3 Mei, 2008 at 2:01 pm (5. KUNING LANGSAT BUKAN KEMERAH-MERAHAN)

Sesudah    kita     ketahui     sejumlah     nama     maupun
keturunan-keturunan  Mirza  Ghulam  Ahmad, maka adalah lebih
sempurna  lagi  jika  kita  kenal   lebih   jauh   identitas
lahiriyahnya.  Dalam  hal ini perihal warna atau kelir kulit
Mirza Ghulam Ahmad mustahaq untuk diketahui dan  dibicarakan
di  sini.  Sebabnya  tidak  lain  ialah  karena  orang-orang
Ahmadiyah merasa bangga akan kelir  kulit  pemimpinnya  itu.
Ahmadiyah    menjelaskan   bahwa   dalam   beberapa   Hadits
diterangkan:
 
  "Kelir kulit yang mulia Nabi Muhammad s.a.w. adalah
   PUTIH. Kulit yang mulia Nabi Isa a.s. adalah
   KEMERAH-MERAHAN. Kulit yang mulia Nabi AHMAD a.s.
   (Al-Masih, II) adalah KUNING LANGSAT."1
 
Yang dimaksud dengan yang mulia Nabi Ahmad a.s., tidak  lain
ialah  Mirza  Ghulam Ahmad. Dikemukakan oleh Ahmadiyah bahwa
ada  beberapa  Hadils   yang   menerangkan   tentang   kelir
kulit-kulit  ke-tiga  Nabi  di  atas  itu.  Manakah beberapa
Hadits itu? Cukup kiranya sebuah saja dikemukakan  di  sini,
maka     Ahmadiyah     akan     tertolong    dirinya    dari
kecerobohan-kecerobohannya.
 
Lebih lanjut Ahmadiyah menambahkan bahwa kalau Nabi Isa a.s.
itu  kulitnya  kemerah-merahan sedangkan Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad a.s. itu kulitnya kuning langsat, itu  merupakan  satu
bukti  yang  menggelora,  bahwa  Al-Masih  yang datang kedua
kalinya itu bukanlah Almasih putera Maryam  r.a.  yang  dulu
itu.  Sebab  seandainya  Nabi  Isa a.s. yang dulu itu datang
keduakalinya di  dunia  ini  selaku  Al-Masih  II,  pastilah
Almasih  II  itu  kulitnyapun  kemerah-merahan, bukan kuning
langsat.2
 
Demikianlah salah satu alasan dari seribu satu macam  alasan
yang  dipakai Ahmadiyah untuk memahkotai Mirza Ghulam dengan
gelar Al-Masih kedua. Berbicara tentang warna kulit  manusia
di  atas  dunia ini, maka warna "kuning langsat" itulah yang
lebih  menarik  bagi  orang-orang  Asia  khususnya.   Memang
demikian,  justru  itulah  kulit  yang dimiliki Mirza Ghulam
Ahmad,  benar-benar  menggelora!  Seorang  cucunya   berkata
tentang kakeknya itu:
 
  "Bahwasanya Mirza Ghulam Ahmad termasuk dalam golongan
   yang paling elok."3
 
Begitu eloknya dia, wahai siapa pula yang lidak  jatuh  hati
padanya?!
 
Catatan kaki:
1 lih. Suara lajnah Imaillah, no. 10 th. 11, 1974, hal. 33.
2 idem, hal. 33.
3 lih Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau'ud a.s., Yayasan
  Wisma Damai, Bandung 1971, hal. 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: