3 Mei, 2008 at 5:41 pm (6. BASHIRUDDIN M.A. INTEL SEKUTU)

Pada  masa  Bashir-lah  dan  atas  restunya  pula  Ahmadiyah
menjatuhkan  vonnis  yang  sangat  ngeri pada kaum muslimin,
yaitu apabila mereka tidak mengakui atau tidak taat pada  ke
Khalifahan   Ahmadiyah,   maka   mereka  adalah  orang-orang
FASIQIN; bahkan mereka kaum Muslimin itu adalah  orang-orang
KAFIR!1
 
Bashiruddin   Mahmud  Ahmad  dapat  mengembangkan  Ahmadiyah
dengan pesatnya. Dengan harta karun peninggalan ayahnya  dan
para  sesepuhnya hasil dari pengorbanan bakti setia dan taat
pada musrikin raja Sikh kemudian imperialis Inggris, maka ia
dapat  melicinkan  jalan  bagi  hasratnya  untuk  meneruskan
ajaran-ajaran ayahnya  ke  seantero  negeri.  Ditambah  lagi
dengan mendirikan nazarat Baitul Maal, para pengikutnya yang
kebanyakan kaum kaya raya,  dapat  menghimpun  uang  ratusan
juta rupiah. Pada tahun 1940 bagian dari badan penerima tamu
(nazarat dhiafat) di Qadian setiap  hari  menyediakan  makan
dan  tempat  untuk  400 tamu, setahun sekali untuk 2000 tamu
buat lima hari di sana dan juga untuk setahun sekali  60.000
tamu  buat  empat  hari berjalsah salanah (kongres tahunan).
Itu baru penerimaan tamu saja; belum lagi buat urusan jemaat
di  negeri  lain  (nazarat  umur kharjah), belum lagi urusan
umum jemaat (nazarat umur'amah), belum lagi urusan  mengirim
muballigh-muballigh   ke   seluruh  dunia  (nazarat  da'watu
tabligh) dan lain-lain urusan lagi.2
 
Itu baru tahun 40-an, bagaimana dengan tahun 50-an dan tahun
60-an?  Pada  tahun keuangan 1965/1966 pusatnya Ahmadiyah di
Rabwah saja menetapkan belanja sebesar 8,9 juta Rupee. Kalau
tiap  cabang  Ahmadiyah mengirim ke pusat seribu rupee, maka
cabang sendiri memerlukan paling kurang duaribu rupee.
 
Dcngan ukuran demikian maka belanja tahunan  Ahmadiyah  akan
mencapai:  Dua  Milyar empat Juta rupee.3 Itu baru kalkulasi
kasar-kasaran  saja.   Bagaimana   dengan   tahun   anggaran
1966/1967   dan   seterusnya.  Dan  yang  lebih  hebat  lagi
bagaimana anggaran belanja tahun 70-an sekarang ini?!
 
Dengan pembelanjaan yang  luar  biasa  itu  Ahmadiyah  tidak
mustahil  dapat  mengembangkan  ajaran-ajarannya ke berbagai
tempat di dunia. Jika Ahmadiyah masih mau  mengatakan  bahwa
hasil    keuangan   yang   milyaran   itu   diperoleh   dari
sumbangan-sumbangan para pengikutnya, maka hasil dengan cara
demikian itu adalah nonsens.
 
Belum  lagi  sikap  loyalitas kaum Hindu tatkala Bashiruddin
memegang tampuk  pimpinan  Ahmadiyah,  dan  sikap  lindungan
teduh  dari  imperialis  Inggris  sebelum  angkat  kaki dari
India,  maka  faktor  inipun  tidak  kurang  urgentnya  bagi
melicinkan jalan berkembangnya Ahmadiyah.
 
Bagaimana  effeknya  terhadap  Dajjal  dan Taghut dari hasil
kerja besar Ahmadiyah itu? Sebelum kita sampai pada  peranan
jago  sang  Rohulkudus  terhadap  Dajjal  dan  Taghut,  maka
baiklah kita melihat kembali pada mendiang sang Putera Bapak
yang  di  sorga,  Mirza  Ghulam  Ahmad.  Dialah  tokoh  yang
dibanggakan sang Rohulkudus dan pengikut-pengikutnya  karena
ialah  yang  membinasakan  Dajjal.  Siapakah  Dajjal itu dan
bagaimanakah Dajjal itu  dibinasakan?  Sebelum  sampai  pada
jawaban pertanyaan di atas, kita harus tahu kedudukan Dajjal
dalam pandangan Islam. Dalam hal ini  Nabi  Muhammad  s.a.w.
berkata tentang Dajjal:
 
  "Tidak ada malapetaka yang lebih jahat daripada
   kejahatannya Dajjal sejak Adam a.s. dilahirkan."
   (Shahih Muslim)4
 
Akan tetapi betapapun malapetaka itu telah  mengancam  Islam
dan  ummatnya, Nabi telah menyampaikan kabar gembira tentang
kemenangan  Islam  kelak  terhadap  malapetaka  itu.  Beliau
memberi  kabar  suka  pada  para  sahabat  tentang binasanya
Dajjal di tangan Hazrat Masih Mau'ud a.s. dan berkata:
 
  "Jika Dajjal sampai pada kejayaannya, Allah s.w.t. akan
   membangkitkan Al-Masih seperti Isa ibn Maryam, dan
   Masih Mauud a.s. mengejar Dajjal sampai pada pintu
   gerbang pembantaian dan menyembelihnya di sana."364
 
Dalam  hadits  di  atas,  kata  Ahmadiyah,   pintu   gerbang
pembantaian  mengandung  dua  isyarat  halus.  Pertama bahwa
pertempuran antara hazrat Masih Mauud dan Dajjal  itu  bukan
pertempuran  dengan senjata perang, tetapi pertukaran alasan
dan keterangan.
 
Kedua, bahwa hazrat Masih Mauud akan terus  mendesak  Dajjal
dalam  pertempuran  dan  memaksanya  mundur  sampai ke pintu
gerbang    dan    akan    menyembelihnya    disana    dengan
keterangan-keterangan  dengan akal dan tanda-tanda ghaib dan
senjata rohaniah dan bahwa sekaligus  kekuasaan  Dajjal  itu
akan meleleh mencair laksana garam kena air. 364
 
Kemudian hadits lain mengatakan:
 
  "Ketika Dajjal melihat bahwa Al-masih datang untuk
   memaksa bertempur dengan dia, maka ia mulai larut dan
   lenyap , seperti garam larut dalam air." 364
 
Lebih lanjut Ahmadiyah mengatakan bahwa Mirza  Ghulam  Ahmad
Al-Masih Mauud itu menyadari dan menilai tepat bahaya-bahaya
yang  ada  di  jalan   beliau   dan   tidak   menutup   mata
pengikut-pengikut beliau mengenai besarnya bahaya itu. Dalam
suatu syair beliau berkata:
 
Sekarang ada perang rohaniah antara  abdi  yang  rendah  ini
dengan  syaitan.  Hatiku  jadi  ciut.  Ya tuhan sangat berat
tugas  ini.  Perang  ini  lebih  berbahaya  daripada  perang
RUSIA-JEPANG.  Aku  tanpa alat-alat dan lawanku adalah lawan
yang termashur." 364
 
Akan  tetapi  dalam  perang  mengerikan  itu  beliau   tidak
kehilangan  keberanian  dan  semangat, pula tidak putus asa.
Sebaliknya dalam tantangannya beliau bersabda:
 
  "Janganlah anggap aku sebagai orang lemah. Sebab aku
   adalah SINGA ALLAH dan di belakangku ada tangan Dia,
   terhadap siapa tidak ada kekuatan dunia lebih besar
   dari kekuatan serigala."5
 
Demikianlah Mirza Ghulam  Ahmad  singa  Allah  yang  dikenal
sebagai  Al-Masih  Al-Mau'ud  memberikan janji-janjinya yang
menggembirakan  tentang  binasanya  Dajjal.  Maka   alangkah
gembiranya  dan  alangkah  hebat  makna  kedatangan  Isa ibn
Maryam yang tidak lain Mirza Ghulam  Ahmad  itu.  Sebaliknya
kini  soal  tentang  Dajjal itu sendiri, yah siapakah Dajjal
itu?!
 
  "Menurut pandangan pendiri AHMADIYAH, MIRZA GHULAM
   AHMAD, kaum INGGRIS itu adalah Dajjal yang dinubuwatkan
   oleh Nabi Muhammad s.a.w." Di sini dengan terang beliau
   katakan bahwa INGGRIS adalah DAJJAL."6
 
Inggris adalah  Dajjal!  Demikian  semburan  kata-kata  dari
mulut   Mirza   Ghulam   Ahmad.   Dan  saya,  katanya,  akan
membinasakan Dajjal itu sebab sayalah Isa  ibn  Maryam  itu.
Sekali  lagi  Bravo  untuk  Mirza!  Sejak kapan ia bermaksud
membinasakan Inggris?! Sejak kapan  ia  telah  menyelamatkan
kaum   Muslimin  dari  kehancurannya  yang  kedua  di  bawah
cengkraman Imperialisme Barat,  itu?!  Sudah  tigaperempat
abad  Ahmadiyah  berjalan,  apa  gerangan yang sudah dicapai
dalam  rangka  membinasakan  Dajjal  Inggris  itu?  Sudahkah
Kristennya    atau   salibnya   yang   dipecahkan,   ataukah
imperialisnya yang dapat  diantar  Mirza  ke  pintu  gerbang
penyembelihannya, ataukah babinya yang sudah disembelih?!!
 
Semua   pertanyaan  itu  telah  terjawab,  dan  yang  sangat
mengecewakan lagi menggelikan, justru Mirza Ghulam Ahmadiah,
para  sesepuhnya,  puteranya dan pengikut-pengikutnya adalah
rombongan manusia-manusia yang paling setia, paling disiplin
pada Dajjal Inggris.
 
Maka   marilah  kembali  lagi  pada  sang  Rohulkudus  Mirza
Bashiruddin Ahmad Emmanuel anak sang Putera itu. Keahliannya
yang  khas  yang ada padanya ialah ia banyak kali memperoleh
kashaf dari  tuhannya,  dan  kashaf  itu  menurut  Ahmadiyah
ternyata  benar.  Akan  tetapi  apa  dan  peristiwa apa yang
dikashafkan, itulah yang paling menarik. Sebagaimana ayahnya
dan    sesepuhnya,   Bashir   juga   seorang   yang   sangat
menguntungkan kaum imperialis. Bahkan liwat  ia  Tuhan  juga
memberi   kabar  bahagia  pada  imperialis.  Maka  inilah  &
beberapa kashaf dan wahyu  yang  ia  terima  dari  tuhannya,
berkenaan   dengan  perobahan-perobahan  dari  PERANG  DUNIA
KEDUA, antara lain:
 
Pada bulan Agustus 1939 sebelum perang itu  meletus,  kepada
beliau  diperlihatkan  dalam  kashaf,  korespondensi rahasia
Pemerintah Inggris. Dalam salah satu  surat  itu  Pemerintah
Inggris   mendesak   Pemerintah  Perancis  untuk  mengadakan
persekutuan dengan dia,  karena  Inggris  ada  dalam  bahaya
besar,  bahwa  Jerman  akan  mengadakan  serbuan dan berniat
menaklukkannya.  Ketika  beliau  baca  surat  itu  (tentunya
surat-surat  yang  lain ia baca juga - pen.), beliau menjadi
sangat takut dan gelisah (tentu  saja  sebab  tuannya  dalam
bahaya   -  pen.)  dan  dalam  keadaan  akan  bangun  beliau
tiba-tiba mendengar suatu suara berkata:
 
   "Hal itu adalah kejadian enam bulan yang lampau."
 
Ketika  saat  sempurnanya   kashaf   itu   mendekat,   Tuhan
memperlihatkan  tiga  hari  sebelum  kejadian,  raja Leopold
menyerah tanpa syarat  dan  diturunkan  tahta  tanpa  beliau
hadir,  dalam  keadaan  seorang raja yang sedang menyerahkan
kerajaan. Penyerahannya itulah sebab utama  dari  malapetaka
Duin kerken.
 
Inggris  kemudian  menjadi  begitu  lemah  sehingga mendesak
Perancis untuk mengadakan persekutuan. Maka  sempurnalah  di
bulan  Juni  1940  apa yang kepada beliau telah diperhatikan
dalam kashaf Agustus 1939. Beliau pada saat  itu  mengatakan
bahwa  suara  itu  menyebut  enam bulan sesudah tanggal usul
persekutuan itu, keadaan akan lebih baik untuk  Inggris  dan
bahwa  kesialan  akan  berkurang.  Tepat  enam bulan sesudah
pernyataan persekutuan, ketika  gerakan  maju  pertama  dari
tentara  Inggris  ke  Libya  mulai,  Perdana Menteri pada 19
Desember  1940  di  House  of  Commons  menerangkan,   bahwa
dibandingkan dengan keadaan bulan Mei dan Juni, mereka telah
bertambah kuat dan  telah  benar-benar  siap  sedia.  Beliau
menerangkan:  Baru  berlalu  enam bulan sejak kita berperang
yang nampaknya pada  sahabat-sahabat  terbaik  kita  sebagai
pertempuran kalap untuk pembelaan diri belaka."7
 
Demikian  tentang  kashaf dan wahyu Bashir perihal perobahan
perang  dunia  kedua  yang  ia  umumkan  dalam  The  Sunrise
(Lahore) dan dalam The Daily Alfaz (Qadian).
 
1. Pada awal 1940, beliau mengumumkan suatu kashaf,
   bahwa angkatan bersenjata AMERIKA akan mendarat di
   India (inteligenkah Bashir itu? - pen.) dan pula bahwa
   YUNANI akan terlibat dalam peperangan.
   
2. Pada pertengahan bulan Juni 1940 beliau menerima
   ilham, bahwa 2800 pesawat terbang akan dikirim dari
   U.S.A. ke INGGRIS (sungguh terperinci dan mendetail
   ilham tuhannya - pen.) untuk memperkuat pertahanan
   udaranya. Hal inipun sempurna setepat-tepataya tiga
   minggu kemudian.8
   
3. Pada bulan September 1940 beliau menerima kashaf
   perubahan-perubahan dalam gerakan Afrika Utara dan
   kemenangan pada akhirnya menampakkan, bahwa dalam
   gerakan itu maju dan mundur akan silih berganti dan
   gerakan maju ketiga dari angkatan perang Inggris (bukan
   main tuhan Bashir menaruh perhatian pada Inggris -
   pen.) akan merupakan yang terakhir dan membawa
   keunggulan.9
   
4. Pada bulan September tahun itu juga (1940) beliau
   menerima kashaf diberitahu tentang pendaratan tentara
   SEKUTU di SICILIA dan daratan ITALI dengan begitu
   hebat, sehingga mereka menyangka bahwa gerakan itu akan
   segera selesai tapi hal itu sebenarnya akan terus
   berlarut-larut. Hal itu sempurna benar-benar seperti
   telah diberitahukan pada beliau. Tuhan memperlihatkan
   kepada beliau suatu rentetan kashaf mengenai keunggulan
   SEKUTU demikian sehingga sempurnanya dapat menjadi
   tanda kebenaran AHMADIYAH untuk segala bangsa-bangsa
   (bangsa-bangsa sekutu tentunya - pen)10
 
Demikianlah kashaf-kashaf dan wahyu yang diperoleh  Emmanuel
Bashiruddin M.A. dari tuhannya, perihal gerakan sekutu dalam
perang dunia II. Tentunya hal  itu  merupakan  TOP  MILITARY
SECRET  yang  pertama  kalinya  turun  dan langit yang belum
pernah terjadi sebelumnya.  Satu  mu'jizat  sang  Rohulkudus
Ahmadiyah  yang  unik dan surprise. Agaknya dapat dipastikan
bahwa  tuhan  Ahmadiyah  telah  berpihak  pada  Inggris  dan
sekutu-sekutunya.  Kalau teringat kita pada ucapanTuhan pada
Mirza Ghulam Ahmad bahwa Inggris dengan  segala  kebaikannya
akan  berada  di samping Mirza dan membantunya, sebagairnana
Tuhan telah berada di sampingnya,11 maka sikap memihak Tuhan
pada sekutu itu sangat beralasan.
 
Hanya  yang perlu disampaikan ialah bahwa tuhan Bashir telah
bersikap gegabah dalam  menyampaikan  berita-berita  militer
yang  top  secret itu pada waktu mana kejadiannya masih akan
terjadi 4 tahun kemudian.  Peristiwa  pendaratan  Sekutu  di
Sicilia  kira-kira  akhir  April  1944 terjadinya. Sedangkan
Bashir memperoleh kashaf tentang pendaratan  tersebut  tahun
1940;  jadi masih 4 tahun kemudian. Yang jadi problem disini
ialah, bagaimana  kiranya  kalau  top  military  secret  itu
dibocorkan  oleh  agen  NAZI yang berada di Qadian misalnya,
atau di Gurdaspur  atau  di  Punjab?!  Atau  Bashir  sendiri
terlanjur omong pada bawahannya yang ternyata intel AS?!
 
Ah,  mujur  sekali semua itu tidak terjadi! Gubenur Jenderal
Inggris di India harus  berterima  kasih  atas  andil  besar
Bashiruddin  dan  tuhannya  itu.  Dan  yang penting, Inggris
harus beri pigura penghargaan lagi pada  clan  Mirza  Ghulam
Ahmad,  ditaruh  di  dinding  mesjid  AQSHA  Qadian  bersama
pigura-pigura lainnya yang pernah diperoleh para  sesepuhnya
itu.
 
Catatan kaki:
 1 Sinar Islam, nomer: 10/1965, hal. 12-13.
 2 Bashiruddin M.A., Djasa Imam Mahdi a.s., hal. 143
   dan Saleh Nahdi, Ahmadiyah dimata Orang Lain, Rapen
   Makassar, 1971, hal. 12 dan 44.
 3 idem, hal. 12-13.
 4 Mirza Bashir Ahmad, Hari Depan Ahmadiyah, terjemah,
   Sukri Barmawi, Wisma Damai, Bandung, 1965, hal. 11-13.
 5 idem, hal. 14.
 6 Abu Bakar Ayyub h.a., bantahan lengkap terhadap
   tuduhan Majallah Gema Islam, Jakarta, 1962, Djemaat
   Ahmadiyah Indonesia, hal. 4 dan hal. 35.
 7 Sinar Islam, nomer Fazle Umar I, Wisma Damai Bandung,
   1966, hal. 30-31.
 8 Sinar Islam nomer Fazli Umar I, Wisma Damai Bandung,
   1966, hal. 30-31.
 9 Sinar Islam nomer Fazli Umar I, 1966/8, hal. 31 dan
   J.D. Shams, Islam, hal 72.
10 idem
11 idem

Permalink 17 Komentar