk agama-agama dean kepercayaan animisme serta dinamisme dunia maupun lokal).
    Di situ banyak sekali pelajaran tentang manifestasi kehadiran Setan ke dalam dunia Manusia dan Jin. Cobalah kita pelajari dan pegang 1 (dan hanya satu) keyakinan untuk memperteguh hati kita agar tidak jadi GILA dan NYELENEH seperti kebanyakan para (maaf)
    DUKUN, PARANORMAL.
    Saya tidak pernah bilang bahwa intuisi, insting, perkiraan, ramalan, dugaan mereka adalah kNGACO atau NYELENEH. Namun apa-apa yang datangnya tidak berdasarkan petunjuk dari Tuhan (tentunya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Suci) maka patut untuk kita selidik ULANG berkali-kali. Yang ekstrim adalah JANGAN PERCAYA.

    Tapi, dalam kaidah kajian keilmuan yang memang bersifat ilmiah, setiap pendapat, tulisan, dan berita atau cerita (termasuk “apa-apa” yang mereka sebut dengan “kitab suci” yang datang dari tuhan), harus jelas silsilah, asal-usul sumber pendapat, tulisan dan berita atau sumber ceritanya.

    Klaim subyektif bukan ukuran di sini, kalo mau jujur, cara yang paling aman adalah dengan membenturkan segala “apa-apa” yang mau kita anggap sebagai “ilmu pengetahuan” itu dengan tes ujian berulang-ulang (atau menguji HIPOTHESA) hingga menjadi sebuah THESIS yang penuh kajian uji akurat dan relevansi.

    ARTINYA…………………. BANGSA INDONESIA terbukti secara “klinis” memang sebuah bangsa yang BESAR dan akan menentukan akhir perjalanan sejarah dunia.
    lihat peristilahan “LAUT PANTAI SELATAN — Nyi Roro Kidul” yang sangat erat kaitannya dengan penimbunan harta kekayaan emas dunia (perlu kajian mendalam dan penelitian yang akurat ke dalam laut Pantai Selatan Indonesia) hingga ke kepulauan King Solomon (Kerajaan Sulaiman).

    Bila ingin mendiskusikan dan membahasnya lebih jauh lagi bahwa Indonesia adala h sebuah bangsa Besar, silakan hubungi saya di e-mail atau telepon saya di atas. Terima kasih.

  19. salim said,

    lo harta kekayaan Raja Salomo ke pantai selatan, emangnya ada hubungan apa? apa ratu kidul itu bininya Raja Salomo.

    ini hanya pikiran sempit, yang tidak tahu sumbernya darimana asalnya. kalau nulis jangan asbun, asal bunyi aje. buktiin donk. apa gak salah tuh.

    wong Barus itu pelabuhan terbesar kok, dimana utusan Raja Salomo dan keturunannya datang ke Barus, TAPANULI, TANAH BATAK.

    dari budayanya saja sudah kelihatan, kasihan anda menulis ini, hanya buang-buang waktu, karena fanatisme sempit dan cetek pemikirannya…

    saya sudah bilang ini batu, tapi anda bilang ini roti, ya sudah, saya telah beritahu itu batu kok malah dimakan, ya makanlah biar rontok gigimu….

    he he … ini hanya joke ok.

  20. kotono said,

    nyi roro kidul sama nabi raja solomon kawinan … nonton film dimana mas?? hhhheheheh..

  21. kotono said,

    nyi roro kidul sama raja solomon kawinan … nonton film dimana mas?? hhhheheheh..

  22. koko said,

    terima kasih. infonya bermanfaat,

  23. Mirza said,

    Terima kasih khususnya kepada penulis dan para comment yang menuturkan panjang lebar tentang Israel. Apalagi dengan keterangan dari Al-Qur’an dan Alkitab yang lumayan lengkap. Semoga info ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan lebih memperjelas informasi yang ada sekarang ini.

  24. seorangsatya said,

    Nyi Roro Kidul bukan nikahan ama Raja Solomo. Baca lagi, bung. Itu “istilah”.

  25. abdilah said,

    Pernah saya membaca sebuah artikel bahwa dajal telah pindah dari amerika ke israel.sang penulis adalah orang yang memiliki sudut pandang yang sangat berbeda Dan telah mengabdikan hidupnya untuk menelusuri jejak” dajal.dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa setelah kejadian WTC dajal pindah ke Israel.bersamaan dengan kepindahan dajal ke Israel dia (penulis) memprediksikan bahwa semua negara ISLAM di timur tengah akan bergejolak terjadi perang, huru hara dll!! (sudah TERBUKTI saat ini!!) Dan semua kejadian” yg terjadi di negara” liga arab tidak lain Dan tidak bukan adalah ulah dajal untuk melemahkan Islam!!kejadian di WTC pun adalah rekayasa agar amerika bisa menyalahkan para pejuang jihad!!yang saya percayai adalah: perang di Palestine tidaka akan berakhir sampai akhir jaman. saat ini dajal sudah berada di Israel. Sudah adanya pasukan misterius berpakaian serba hitam yang membantu palestina (BELUM ada bukti baru sebatas kesaksian dari warga sekitar).KIAMAT sudah dekat!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: