1 Mei, 2008 at 7:55 pm (A. TITIK BERTOLAK - AWAL BERKAIT)

AGAMA KRISTEN NYARIS ROBOH
 
7 April tahun 30 A.D. (Anno Domini)1 bertepatan dengan  hari
Jum'at,   YESUS   KRISTUS  putera  Tuhan  yang  diutus  pada
domba-domba Israel telah  dijatuhi  hukuman  mati,  disalib!
Demikianlah  cerita  yang  tersurat  dalam  kitab suci ummat
Kristen, Perjanjian Baru.
 
Di lembah GOLGOTTA Bethlehem Yerusalem,  kira-kira  pukul  3
sore  pada  Jum'at  yang  na'as  itu,  dalam  keadaan hampir
telanjang,  Yesus  sang  Putera  telah   menjalani   hukuman
matinya.  Itulah  klimaks  dari kegagalan missinya. Ia gagal
total menanam benih di atas ketandusan bangsanya.  James  M.
Stalker berkata dalam bukunya:
 
  "Belum pernah di dunia ini sesuatu kegagalan begitu
   mutlak nampaknya seperti kegagalan Tuhan Yesus.
   Tubuhnya terkapar dalam kubur. Musuh-musuhnya sudah
   menang. Kematian mengakhiri segala pertentangan dan
   dari kedua yang bertentangan itu, kemenangan adalah
   pada pihak pemimpin-pemimpin Yahudi. Tuhan Yesus sudah
   tampak dan menyatakan diri sebagai Messias. Tetapi Ia
   bukanlah jenis Messias yang mereka idam-idamkan.
   Pengikut-pengikutnya sedikit saja jumlahnya dan tidak
   berpengaruh. Masa kerjanya singkat sekali. Sekarang Ia
   sudah mati dan tamatlah riwayatnya."2
 
Alangkah ironisnya peristiwa itu. Betapa tidak,  sang  BAPAK
di  sorga  seolah-olah  tidak  mengenal  watak hakiki bangsa
Israel "selalu berkhianat" terutama  terhadap  Utusan-utusan
yang  datang.  Ah,  lagi-lagi  Tuhan  Bapak  itu telah lalai
mempersiapkan keamanan menjelang Sang Putera datang ketengah
domba-domba Israel. Ataukah ada unsur kesengajaan sang BAPAK
membunuh PUTERANYA sendiri?
 
Cobalah lihat peristiwa yang menimpa diri Yesus ini.  Bahkan
pengikut-pengikutnya  yang  sedikit  itupun mengingkari dia.
SIMON  PETRUS  murid  yang  dicinta   dan   menyintai   juga
meninggalkannya.  Bukan  itu  saja,  ia  banyak  menyaksikan
adegan-adegan hina  atas  Gurunya.  Ia  menyaksikan  Gurunya
dituntut   di  depan  pengadilan,  tapi  ia  diam  saja.  Ia
menyaksikan pukulan-pukulan tinju menjatuhi  tubuh  Gurunya,
ia  diam  saja.  Saat Gurunya diludahi, ia diam saja. Ketika
orang bertanya apakah ia  kenal  Yesus,  ia  menjawab:  "Aku
tidak  kenal  orang  itu."  Sampai  tiga kali orang bertanya
padanya,  Simon  Petrus  murid  yang  terdekat   itu   tetap
menyangkal. Padahal ia pernah bersumpah di hadapan Gurunya:
 
  "Biarpun hamba mati bersama-sama TUHAN tiada hamba akan
   menyangkali Tuhan."3
 
Takutkah ia? Ataukah ia sehaluan dengan  Judas  Iskariot  si
pengkhianat?!!
 
Cobalah   lihat   yang   lain,   seluruh  lapisan  masrakat,
orang-orang Yahudi, orang tua ahli-ahli  Taurat,  seluruhnya
ikut  melibatkan  diri  mereka  atas  pembunuhan  yang keji.
Bahkan yang memilih vonis salib adalah mereka.4
 
Tatkala kematian di  salib  berakhir  dengan  jeritan  putus
harap:  "Ya  Tuhan! Ya Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan Aku"
(Eli Eli Lama Sabakhtani),  sedangkan  dari  sang  BAPAK  di
sorga  tiada  juga datang jawaban atas panggilan putera yang
menyayat pilu, maka  berakhirlah  sudah  kisah  dramatis  di
lembah   Golgotta.   Sebaliknya   dari   kisah  yang  tamat,
dimulailah   awal   persengketaan   religius   di   kalangan
theoloog-theoloog  Kristen  terhadap diri Yesus. Figur siapa
"YESUS KRISTUS" menjadi  pokok  fundamentil  dari  kekacauan
iman yang tak habis-habisnya.
 
Siapakah  sebenarnya ia itu? Seorang manusia, Superman, Juru
Selamat yang celaka, SEMI (setengah) GOD, ataukah ia  PUTERA
Tuhan   atau   TUHAN  itu  sendiri?  Itulah  soal-soal  yang
memusingkan  akal,  mengacaukan  keyakinan   kaum   kristen.
Missinya yang singkat dan gagal total, kematiannya yang hina
di palang kayu, membuktikan secara nyata betapa mati gersang
rohani  bangsa Yahudi dan betapa sia-sia serta konyol setiap
Utusan Tuhan yang datang pada mereka.
 
Adalah satu hal yang wajar bila sejarah Yesus berakhir  pada
kematiannya:   Sebagaimana  yang  dikatakan  James  Stalker:
"Sekarang ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya."
 
Akan  tetapi  pada  kenyataannya  tidak  demikian;   Sejarah
Kristen   mulai  menampilkan  lembaran-lembaran  babak  baru
tentang Yesus. Justru dengan kisah "SESUDAH MATINYA" itulah,
jalan  baru  telah  terbuka  lempang  bagi kelangsungan iman
kristiani. Kematian Yesus bukan penutup  dari  kegagalannya,
demikian  theolog-theolog  Kristen  berbicara. Dari kematian
timbul masa cerah. Samuel Zwemer berkata:
 
  "Syukur kepada Allah bahwa berita Injil tidak berakhir
   dengan kematian Kristus. Cerita itu tidak tammat dengan
   jeritan kemenangannya "sudah selesai." Demikian juga
   amanat kerasulan. Kematian Kristus disusul oleh
   kebangkitannya."5
 
Orang-orang yang menjadi saksi mata kisah  kebangkitan  dari
maut  tersebut,  termasuk  murid-muridnya yang ingkar, konon
memperoleh kembali keyakinan  mereka  akan  Tuhannya  Yesus.
Kebangkitan dari maut memancarkan cahaya baru, kata Samuel.6
Karenanya kegagalan missi beralih success, yang ingkar balik
percaya,  yang  berdosa  putih  kembali, dan tammatnya kisah
Kristus karena kematiannya menjadi berlanjut.
 
James Stalker berkata:
 
  "Karena kebangkitannya dari maut maka kebangkitan itu
   sendiri adalah MUJIZAT terbesar, sehingga karenanya
   SELURUH KEHIDUPANNYA YANG AJAIB menjadi dapat
   dipercaya."7
 
Rasul Paulus juga berkata:
 
  "Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah
   kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu."8
 
Itulah makna kebangkitan. Sayangnya  kebangkitan  itu  hanya
berjalan 40 hari.
 
Pada  hari  ke-40  dari  kematian  Yesus  maka tubuhnya yang
dipermuliakan itupun kembalilah ke tempatnya yang sejati, di
sebelah KANAN ALLAH BAPAK.9
 
Tidak  semua  kaum  Yahudi  yang  mati rohani sempat menjadi
saksi-saksi mata.
 
Konon kepercayaan hanya  menjalar  pada  segelintir  manusia
yang melihat kisah kebangkitan itu.
 
Apakah yang melihat sanggup bertahan, padahal semenjak Yesus
lenyap telah timbul  kontroversi-kontroversi  religius  yang
tak  kunjung  selesai.  Bertahun-tahun  awan  gelap meliputi
ummat Masehi. Opini-opini yang bertentangan  mengenai  siapa
YESUS KRISTUS melanda kaum pendeta, kaum paderi, uskup-uskup
dan Paus-paus. Mereka  saling  berbantah,  saling  mengucil,
saling melaknat dan mengutuk. Masa gelap dan silang sengketa
ini  harus  disudahi  serta  dicarikan  obat  penawar   demi
kelangsungan hidup agama itu sendiri.
 
Hal  inilah  yang  menyebabkan  kisah  versi Perjanjian Baru
masih berlanjut.
 
Catatan kaki:
1 Tahun A.D. (Anno Domini) = Tahun-tahun Tuhan masehi.
2 James M. Stalker, SENGSARA TUHAN YESUS, terjemahan
  T.F. Foedioka, Jakarta, B.P. Keristen, tiada tahun,
  hal. 120.
3 Matius 26: 35. (3
4 Yahya 18: 35;-Mattius 27: 23.
5 Samuel Zwemer, Kemuliaan Salib, terjemah Gajus Siagian,
  BPK. Jakarta, 1970, hal. 70.
6 idem, hal 72.
7 James Stalker, Sengsara Tuhan Yesus, hal. 121.
8 Korintus 15: 11.
9 James Stalker, Sengsara Tuhan Yesus, hal. 128.

KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH
 
Pada  akhirnya  diketemukanlah  semacam  obat  penawar  yang
kelihatannya  dipaksakan  pada  tubuh yang sedang sakit itu.
Obatnya tidak lagi berkisar  pada  cerita  "KUBURAN  KOSONG"
atau pada "KEMATIAN TUHAN DISALIB" atau pada cerita "BANGKIT
DARI MAUT" melainkan pada cerita baru:  "KEDATANGAN  KEMBALI
ALMASIH"  ke atas dunia ini. Entah kapan ia datang, namun ia
sudah berjanji untuk kembali dan mendirikan  kerajaan  Allah
yang kekal. Charles H. Spurgeon berkata dalam kitabnya:
 
  "Drama keseluruhan yang meliputi kebangkitan kembali
   itu belum komplit jika Yesus Kristus belum juga datang
   kembali ke dunia sebagai Raja. Jika dia sudah datang,
   dia tidak akan dihina, diludahi lagi. Setiap orang akan
   berlutut padanya. Dia akan datang bersama salib namun
   tidak sepotongpun paku akan melukai tangannya yang
   halus lembut itu. Dia datang untuk mendirikan kerajaan
   Allah yang kekal dan akan memerintah untuk
   selama-lamanya. Haleluyah!"1
 
Demikian  makna   kedatangan   kembali   Yesus   ke   dunia;
menjadiobat  penawar,  sinar  cerah dan keyakinan usang yang
diperbarui.
 
Masa keragu-raguan tampaknya hilang sudah karena konsep baru
telah  diperoleh.  Akan tetapi pada hakikatnya dalam praktek
penindoktrinasian  konsepsi  baru  tersebut  ternyata  tidak
sanggup  mendominir  ratio  maupun  fitrah  insaniah di dada
setiap orang.  Logika  mulai  menolak,  dada  mulai  sangsi.
Bentrokan-bentrokan   opini   timbul  kembali.  Masih  belum
terjawab juga soal: "SIAPA YESUS ITU." Ahli sejarah  Inggris
yang mashur, Prof. J. Arnold Toynbee berkata:
 
  "Sudah jelas bahwa kedatangan kembali Almasih mula-mula
   dipusakai sendiri oleh gereja, tatkala mereka diliputi
   kelemahan kepercayaan serta kegagalan dalam pokok
   keimanan mereka. Jelas pula bahwa doktrin kedatangan
   kembali menjalar dengan cepat pada masyarakat,
   sekte-sekte dan orang-orang yang sama-sama merasa serta
   mengalami kekecewaan karena kehilangan pegangan."2
 
Demikian yang terjadi  doktrin  kedatangan  kembali  Almasih
menyerap  ke  dalam tubuh kristen hanya sebagai penawar iman
"yang semu belaka." Ia tidak lebih dari pada suatu sumbangan
konsep yang harus diterima oleh setiap Kristiani yang setiap
waktu  pula   bersiap-siap   pergi   karena   ditolak   oleh
rongga-rongga  dada yang sesak yang telah lama menyimpannya,
maupun  oleh  logika  kritis  yang  memberontak  atas  dogma
membeku yang melekat padanya.
 
Catatan kaki:
1 Charles H. Spurgeon, The Second Coming of Christ,
  Moody Press, Chicago, th.?, hal. 101: (Make you sure of
  this that the whole drama of redemption cannot be
  perfected without this last act of coming the king.
  None shall spit in his face then, but every knee shall
  bow before him. The crucified shall come again, no nails
  shall then fasten his dear hands to the tree, haleluyah!).
2 Arnold J. Toynbee, A Study of History, Vol. III,
  London Oxford University Press, 1956, hal. 462:
 (It is certainly true that the doctrine of the second
  coming was conceived in the primitive christians church
  at a time when church was oppressed by a sense of weakness
  and failure ... It is also true that this doctrine here
  since been adopted with the greatest enthusiasm by
  societies and sects and people that have been in the
  same dissapointed or frustrated state of mind.)
 
 
SIAPA IMAM MAHDI ITU?
 
Satu hal yang menarik untuk disisipkan di sini masih perihal
KEDATANGAN  KEMBALI  ALMASIH  ialah,  bahwa  bukan saja kaum
Kristen yang memiliki kepercayaan "kedatangan  kembali"  itu
melainkan   pada   kaum  Muslimin  ternyata  pula  menyimpan
kepercayaan itu. Entah siapa yang  berhak  di  antara  kedua
ummat ini, ataukah keduanya sama-sama berhak?
 
Jika   kedatangan   Almasih  bagi  ummat  Kristen  merupakan
HALELUYAH KEMENANGAN, maka  bagi  ummat  muslimin  merupakan
DATANGNYA  YANG  HAQ  SIRNANYA  YANG BATIL. Bukankah Almasih
akan datang dan menyatakan bahwa Islam adalah Agama  sejati?
Bukankah  Almasih  akan  mendirikan  Shalat berjama'ah serta
menjadi ma'mum di shaf pertama? Alangkah  bahagia  saat-saat
demikian!
 
Disamping  kebahagiaan  ummat Muslimin karena Almasih datang
untuk kemenangan Islam, terpetik pula  sebuah  "kabar  suka"
bahwa  kebahagiaan  akan  melimpah,  kemenangan  akan mutlak
yaitu pada saat seseorang yang bergelar IMAM MAHDI datang di
tengah-tengah  ummat  Muslimin.  Yang  lebih meyakinkan lagi
ialah bahwa munculnya Imam  Mahdi  itu  bertepatan  waktunya
dengan  kedatangan Almasih. Beliau inilah yang didorong oleh
Almasih untuk menjadi  imam  dalam  shalat  berjama'ah  itu.
Kedatangan  Imam Mahdi telah tersebut dalam beberapa Hadits.
Di antara Missi-missinya yang utama ialah:
 
* Beliau akan membagi harta sama rata;
  
* Beliau menegakkan Agama pada akhir zaman seperti Nabi
  Muhammad saw. pada permulaan zaman.
  
* Beliau akan menegakkan keadilan di bumi.
  
* Beliau akan berperang atas Sunnah Rasul.
  
* Beliau akan membunuh babi dan salib.1
  
* Ummat Islam akan mendapat kesenangan dari padanya yang
  belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.
  
* Beliau tidak membangunkan orang tidur dan tidak
  menumpahkan darah.
  
* Penduduk Bumi dan Langit serta burung-burung suka pada
  kekhalifahannya. Demikianlah missi-missi utamanya. Begitu
  hebat makna kedatangannya, bahkan terpetik berita-berita
  yang mengatakan bahwa meriam-meriam musuh yang memuntahkan
  peluru untuk membunuh kaum Muslimin konon mendadak berobah
  menjadi cairan dingin. Jika demikian kondisi dan situasinya,
  beliau tentunya sangat diharapkan mengingat penderitaan
  ummat sudah semakin parah.
 
Akan tetapi kapan beliau datang? Soalnya hanya tunggu  waktu
saja; dan sesudah sekian tahun bahkan sekian abad belum juga
terjawab "kapan beliau datang," maka yang menunggu bertambah
menderita sedang yang ditunggu belum juga tiba.
 
Last  but  not  least  harapan  ummat  yang  menderita telah
terpenuhi. Secara mengejutkan namun menggembirakan,  sejarah
Islam  telah  menampilkan  Imam  Mahdi; Beliau sudah datang!
Siapa orangnya, dimana munculnya,  kapan  datangnya,  inilah
yang  sulit  memastikan!  Sebab Imam Mahdi yang datang tidak
seorang melainkan banyak. Bahkan yang  menambah  sulit  lagi
masih  ada  Imam-imam  Mahdi  yang belum datang. Mereka juga
ditunggu-tunggu kedatangannya.
 
Untuk memudahkan Kita mengenal  para  Imam  Mahdi  tersebut,
baiknya  kita memisalkan mereka dalam dua masa. Masa pertama
ialah masa "mereka yang belum datang" dan masa  kedua  ialah
"masa  mereka  yang  sudah  datang." Mereka yang akan datang
menurut aliran Syiah Sabaiyah  adalah  Ali  bin  Abi  Talib;
Menurut  Syiah  Kaisaniyah  adalah  Mohammad  Ali Hanafiyah.
Menurut Syiah AI-Jaridiyah, Mohammad bin Abdullah  An-Nafsus
Zakiyah  adalah  Mahdi  yang  ditunggu-tunggu. Menurut Syiah
Imamiah, Mohammad bin  Hasan  Al-Askari  adalah  Mahdi  yang
ditunggu-tunggu.  Adapun  para  Mahdi  yang  "sudah  datang"
antara lain ialah:  Ubaidullah  bin  Mohammad  Alhabib  oleh
Syiah  Qaramithah  dianggap  Mahdi.  Mohammad bin Ismail bin
Ja'far  oleh  golongan  Syiah  Ismailiyah  dianggap   Mahdi.
Golongan  Muwahidin  menganggap  Mohammad bin Taumert adalah
Mahdi. Segolongan  Muslim  di  India  menganggap  Ahmad  bin
Mohammad  Berelvi  adalah Mahdi. Golongan Ahmadiyah di India
menganggap Mirza Ghulam Ahmad adalah Mahdi. Golongan Babiyah
menganggap  Ali Mohammad Al-Bab adalah Mahdi. Penduduk Sudan
Afrika menganggap  Mohammad  Ahmad  Donggola  adalah  Mahdi.
Mahdi-mahdi  yang  lain seperti Mahdi dari Rief Afrika, dari
Tunisia,  dari  Marokko,  dari  Pegunungan  Shahrazur,  dari
Kurdistan, dari Senegal dan Mahdi dari Jawa timur Indonesia,
merekapun telah datang dan masing-masing membawa missi-missi
utamanya.2
 
Demikian  kumpulan  Mahdi yang tercatat dalam sejarah Islam.
Kenyataan dari mereka yang  telah  datang  itu  sama  sekali
tidak   sanggup  memenuhi  missi-missi  utamanya.  Jangankan
seluruh missi sanggup dipikulnya, pada tugas pembagian harta
sama-rata    saja,    beliau-beliau    itu   tidak   sanggup
melaksanakannya;  Juga  mereka  tidak  membunuh  BABI   atau
memecah SALIB, baik harafiyah maupun kiasan. Apalagi memberi
kesenangan   pada   kaum   Muslimin   yang   belum    pernah
dirasakannya.
 
Bagaimana dengan Mandi-mahdi yang belum datang?! Apakah kaum
Muslimin harus menanti kedatangan mereka? Padahal, penantian
itu  membuat  ummat  jadi lamban. Lebih-lebih penantian yang
tak menentu,  entah  tahunan,  puluhan  tahun,  abad  bahkan
ribuan   tahun.  Ummat  Muslimin  akan  kehilangan  langkah,
statis, mati gerak, bahkan tertelan zaman.  Mengambil  sikap
yang  baik  adalah  tidak  menanti dan tidak terlintas dalam
pikiran untuk menanti. Lebih baik lagi ialah  membuang  jauh
doktrin kedatangan kembali Almasih maupun Almahdi.
 
Namun  andaikata sejarah Islam nanti menampilkan tokoh-tokoh
tersebut, maka biarkanlah  nama  beliau,  tempat  munculnya,
waktu datangnya berada dalam ketentuan TUHAN.
 
Catatan kaki:
1 Ali Mohammad Ali Dhukhayyil, Al-Imam Mahdi, Darut-turas
  Al-Islami, 1974, Beirut, hal. 13.
2 H.M. Arsyad Thalih Lubis, IMAM MAHDI, Medan, Firma
  Islamiyah, 1967, hal 8 dan hal. 94/95/96.
 
 
TERSUSUNLAH TULISAN INI
 
Berbagai  ragam   aliran   kepercayaan,   kebatinan   maupun
pergerakan  yang  menamakan dirinya sebagai faham-faham baru
dalam Islam, pikiran-pikiran baru tentang Islam. Modernisasi
Islam  atau  Neonisasi  Islam,  telah berada maupun berkisar
berputar di sekeliling tubuh Islam, melekat merapat mengisap
tubuh itu bahkan melukainya dalam goresan yang dalam. Mereka
pada  kenyataannya   memecah   belah   mayoritas,   kemudian
bagian-bagian  dari  mereka  mengisolir  diri dan menyatakan
bahwa   mereka   adalah    pewaris-pewaris    Islam    serta
pengikut-pengikutnya  adalah  muslim-muslim  sejati.  Banyak
kaum Muslimin terkena jerat  terbawa  jauh  bahkan  terpisah
dari pedoman Al-Qur'an dan Sunnah.
 
Pada  mulanya  patokan-patokan  yang  dipakai untuk landasan
berpijaknya gerakan-gerakan  itu  tampaknya  bersandar  pada
Kitab  Suci  Al-Qur'an; Namun pada saat-saat mereka bergerak
selangkah ke depan tampaklah isi maupun hakikatnya bertujuan
menyimpang  bahkan  menyesatkan! Mereka sebenarnya merupakan
tanda-tanda nyata kelemahan iman maupun kondisi ummat  Islam
di  satu  pihak,  dan  keunggulan  musuh-musuh Islam di lain
pihak.
 
Membahas gerakan neonisasi Lslam  ini  akan  banyak  memakan
tempo,  tenaga  dan pikiran yang dicurahkan. Karenanya lebih
baik diambil  satu  contoh  dari  mereka  untuk  dikemukakan
disini.  Maka  perkenankanlah  kiranya jika contoh itu jatuh
pada aliran atau gerakan AHMADIYAH yang didirikan oleh MIRZA
GHULAM  AHMAD  dari  QADIAN  INDIA. Aliran ini terkenal juga
dengan  doktrin  kedatangan  kembali  Almasih  dan  Almahdi.
Bahkan  yang menarik dari aliran ini ialah bahwa Almasih dan
Almahdi itu sudah datang dan terdapat  pada  seseorang  yang
bernama  MIRZA  GHULAM AHMAD. Ia merangkap kedua jabatan itu
sekaligus.
 
Aliran Ahmadiyall  menyatakan  diri  sebagai  Islam  sejati.
Organisasinya  rapi, keuangannya padat, kerjanya agak lambat
namun  berbekas  pada  penganut-penganutnya.  Justru  karena
kerapian  organisasi  dan  kepadatan uangnya, maka Ahmadiyah
pikatannya  sangat  menarik,  jeratannya  sangat  lekat  dan
sekujur tubuhnya kelihatan mulus dan cantik. Namun demikian,
pada hakikatnya di balik kecantikan  yang  mulus  itu,  pada
darah   yang   mengalir   dalam   tubuhnya,   rumah   tempat
bernaungnya,  pelindung  tempat   berteduhnya,   semua   itu
merupakan  kenyataan-kenyataan yang sangat berlawanan dengan
lahirnya. Hal mana apabila diungkapkan di sini akan  menjadi
suatu  sajian  menarik  baik  sebagai  bahan  telaal  maupun
sebagai bahan pengetahuan.
 
Sungguh sangat menyedihkan bahwa ISLAM dilingkari dan diisap
oleh gerakan semacam itu, yang pada lahirnya merupakan MERCU
SUAR ISLAM dengan pancaran  sinar  terang  benderang,  namun
pada  hakikatnya  mercu suar itu telah mengantar biduk-biduk
iman serta  pikiran  manusia  ke  tempat  labuh  yang  sesat
sehingga    menimbulkan    tubrukan-tubrukan    keras    dan
kerusakan-kerusakan fatal.
 
Adalah  menjadi  harapan-harapan  saya  dengan   tersusunnya
tulisan  ini,  semoga dapat dijadikan pangkal study mendalam
terhadap gerakan tersebut  maupun  terhadap  gerakan-gerakan
yang   lain.   Dan  semoga  pula  dapat  disisipkan  sebagai
bahan-bahan tambahan untuk LEMBAGA RESEARCH ISLAM.
 
Hanya  kepada  ALLAH  YANG  MAHA  MENGETAHUI   jualah   saya
pasrahkan  segala  pekerjaan  ini dengan memohon ampun serta
keridhaanNya.
 
Kemudian salam dan selawat serta sejahtera terlimpah  kepada
Rasul  MUHAMMAD  Nabi penutup junjungan ummat serta tauladan
hidup.
 
Kepada keluarga beliau, kerabat serta sahabat  terucap  pula
salam  selawat sejahtera. Kepada TUHAN PENCIPTA ALAM SEMESTA
segala puja dan pengabdian tertuju satu.
 
1 Ramadhan 1397 H. (16 Agustus 1977 M.)
 
SOURCE : media.isnet.org
 
BERSAMBUNG....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: