Homoseksual dan Lesbian dalam Perspektif Fikih

Sikap Islam dalam masalah homoseksual dan lesbian sudah jelas. Mengharamkan! Termasuk Ijma’ para ulama tak pernah berselisih


Oleh:  L. Supriadi, MA *

“Kurang syah, jika tak nyeleneh.” Kalimat ini, barangkali tepat untuk dikatakan pada para aktivis gerakan Islam Liberal.  Sikap nyeleneh itu, paling tidak disampaikan oleh Dr. Siti Musdah Mulia –yang katanya– guru besar UIN Jakarta baru-baru ini.

Dalam sebuah diskusi yang diadakan di Jakarta hari Kamis 27 maret 2008 lalu, tiba-tiba ia mengeluarkan pernyataan bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam. (dilansir www.hidayatullah.com, Senin 31 maret 2008).

Tak hanya itu, Siti Musdah melanjutkan bahwa sarjana-sarjana Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseksual dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama.

Bagi sebagian kalangan, sebenarnya tidak ada yang baru dari pernyataan para aktivis liberal seperti Siti Musdah ini. Ia hanyalah pengulangan pemikiran teman-temannya di komunitas JIL (Jaringan Islam Liberal). Sekalipun isu atau wacana, yang dilontarkan berbeda tetapi gayanya hampir persis sama. Yang membuat ia berbeda adalah jarak rambahnya yang begitu jauh.

Beriringan dengan penghinaan dan penistaan media masa Barat terhadap Nabi Muhamad dan umat Islam. Isu yang disampaikan Musdah juga digulirkan oleh kaum Kristen dan Yahudi sekular-liberal Barat seperti di Belanda, Belgia dan Spanyol.

Sekalipun tulisan ini tidak bermaksud mengaitkan atau menghubungkan kepentingan-kepentingan antara JIL nya Siti Musdah dengan Barat, tetapi kita patut bertanya, ada apa dibalik ini semua?

Sebenarnya, apa yang disampaikan Musdah hanyalah “membeo” Frank Van Dalen Ketua organisasi kaum homoseksual Belanda (COC) atau Boris Van Der Ham anggota parlemen dari partai sosial liberal Belanda yang menuntut persamaan hak para gay dan lesbian. Mereka juga mengecam gereja.

Yang mengherankan juga adalah antusiasme yang berlebihan untuk membela wacana tersebut di tengah “usaha” segelintir orang yang tergabung dalam komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender)  untuk menuntut penyetaraan HAM, keadilan dan anti-diskriminasi.

Luth, Bible dan Sejarah Peradaban

Kalau kita telaah sejarah peradaban manusia, sebenarnya fenomena penyimpangan seksual sudah muncul jauh sebelum masa Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada masa Nabi Luth yang diutus untuk kaum Sadoum. Hampir semua kitab tafsir mengabadikan kisah tersebut ketika menyingkap kandungan ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Luth.

Allah berfirman : Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Allah menggambarkan Azab yang menimpa kaum nabi Luth : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud : 82-83]

Semua ayat di atas secara jelas mengutuk dan melaknat praktik homoseksual karena bertentangan dengan kodrat dan kenormalan manusia.

Perlu diingat, sikap keras melaknat itu bukan hanya pada Islam. Namun juga pada agama Kristen.

Praktik homoseksual juga menjadi momok yang menakutkan di agama Kristen. Bibel menyebutnya sebagai ibadah kafir yang lazim dikenal dengan nama “pelacuran kudus”. Ia sangat mengutuk dan mengecam pelakunya karena itu bertentangan dengan moral.

Dalam Perjanjian Baru, Roma 1:26-27, Rasul Paulus mengingatkan, bahwa praktik homoseksual adalah sebagian dari bentuk kebejatan moral dunia kafir, dari mana orang-orang kristen sebenarnya telah dibebaskan dan disucikan oleh Kristus.

Dalam Imamat 20:13 berbunyi : ”Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri”. Yang melakukannya diancam dengan hukuman mati.

“Hombreng” dan Fikih

Dalam khazanah keilmuan islam khususnya fikih, praktik homoseksual dan lesbian –sering diplesetkan sebagai kaum “hombreng” mudah dicari rujukannya. Kelainan seksual yang dalam Islam ini sering disebut al faahisyah (dosa besar) yang sangat menjijikkan dan bertentangan dengan kodrat dan tabiat manusia. Oleh karenanya para ulama sangat mengutuk, mengecam dan mengharamkannya.

Kalau ditelusuri secara gramatikal (bahasa) tidak ada perbedaan penggunaan kata antara homoseksual dan lesbian. Dalam bahasa arab kedua-duanya di namakan al liwath. Pelakunya di namakan al luthiy (lotte). Namun Imam Al-Mawardi membedakannya. Beliau menyebut homoseksual dengan liwath dan lesbian dengan sihaq atau musaahaqah. (lihat : al hawi al kabir karya al mawardi : juz :13 hal : 474-475)

Ibn Qudamah Al Maqdisi menyebutkan bahwa penetapan hukum haramnya praktik homoseksual adalah Ijma’ (kesepakatan) ulama, berdasarkan nash-nash Al-Quran dan Al-Hadits. [al mughni juz :10 hal : 155].

Imam Al Mawardi berkata, “Penetapan hukum haramnya praktik homoseksual menjadi Ijma’ dan itu diperkuat oleh Nash-nash Al-Quran dan Al-Hadits. [Kitab Al hawi al kabir, juz :13 hal : 475]

Mereka dalam hal ini berbeda pendapat mengenai jenis dan bentuk hukuman yang dikenakan kepada pelakunya. Itu timbul karena perbedaan dalam meng-interpretasi dalil-dalil yang bersumber dari Al-Quran, Al-Hadits dan Atsar (Fakta sejarah sahabat).

Ayat-ayat di atas (Al A’raf : 80-84 dan Hud : 77-83) secara jelas berisi kutukan dan larangan Allah SWT terhadap pelaku praktik homoseksual. Itu juga diperkuat oleh hadits-hadits berikut:

Hadits riwayat Ibn Abbas : “Siapa saja yang engkau dapatkan mengerjakan perbuatan homoseksual maka bunuhlah kedua pelakunya”. [ditakhrij oleh Abu Dawud 4/158 , Ibn Majah 2/856 , At Turmuzi 4/57 dan Darru Quthni 3/124].

Hadits Jabir : “Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

Hadits Ibnu Abbas : “Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]

Perbedaan atsar (penyikapan baik dengan kata atau perbuatan) para sahabat adalah dalam menentukan jenis hukuman yang dikenakan kepada pelaku. Diantara perbedaannya adalah; membakarnya dengan api, menindihnya dengan dinding, dijatuhkan dari tempat yang tinggi sambil menimpuknya dengan batu, ditahan di tempat yang paling busuk sampai mati.

Para ulama fikih setelah menyepakati haramnya praktik homoseksual dan lesbian, mereka hanya berbeda pendapat mengenai hukuman yang layak diberlakukan kepada pelaku. Perbedaan hanya  menyakut dua hal;  Pertama: perbedaan sahabat dalam menentukan jenis hukuman, sebagaimana tersebut di atas. Kedua: perbedaan ulama dalam mengkategorikan perbuatan tersebut, apakah dikategorikan zina atau tidak? Dan itu berimplikasi terhadap kadar atau jenis hukuman yang dikenakan

Ulama dan hukuman

Imam Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi) berpendapat : praktik homoseksual tidak dikategorikan zina dengan alasan: Pertama: karena tidak adanya unsur (kriteria) kesamaan antara keduanya. unsur menyia-nyiakan anak dan ketidakjelasan nasab (keturunan) tidak didapatkan dalam praktik homoseksual. Kedua: berbedanya jenis hukuman yang diberlakukan para sahabat (sebagaimana di atas). Berdasarkan kedua alasan ini, Abu Hanifah berpendapat bahwa hukuman terhadap pelaku homoseksual  adalah ta’zir (diserahkan kepada penguasa atau pemerintah). [al hidayah syarhul bidayah 7/194-196, fathul qadir juz : 11 hal : 445-449 dan al mabsuth juz :11 hal : 78-81]

Menurut Muhammad Ibn Al Hasan As Syaibani dan Abu Yusuf (murid Abu Hanifah) : praktik homoseksual dikategorikan zina, dengan alasan adanya beberapa unsur kesamaan antara keduanya, seperti: Pertama, tersalurkannya syahwat pelaku. Kedua, tercapainya kenikmatan (karena penis dimasukkan ke lubang dubur). Ketiga, tidak diperbolehkan dalam Islam. Keempat, menumpahkan (menya-nyiakan) air mani. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Muhammad Ibn Al Hasan dan Abu Yusuf  berpendapat bahwa hukuman terhadap pelaku homoseksual sama seperti hukuman yang dikenakan kepada pezina, yaitu: kalau pelakunya muhshan (sudah menikah), maka dihukum rajam (dilempari dengan batu sampai mati), kalau gair muhshan (perjaka), maka dihukuman cambuk dan diasingkan selama satu tahun.  [dalam al hidayah syarhul bidayah 7/194-196, fathul qadir juz : 11 hal : 445-449 dan al mabsuth juz :11 hal : 78-81]

Menurut Imam Malik praktek homoseksual dikategorikan zina dan hukuman yang setimpal untuk pelakunya adalah dirajam, baik pelakunya muhshan (sudah menikah) atau gair muhshan (perjaka). Ia sependapat dengan Ishaq bin Rahawaih dan As Sya’bi. [minahul jalil, juz : 19 hal : 422-423]

Menurut Imam Syafi’i, praktik homoseksual tidak dikategorikan zina, tetapi terdapat kesamaan, di mana keduanya sama-sama merupakan hubungan seksual terlarang dalam Islam. Hukuman untuk pelakunya: kalau pelakunya muhshan (sudah menikah), maka dihukum rajam. Kalau gair muhshan (perjaka), maka dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. Hal tersebut sama dengan pendapat Said bin Musayyib, Atha’ bin Abi Rabah, An Nakha’I, Al Hasan dan Qatadah. [al majmu’ juz : 20 hal : 22-24 dan al hawi al kabir, juz : 13 hal : 474-477]

Menurut Imam Hambali, praktik homoseksual dikategorikan zina. Mengenai jenis hukuman yang dikenakan kepada pelakunya beliau mempunyai dua riwayat (pendapat): Pertama, dihukum sama seperti pezina, kalau pelakunya muhshan (sudah menikah) maka dihukum rajam. kalau pelakunya gair muhshan (perjaka), maka dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. (pendapat inilah yang paling kuat). Kedua, dibunuh dengan dirajam, baik dia itu muhshan atau gair muhshan. [al furu’, juz :11 hal : 145-147, al mughni juz : 10 hal : 155-157 dan al inshaf juz : 10 hal : 178]

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa di antara landasan hukum yang mengharamkan praktik homoseksual dan lesbian adalah Ijma’. untuk mengetahui lebih jelas peran Ijma’ dalam menentukan suatu hukum, kita akan membahasnya secara sederhana.

Ijma’ Sebagai Konsep Hukum

Kalau kita telaah referensi-referensi yang menjadi sumber dasar penetapan hukum Islam, maka di antara instrument hukum tersebut adalah Ijma’.  Posisi kekuatannya sebagai sumber hukum menempati urutan ketiga setelah Al-Quran dan As-Sunah. Ijma’ lahir dan muncul setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Ijma’ merupakan kesepakatan para mujtahid (ahli ijtihad) setelah wafatnya Rasulullah terhadap suatu kasus hukum dalam suatu masa.

Jadi yang menentukan suatu hukum sudah menjadi Ijma’ atau belum adalah para mujtahid (ahli ijtihad) yang berkompeten dalam bidangnya. Dus, bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang memiliki syarat-syarat baku yang mendukungnya untuk memahami nash-nash (Al-Quran dan As-Sunah) dan mengaitkannnya dengan realita, seperti menguasai ilmu-ilmu seperti bahasa Arab, maqasidus syari’ah, fikih dan ushul fikih, ilmu tafsir dan lain sebagainya disebutkan dalam ushul fikih.

Sekalipun pintu ijtihad selalu terbuka, tetapi untuk urusan hukum, tidak semua orang bisa mengklaim dirinya mujtahid atau menganggap siapa saja boleh berijtihad. Apalagi merubah hukum yang sudah pasti kebenarannya.

Haramnya homoseksual dan lesbian ini, sudah menjadi Ijma’ (ketetapan ) ulama Islam. Artinya, tak ada diantara mereka yang berselisih. Jadi, tidak ada seorang ulamapun yang berpendapat tentang kehalala nya. Dan itu sudah menjadi ketetapan hukum sejak masa Nabi, sahabat sampai hari kemudian. Jadi tidak bisa diotak- atik –apalagi– dengan justifikasi rasional.

Islam meyakini bahwa segala perintah dan larangan Allah –baik berupa larangan atau perintah—tak lain bertujuan untuk menciptalan kemaslahatan hidup manusia di dunia dan akhirat. Hatta, termasuk tujuan pelarangan praktik homoseksual dan lesbian yang dimaksudkan untuk memanusiakan manusia dan menghormati hak-hak mereka.

Sangat terlalu lengkap –kalau tidak boleh disebut kaya– hanya untuk menelusuri haram dan tidaknya soal homoseksual dan lesbian dalam Islam. Masalahnya agak aneh, jika doktor UIN seperti Musdah Mulia melewatkan begitu saja. Jikapun beliau tidak paham –mungkin karena keterbatasannya dalam ilmu fikih– lebih tepat sekiranya agak berhati-hati. Masalahnya, mengapa begitu memaksakan diri? lantas ada apa dibalik itu? Wallahu a’lam

*Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor di Universitas Islam Omdurman Sudan, Fakultas Syari’ah dan Qonun Jurusan Ushul Fikih. Sekarang berdomisili di Kairo Mesir.

source :hidayatullah.com

19 Komentar

  1. Zina,Homoseksual dan Lesbian | tanbihun.com said,

    […] dhymas.wordpress.com […]

  2. Zina,Homoseksual dan Lesbian « syehnunuwalkolam said,

    […] dhymas.wordpress.com […]

  3. irwan irawan said,

    Terima kasih atas infonya.
    Apa yang harus saya lakukan untuk melepaskan ini semua, saya sendiri merasa sangat sedih menyadari bahwa saya adalah orang yang suka terhadap sejenis, saya sudah berusaha sekuat hati dan tenaga untuk melepaskan ini semua, tapi saya malah tambah tersiksa dengan semua yang saya hadapi.
    mungkin bagi orang – orang normal mudah saja bilang, perbanyak ibadah, baca alquran dsb dan jauhi semuanya yang berhubungan dunia gay. tapi semua itu sudah saya lakukan tapi tetap saja bahwa saya tidak melepaskan perasaan ini, orang -orang seperti kami tidak bisa berbuat apa – apa untuk melepaskan perasaan ini.
    Bukankah ALLAH SWT maha adil dan bijaksana, bukankah setiap insan diciptakan atas kehendaknya ( ALLAH SWT ) dan ada tujuannya masing2. trus orang -orang seperti kami ini apa? bukankah juga mahluk ciptaannya. kalau boleh memilih kami juga tidak mau hidup seperti ini, apa kami meminta. tidak kan. bahkan perasaan ini muncul dengan sendirinya tanpa kami sadari dan memintanya.
    Kepada siapa kami harus berlindung, mengadu, dan mencurahkan ini semua selain Kepadanya.
    bahkan disetiap do’a – do’a yang sy panjatkan bahwa sy minta dijauhkan dan dibuang perasaan ini. bahkan ambil saja nyawa saya daripada harus merasakan ini semua dan takut tidak kuat menahan ini semua yang pada akhirnya melakukan dosa yang dibenci allah.
    yang menjadi pertanyaan saya dan juga mungkin yang lain adalah:
    1. Apa yang kami harus lakukan untuk membuang ini semua
    2. jika ada obat yang bisa mengobati ini apa obatnya.

    BUNUH SAJA KAMI DARIPADA HARUS MERASAKAN INI SEMUA. AGAR TIDAK MELAKUKAN DOSA LAGI. DENGAN SATU SYARAT ORANG YANG MEMBUNUH KAMI HARUS ORANG YANG TIDAK PERNAH MELAKUKAN DOSA.
    TRUS APA YANG HARUS SAYA YAKINI DAN MENJADI PEGANGAN. BUKANKAH TAKDIR, JODOH, REJEKI SERTA APA YANG TERJADI DIDUNIA INI ADALAH CIPTAAN DAN KEHENDAKNYA.
    sekuat hati dan tenaga saya menjauhi ini semua namun tetap saja bahwa saya tidak bisa menghilangkan apa yang saya rasakan.

    terima kasih.

    • faik said,

      Itu adalah ujian Allah terhadap anda,,tergantung anda nya nanti bagaimana menyikapi…seseorang pecandu narkotik yg akut cenderung untuk tdk bisa melepaskan kebiasaan nya “menikmati” narkotik yg dia konsumsi walau sebenarnya dia mengetahui bahwa narkotik tsb tdk baik buat diri nya…itulah hidup..kita bebas memilih,tetapi semua ada akibat nya yg akan kita pertanggung jawabkan kelak…tetapi tdk sedikit dari para pecandu narkotik itu yg bisa terbebas dgn melawan perasaan/rasa suka nya menikmati hal tsb..itulah bentuk perjuangan mereka demi memperoleh kembali kebaikan/kebenaran fitrah nya…jika anda hendak membunuh/ingin di bunuh maka bunuh saja persaan anda itu dgn kemauan yg kuat untuk kembali normal..itulah nanti yg akan mendapatkan keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT…problem nya hanya anda mau atau tdk mau,..itu saja!!!…jika anda mau berubah itu berarti kebaikan yg anda pilih..jika anda memutuskan untuk tetap seperti itu,artinya anda gagal mengendalikan nafsu syahwat menyimpang anda yg resiko nya akan anda tanggung sendiri…renugkanlah…kesenangan sementara di dunia ini pastilah sangat jauh dlm bandingan nya dgn kesenangan di negeri akhirat yg telah Allah sediakan jika anda termasuk orang2 yg percaya/beriman kpd Allah SWT.

    • Tharachman said,

      BUNUH SAJA KAMI DARIPADA HARUS MERASAKAN INI SEMUA. AGAR TIDAK MELAKUKAN DOSA LAGI. DENGAN SATU SYARAT ORANG YANG MEMBUNUH KAMI HARUS ORANG YANG TIDAK PERNAH MELAKUKAN DOSA.====+> wuihhh ini copy paste dari ayat di injil versi nasrani, perkataan bunda mari ketika yesys hendak di salib… hehhehe ambil rujukan saja dari injil versi nasrani ? gimana ini?

      bener kata mas faik, ini ujian anda dari ALLAH, dan benar ini sunatullah, tapi anda di berikan pedoman yg sungguh luar biasa (jika anda mengerti dan menerimanya dgn hati yg jernih) yaitu al qur’an dan hadist.

      ujian anda itu sanga berat mas, saya akui itu…
      tp perlu anda ingat di bali ujian yg berat jika anda mampu melewatinya maka insyaallah anda akan diangkat derajatnya kearah kemulian.

      jangan menyerah dan cengen maen bunuh diri or nyuruh bunuh aja.. sabarr.. jika anda mau anda (insyaallah) pasti bisa !! jika anda mau?

      saya do’akan anda bisa melewati ujian ini… amin

    • Christina Merry said,

      ya Alloh,…bantulah mreka yg sudah memiliki niat baik untuk meninggalkan dosa itu,..kuatkan hatinya untuk bertobat padamu dan jauhkan mreka dari cobaan yg bisa membuat niat mreka menjadi lemah,bimbinglah dan berikan jalan yang Kau ridhoi untuk mreka..amiin…🙂

  4. aL said,

    bISMILLAHIRAHMANIRAHIM..

    huh..sy cuma mahu berkongsi nasihat..
    baiklah..saudara kata saudara tlh cuba utk meninggalkan perbuatan terkutuk itu..

    ttp cubalah saudara renungkan semula dan bermuhasabah diri semula..
    adakah sdh cukup ikhlas atau pun khusyuk saudara melakukannya?

    Misalnya,saudara ingin bertaubat..tp sdh sempurnakah syarat2 taubat?
    Ini sy ambil dr blog FIELD OF DREAMS:

    1. Segera menghentikan maksiat/perlakuan dosa tersebut. .

    2. Menyesal dengan penyesalan yang benar atas maksiat/dosa2nya.

    3. Berazam sungguh2 untuk tidak mengulangi lagi perlakuan maksiat tersebut selamanya

    4. Jika dosa2 tersebut dengan haq Tuhannya maka wajib menggantikan segala yang tertinggal. Umpamanya tertinggal solat, puasa dll.

    5. Jika dosanya sesama manusia selain mohon keampunan Allah wajib pula mengembalikan haknya. Maksudnya adalah :

    i) Jika pernah menzalimi, memfitnah, mencaci, menyakiti, menuduh tanpa hak, mengumpat dll maka wajib berjumpa dan memohon maaf daripadanya.

    ii) Jika pernah mengambil harta tanpa hak, maka wajib dikembalikan atau diganti dengan yang sama atau di minta halal.

    6. Ikhlas. Taubat yang mempunyai maksud kepentingan duniawi tidak diterima.

    7. Taubat dilakukan pada masa diterima-nya taubat. Masa diterimanya taubat adalah:
    I) Sebelum saat sakaratul maut (sebelum nyawa sampai halkum).
    Ii)Sebelum Matahari terbit dari barat (tanda besar Qiamat).

    Setelah semua ini dilakukan oleh seorang hamba dengan penuh keinsafan, penyesalan dan air mata taubat yang sungguh2 maka berdasarkan keterangan para Ulama2 yang siddiq, taubatnya di terima. Perlu diingat bahwa di sana terdapat syarat2 yang ketat diantaranya berazam sungguh2 tidak ulangi lagi…..disini TITIK PALING PENTING!

    Tetapi timbul persoalan ; Pada zaman kemudian daripda taubat itu, bagaimana kalau orang ini melakukan lagi kesalahan tersebut.? Dalam hal ini wajiblah atasnya bertaubat lagi sepertimana tadi juga. Iaitu benar2 berazam dan mohon merayu kepada Allah DAN BERAZAM tidak mengulangi lagi dosa tersebut.

    Bagaimana setelah taubat yang sungguh2 tersebut dia buat lagi dosa yang sama juga……? Maka jawapanya sama juag ,,,,Taubatlah lagi dengan sungguh2 seperti permulaan!

    Jika ada yang bertanya ; Bukankah ini bermain2 namanya?

    Kita menjawab : Perbuatan ini akan dikira mempermain2kan Allah jika semasa taubatnya terlintas dihatinya bahwa dia akan buat lagi ma’siat tersebut. Tetapi jika dia benar2 bertaubat sebagaimana syarat2 diatas sah taubatnya, dan telah suci dirinya pada ketika itu.

    Semoga Allah memberi kedamaian hati kepada kita semua agar sentiasa didalam kesucian!
    _______________________________________________________
    ini pula pengalaman sy sendiri:

    Sy tahu sesungguhnya org yg merasainya lbh mengetahui betapa sukarnya utk mnggalkannya,bukan..krn sy turut pernah mengalaminya..
    Sy pun confuse tnntg perasaan ini..Pada mulanya sy hanya admire org tersebut..tp at last dia plak syok kat sy..dia berlainan bangsa dgn sy..masa sy brtahu sy x nak trskan lagi krn brtntgn dgn agama sy..dia pun sgt sedey..dia kata sy nak tinggalkan dia..setiap malam sy akan menangis sampai akhirnya sy terpaksa memakai spec..Bayangkanlah setiap hari sy akan jumpanya di sek..kelas yg sama..Jd di sini sy ingin brkongsi antara kaedah yg sy cuba bg membanteras perbuatan yg dilaknat allah ini..alhamdullilah dah 2 tahun sy melaksanakannya:

    1.melazimi membaca quran dan memahaminya krn dlm al-quran itu allah memberikan kata2 penyembuh hati yg luka ini.

    2.menjauhinya dan x pandang dia lgsung sbb tkt dari mata turun ke hati..allah pun ada ckp dalam surah nur utk sentiasa menjaga pandangan ini.

    3.qiamulail

    4.fahamilah setiap maksud ayat yg dibaca dlm solat spy hati ni khusyuk
    org normal pun hrs melakukannya..

    5.sibukkan diri dgn perkara yg mendekatkan diri dgn allah..misalnya hafallah hadis atau quran..atau baca novel islam yg menjadi pembakar smngat utk mencntohi tokoh2 terdahulu..

    6.bersahabat dgn org yg mengingatkan kita kpd allah atau dengarlah lagu2 yg boleh kita memuhasabah diri ini..

    7..setelah semua usaha dilakukan,berdoalah kpdnya..minta ampun kpdnya..fahami ayat yg diungkapkan jika ia bahasa arab.

    Ingatlah sesungguhnya saudara melakukannya kerana allah..Setiap kali memikirkan org itu..INGAT ALLAH AKAN MURKA,NABI MUHAMMAD AKAN SEDIH KALAU LIHAT DIRI INI SEDANGKAN RASULLULLAH SENTIASA MEMOHON AMPUNAN UNTUK UMATNYA..MAHUKAH KITA MENGKHIANATI CINTA MRK??percayalah setiap penyakit ada ubatnya..itu janji allah,kay??sama2 kita berjuang!!!!

  5. aL said,

    oh..sy terlupa..dalam dunia ni..tiada siapa yg tdk pernah melakukan dosa..
    hanya nabi dan rasul sahaja yg bersifat maksum..
    oleh itu x usahlah saudara minta utk dibunuh..
    trskan kehidupan dgn bersungguh-sungguh..

    Sesungguhnya allah berfirman,tidaklah dia menjadikan manusia dan jin melainkan utk beribadat kpdnya..jd kembalilah kpd fitrahmu..

    Jgn buang masa melakuknt maksiat krn kita tdk tahu bilakah ajal akan sampai.

    Kwn sy kata..sbnrnya apabila allah menyayangi kita,dia akan hantarkan malaikan utk beri present(ujian) kpd kita..Allah mesti rindu utk mendgr rintihan saudara..trskan merintih kpdnya..^______^

    ALLAH KATA,”SETIAP KESUSAHAN AKAN DISUSULI DGN KESENANGAN”

    jd saudara harus percaya janji allah..alwayz keep the faith..

  6. ali rohman nst said,

    semoga allah melembutkan hati kita, dan meenjadikannya semakin terpauy dengan kasih sayangnya, sesungguhnya apa yang kalian rasakan adalah awal dari sebuah perjuangan, erjuanglah menghadapi kelainan itu, berjuanglah sahabatku, karena kuyakin allah melihat usaha kalian, iarlah hari ini kalian tidak bisa menikmati indahnya kehidupan surga dunia itu, tapi yakinlah janji allah itu pasti, allah akan memberikan kepada kalian hal apa yang kalian inginkan, semoga allah menguatkan azzam kalian, meguatkan ke imanan kita, dan menjadikannya hamba yang senantiasa mencintai sunnahnya, amiin.

  7. Noname said,

    Saya ingin meng-share pengalaman saya. Saya pun seorang yang memiliki ketertarikan pada sesama jenis. Semasa kecil kehidupan saya berjalan normal-normal saja seperti anak laki-laki lainnya, meskipun belakangan setelah SMP saya lebih sering bermain dengan perempuan karena saya sering dibully oleh teman2 laki2 saya karena sifat saya yang agak kemayu. Sebenarnya tidak begitu sering juga main dengan anak perempuan, karena saya justru lebih sering menyendiri dan menutup diri dari lingkungan. Saya merasa bahwa kehidupan saya sudah hancur, orang tua saya jarang ada di rumah dan kurang perhatian (khususnya ayah saya). Bila dibandingkan dengan teman-teman lainnya saya termasuk lugu. Teman2 SMP bahkan SD saya, mereka sudah mengerti hal2 mengenai seks dan bahkan mengaku pernah melihat film porno. Tetapi, saat itu saya sama sekali tidak mengerti apapun. Sejujurnya sejak saya duduk di kelas 6 SD saya sering bermimpi dipeluk dan dicium oleh pria. Saat itu saya tidak memimpikan melakukan anal seks, karena jangankan anal seks, seks normal pada umumnya pun saya tidak mengerti. Tetapi, dalam mimpi itu saya dipeluk dan diciumi oleh pria bertelanjang dada. Dan saya dapat merasakan kenikmatan seperti layaknya saat mimpi basah (namun tanpa mengeluarkan sperma). Semenjak itu saya mulai punya ketertarikan pada pria. Dan karena itu juga, saya sering menghindari bergaul dengan laki-laki karena saya ingin menahan perasaan ini. Saat saya duduk di kelas 2 SMP tanpa sengaja saya melihat film porno(normal cewek dan cowok). Saat itu saya baru mengetahui bentuk tubuh wanita dewasa. Tapi, saat melihat film itu saya sama sekali tidak tertarik dan segera mematikannya. Dan tepat keesokannya saya mimpi basah seperti biasa saya memimpikan pria kembali. Dalam mimpi itu sama sekali tidak ada gambaran saya melakukan anal seks, namun mimpi seperti biasanya namun bedanya saat itu saya mengeluarkan sperma. Sampai sekarang perasaan itu tidak pernah hilang. Yang saya takutkan, sekarang usia saya 20 tahun dan suatu saat nanti pasti saya harus menikah. Bgaimana saya bisa menikahi seorang wanita sedangkan saya sendiri tidak suka dengan wanita. Dan seandainya pun saya berpura-pura suka saya tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan “batin” istri saya. Apa yang harus saya lakukan sedangkan saya tidak pernah bergaul dengan orang2 gay ataupun melihat film gay, dsb. Saya sangat sedih dengan orang2 yg segera menjudge gay itu sebgai sesuatu yang dosa. Sedangkan perasaan ini bukan keinginan saya sendiri. Saya tidak pernah berhubungan badan dengan pria, karena semua itu jelas berdosa dan akan dilaknat Allah. Tapi apakah saya salah karena memilki perasaan ini sedangkan saya sendiri tidak tahu apa yg menyebabkan hal ini. Seharusnya orang2 dapat merangkul kaum gay/lesbian mensuport mereka (bukan berarti melegalkan hubungan seks sesama jenis). Merangkul dan mengarahkan mereka. Semua pendapat ulama di luar sana seperti menjudge gay itu salah. Bagaimana dengan orang2 seperti saya yg tdk tahu dr mana asal muasal perasaan ini. Saya tidak pernah berhungan dengan gay apalagi berhubungan badan. Lalu apakah saya masih salah? Orang lain bisa mengatakan dengan mudahnya gay salah karena mereka secara natural suka dengan lawan jenis. Belum lagi beban mental yang harus saya hadapi. Banyak pikiran yang mengganjal dalam benak saya. Menurut saya justru jika ada seseorang yang mengkui dirinya sebagai gay kita tidak langsung menjudgenya seperti itu, tp kita rangkul dia. Saya yakin orang2 gay lainnya yg memang senang berhubungan bdan dengan pria ada suatu pelampiasan atas kekesalan mereka.

  8. niki said,

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya seorang wanita muslim berusia 20 tahun. Saya mempunyai teman yang homoseksual serta setelah membaca pendapat teman-teman yang homoseksual disini, saya rasa tidak boleh kita menghina, menjauhi, apalagi menjudge seorang yang gay. Sebenarnya, meski saya islam, saya percaya bahwa orang gay memiliki hak yang sama dengan orang yang berorientasi heteroseksual untuk dapat mencintai. Motto saya, selama tidak ada yang tersakiti, kenapa tidak? Jika anda semua terlalu tenggelam pada aturan itu, orang-orang gay yang beragama islam akan merasa tertekan sehingga tak heran Mas Irwan ingin bunuh diri tentunya karena tekanan sosial, merasa bukan merupakan bagian dari masyarakat. Mengapa mengucilkan mereka padahal mereka bukan kriminal yag merugikan siapa2? Marilah hidup berdamai dengan menerima segala perbedaan yang ada di dunia ini.Terima kasih.

  9. Rajib said,

    Assalamu’alaikum… wr. wb
    Bismillahirrahmanirrahiim…. semoga kisah saya bisa menjadi bahan renungan kita semua…..
    Selama sy berteman, sejauh ini sy punya seorang teman yang gay (teman sy mengakuinya ke sy)… dari segi ibadah memang teman sy alhamdulillah rajin sekali shalat, tadarus dan mengerjakan sunnah2 dan dia juga aktif di kerohanian islam terutama di kampus… dia sempat curhat sama sy kalo apa yg dia rasakan benar2 sulit untuk dilepas namun syngnya sejauh dia bertemu dengan ulama2, tiap kali disinggung masalah orientasi seksual hampir semua ulama menjudge kalo homoseksual salah dan tidak ada satu pun dari mereka mengeluarkan kata2 memotivasi, merangkul bahkan mengajak kaum gay untuk sama-sama bertobat… itu yg sangat disayangkan oleh teman sy selama ini, sampai sekarang dia masih bingung dengan status ibadahnya apakah diterima oleh Allah SWT. Ini sekedar saran saja untuk para ulama, ada baiknya jangan hanya menyampaikan salah atau benarnya, apabila seseorang tersebut salah mohon sekali dibantu agar dapat kembali ke jalan-Nya…..
    Sekian. Wassalam

  10. Nyak Amin said,

    saya rasa semua orang sudah tau tentang haram dan penyakit yang ditimbulkan dari homo/lesbi.
    yang paling cocok tentang hukumannya adalah hukuman mati supaya kebiasaan tersebut tidak menular ke generasi selanjutnya.

    • joko sulistiyo bin kusmaid said,

      perbuatan keji… sangat sangat keji… dampak paling mengerikan dari perilaku homoseksual yang perlu kita ketahui : perilaku ini akan memusnahkan umat manusia.. lebih dahsyat dari perang ataupun bencana alam.. TIDAK AKAN LAGI ADA BAYI BAYI YANG DILAHIRKAN…

  11. novan said,

    Pada dasarnya manusia hidup di dunia tuh punya qada dan qadar. Hal ini berarti kita punya jln hidup masibg masing. Gay . Homo. Ato lesbi di jaman sekarang sudah berevolusi luar biasa. Dari yang hanya sekedar hnya berbatas pada nafsu dn kesenangan sampai yg mngkin bnr bnr mncintai. Pertanyaannya adalah. Mampukh anda bertahan hingga tua kelak berdua tnpa anak. Tnpa kbhagiaan kecil sebuah keluarga. Mngkin bila anda mampu. Mka jdikn hidup anda lbh bermakna utk orang lain. Tpi ingat, hal itu tetap dosa d mata islam, tpi smua keyakinan adalah kepunyaan ALLAH SWT, kelak semua adalah keputusanNya. Jadi qt nh sejatinya milik ALLAH. Yang terpenting. Jadilah lebih baek tiap waktu karena qt tdk tw kpn qt mninggal

  12. Eurostar said,

    Youll get to have the best holiday destinations in India.
    You can please your eyes by watching the grace of this structure
    or by clicking your own photos.

  13. joko sulistiyo bin kusmaid said,

    perbuatan keji… sangat sangat keji… dampak paling mengerikan dari perilaku homoseksual yang perlu kita ketahui : perilaku ini akan memusnahkan umat manusia.. lebih dahsyat dari perang ataupun bencana alam.. TIDAK AKAN LAGI ADA BAYI BAYI YANG DILAHIRKAN…

  14. hamba Allah said,

    PESAN SAYA UNTUK PARA GAY

    Bismillaahirrohmaanirrohiim. Untuk para gay di sini, saya ingin menyampaikan sesuatu. Bahwa ada beberapa prasangka yang salah pada kalian tentang islam, yaitu tentang hadits nabi yang memerintahkan untuk menghukum mati pelaku homoseksual. Kebanyakan kalian di sini berpikir : Mengapa islam kejam? apakah tidak ada tobat bagi kami sebelum kami dihukum mati? Saya akan menjelaskan terakhir. Sebelumnya, saya jelaskan dulu sesuatu yang tidak kalah penting.
    Ingat! Bahwa tidak ada yang menyalahkan ketidaksengajaan hati kalian. Mengapa aku tertarik pada sesama jenis? Tapi yang SALAH adalah bila kalian menuruti hawa nafsu keji kalian sehingga kalian berani melakukan perbuatan yang sangat keji dan dilarang Allah, yaitu ngeseks dengan sesama lelaki. Bahkan dalam Quran sendiri bahwa Allah telah mengisahkan 5 kali kisah kaum Luth yang melakukan homoseksual/liwath, agar kita mengambil pelajaran :

    Allah berfirman : “Dan ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji(homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun di seluruh jagat ini sebelum kalian. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan berbuat kemunkaran di tempat tempat pertemuanmu?’ Namun jawaban mereka tidak lain hanyalah ‘Datangkanlah kepada kamu adzab Allah jika kamu orang orang yang benar’ Dia(Luth) berdoa ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.’ Dan ketika utusan kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka berkata ‘Sungguh kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang yang dzolim.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya di kota itu ada Luth’ Para malaikat berkata ‘Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal(dibinasakan).’ Dan ketika para utusan Kami datang kepada Luth, dia merasa bersedih atas kedatangan mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, ‘Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan)’ Sesungguhnya Kami akan menurunkan adzab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. Dan sungguh, telah kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berfikir” (QS Al-Ankabut : 28-35)

    Selain itu baca juga Quran Surat (Al-Anbiya : 74), (Al-A’raaf : 80-84), (Ash-Shaffat : 133-138), (Al-Qomar : 33-40). Lihatlah, betapa Allah mengulang-ulang kisah kekejian kaum luth sampai 5X, mungkin malah lebih agar kita mengambil pelajaran darinya.

    Mengenai hadits Rasulullah saw yang berisi perintah untuk menghukum mati pelaku sodom/perilaku kaum luth :

    Rasulullah saw bersabda : “Siapa saja diantara kalian mendapati seseorang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.”

    Apabila hadits tersebut adalah benar perkataan nabi Muhammad saw, maka saya meyakininya.
    Namun saya tidak setuju dengan pendapat sayyidina Ali ra, bahwa pelaku harus dibunuh dengan dibakar. Karena hal itu bertentangan dengan Sabda Nabi saw :

    Rasulullah saw bersabda : “Jika kalian membunuh(dengan hak) maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan melegakan sembelihannya.” (HR Muslim)

    FAKTA ANEH YANG TERJADI PADA PELAKU HOMOSEKSUAL

    Saya juga mengamati, dan saya menemukan fakta dan gejala mengerikan yang terjadi pada orang yang melakukan hubungan seksual sesama jenis, yaitu :
    1. Orang yang suka melakukan hubungan seksual sesama jenis itu memiliki masa lalu, yaitu dia pernah disetubuhi oleh sesama laki laki. Dan yang melakukannya adalah seorang gay juga. Kebanyakan hal itu terjadi waktu kecil.
    2. Orang yang suka melakukan hubungan seksual sesama jenis itu itu menderita gejala aneh, yaitu dia merasa ketagihan setelah disetubuhi sesama jenisnya. Apalagi bila dia disetubuhi ketika masih kecil.
    3. Gejala aneh lainnya adalah ketertarikan seksualnya terhadap laki laki(sesama jenis) menjadi sangat besar, mengalahkan ketertarikan seksualnya terhadap wanita.
    4. Hal ini seperti penyakit menular yang sangat berbahaya. Misalnya : si A waktu kecil pernah disetubuhi oleh seorang gay. Lalu suatu saat dia jadi teringat masa lalu tersebut. Dan rasa ketagihan ingin melakukan itu lagi muncul, selalu ingin bersetubuh dengan sesama jenis. Ketika dewasa, dia melampiaskan nafsu bejatnya pada orang lain si B, si C, si D dll. Dan si B,C,D ini juga mengalami gejala yang sama, mereka akan melakukan hal yang dilakukan si A. Sehingga penyakit ini sangat mudah menyebar, seperti virus komputer. Inilah yang mengakibatkan gay gay baru bermunculan. Mengerikan!
    5. Gejala mengerikan lainnya adalah seorang gay sangat mudah CEMBURU bila pasangan gaynya bersetubuh dengan lelaki lain. Kebanyakan dari mereka menjadi sangat tidak segan untuk membunuh orang lain. Hilang sudah akal sehatnya. Bila kita membaca di media massa, banyak pelaku PEMBUNUHAN BERANTAI adalah seorang gay. Ingatkah anda dengan Riyan pelaku pembunuhan berantai? Dia adalah seorang gay. Dan masih banyak contoh contoh pelaku pembunuh berantai lain, ternyata adalah seorang gay yang cemburu lantaran pasangan seksualnya ngeseks dengan gay lain.
    6. Gejala lain adalah seorang gay mudah bunuh diri.

    Dari keenam fakta dan gejala di atas, kita mungkin agak merinding. Bila hadits di atas memang benar, pantas saja bahwa pelaku gay dan pasangannya pantas dihukum mati. Sehingga penyakit jiwa menular yang sangat keji ini tidak semakin merajalela.
    Nah, lalu yang ingin saya sampaikan bahwa beberapa dari kalian salah pengertian :

    1. Kebanyakan kalian mengatakan “Seorang gay memiliki perasaan suka terhadap sesama jenis bukan karena keinginannya!” Ingat! Bahwa tidak ada yang menyalahkan hati kalian. Mengapa aku tertarik pada sesama jenis? Tapi yang SALAH adalah bila kalian menuruti hawa nafsu kepada sesama jenis sehingga kalian berani melakukan perbuatan yang sangat keji dan dilarang Allah.
    2. Tidak adakah pintu tobat sehingga kami harus dibunuh? Tentu ada. Apakah kalian tidak ingat firman Allah dalam quran yang berkali kali diulang? Bahwa dosa yang tidak diampuni Allah hanyalah syirik(menyekutukan Allah). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun.

    Nah bagaimana caranya agar tidak menjadi gay lagi? Mau tahu? Mau?

    1. Tobatlah pada Allah dengan tobatan nasuha sesungguhnya. Sadarilah bahwa perbuatan yang kalian lakukan ini sangat keji. Apapun yang terjadi kalian harus menekan hawa nafsu pada sesama jenis!
    2. Jauhilah teman teman gay kalian, sejauh jauhnya!! Bukan malah ikut memperjuangkan hak kaum HOMOSEKSUAL yang mulai banyak bermunculan komunitasnya seperti sekarang ini! Gay ketemu gay dalam satu komunitas ya malah tambah jadi gaynya. Bukannya memperbaiki diri, pasti malah pengen ngeseks lagi. Ngerusak itu!
    3. Jangan sampai sholat 5 waktu ditinggalkan. Demi Allah, salah satu obatnya ya ada di sholat 5 waktu itu sendiri. Habis sholat jangan langsung berdiri, tapi Berdoalah pada Allah minta kesembuhan. Malah sangat bagus kalo berdoanya habis sholat sunnah tahajud. Luar biasa!

    Pesan terakhir dari saya : Kalau kalian tetap juga gak bisa nahan nafsu buat ngeseks sesama jenis, maka LEBIH BAIK KALIAN KEMBALI KE ALLAH yaitu minta dihukum mati. Dengan niat baik “Agar perbuatan keji ini tidak semakin merajalela”. Itulah jalan kebaikan terakhir yang bisa dilakukan kalau gak bisa juga nahan napsu. Sehingga dengan begitu kalian gak mempengaruhi orang lain yang masih belum ternoda, dan tidak menciptakan gay gay baru.

    Wallahu a’lam

    SEKIAN DARI SAYA, SEMOGA LEKAS SEMBUH AAMIIN. Akhir kata wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

  15. sukiyati said,

    Trimakasih saya sudah dapat amsukan utnuk tugas saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: