AS di Ambang Keruntuhan

10 November, 2006 at 7:10 am (Tak Berkategori) ()

Setelah kepunahannya, dinosaurus tidak akan mungkin kembali lagi, dan kekuatan AS juga tidak akan mungkin mencapai taraf imperium mutlak dari kondisinya saat ini sebagai kekuatan semi-imperium. Asosiasi seperti ini bisa kita temukan dalam sebuah buku terbaru tulisan Emanuel Todd, seorang sosiolog dan pengamat masalah-masalah internasional.

Baru-baru ini, ilmuwan Perancis ini menulis sebuah buku berjudul “After The Empire”. Emanuel Todd adalah seorang sosiolog dan juga futurolog terkenal. Ia dikenal sebagai penulis kontroversial karena berkali-kali menyampaikan teori yang sering berseberangan dengan pendapat mayoritas para ilmuwan. Akan tetapi, teori-teori besar yang dikemukakannya ternyata sering menjadi kenyataan. Sebagai contoh, ia menulis sebuah buku pada tahun 1976 berjudul “The Last Fall” atau “Keruntuhan Terakhir”. Di bukunya itu, ia mengemukakan sejumlah data sosiogis yang kemudian disimpulkannya sendiri sebagai fakta yang tidak terbantahkan dari adanya potensi keruntuhan faham komunis di dunia.

Pada saat itu, Blok Timur yang menjadi basis komunis sedang dalam puncak kejayaannya. Tidak sedikit ilmuwan yang memprediksikan bahwa komunis bisa jadi keluar sebagai pemenang dalam persaingan ideologis dan perang dinginnya melawan faham kapitalis Blok Barat. Karena itu, ketika Todd menyatakan bahwa faham komunis akan runtuh, kebanyakan ilmuwan mencibirnya. Akan tetapi, sejarah kemudian membalik semua cibiran itu. Semua yang diramalkan oleh Todd malah menjadi kenyataan di akhir dekade 1980. Blok Timur runtuh, dan faham komunis pun dengan sendirinya porak poranda.

Kini, Todd menulis lagi karya terbaru berjudul “After The Empire” atau “Pasca Kekuasaan Imperium”. Ia secara terbuka menyatakan bahwa AS adalah negara yang memang berambisi untuk menjadi imperium dunia, dan kini, Washington sudah sampai pada taraf kekuatan “semi-imperium”. Berbagai hal di dunia ini tidak mungkin bisa dilepaskan dari kekuatan AS, meskipun kekuatan itu tidak selamanya bersifat absolut. Karena itulah, kekuatan AS itu dikatakan Todd sebagai semi-imperium. Todd melukiskan keperkasaan AS sekarang ini seperti dinosaurus, binatang raksasa di zaman dahulu kala, yang menyebar hampir di semua belahan dunia, akan tetapi tidak mampu menjadi penguasa makhluk bumi secara mutlak. Dinosurus kemudian punah dan tidak ada species baru sejenis dinosaurus yang tercipta untuk menunjukkan keperkasaannya.

Menurut Todd, nasib AS saat ini seperti dinosaurus saat binatangini berada di ambang kepunahannya. Kemudian, Todd juga meyakini bahwa sebagaimana dinosaurus yang terkubur ditelan zaman pasca kepunahannya, kekuatan AS juga tidak akan mungkin kembali pasca keruntuhannya.Sebagai seorang ilmuwan, Todd menyampaikan hipotesisnya itu disertai dengan sejumlah teori ilmiah dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Pertama, terkait dengan adanya ambisi AS untuk menjadi satu-satunya imperium dunia, Todd dalam bukunya itu menuliskan berbagai fakta.

Adanya ambisi tersebut memang tidak pernah lagi ditutup-tutupi oleh para pejabat Gedung Putih. Adapun terkait hipotesis keruntuhan AS yang menurutnya akan terjadi dalam waktu dekat, Todd juga menyajikan sejumlah fakta.Di bukunya itu, Todd pertama-tama mengutip kekhawatiran sejumlah ilmuwan dunia pasca keruntuhan komunis. Disebutkannya bahwa pada awal tahun 90-an, ketika Blok Timur runtuh, dunia dihadapkan kepada langkah-langkah unilateral yang pasti akan diambil oleh AS. Dunia yang monopolar, dengan AS sebagai kutubnya, sepertinya akan menjadi satu-satunya pilihan umat manusia di dunia.

Pada saat itu, hampir musathil membayangkan akan munculnya kekuatan lain yang bisa menandingi AS. Washington memiliki teknologi, kekuatan militer, keperkasaan ekonomi, kemapanan sosial, dan juga ambisi. Menurut Todd, sejak awal para ilmuwan melihat bahwa munculnya AS sebagai kekuatan tunggal itu akan memiliki sejumlah konsekwensi.

Pertama, AS akan mampu mengontrol semua sekutunya di Eropa. Kedua, Rusia sebagai ahli waris kekuatan Uni Sovyet akan makin lemah, atau bahkan kemudian bergabung dengan AS. Kemudian, AS juga mampu menguasai Jepang. Dan terakhir, kebangkitan Cina juga akan bisa dihalangi.Kini, dunia menyaksikan bahwa semua indikasi itu betul-betul tidak terlihat. Alih-alih mampu mengontrol semua sekutunya di Eropa, AS saat ini setiap saat harus siap kehilangan sekutunya itu.

Kasus invasi ke Irak yang mendapatkan penentangan keras dari Jerman dan Perancis adalah contoh nyata dari keengganan kedua negara besar Eropa itu untuk mengikuti segala tindakan arogan AS. memang, dalam sejumlah kasus, negara-negara Eropa itu masih mau menerima tekanan AS. Akan tetapi, semua itu sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai kekuatan kontrol mutlak Washington terhadap negara-negara Eropa.

Kasus Rusia juga menunjukkan kagagalan AS dalam menempuh jalan untuk merealisasikan ambisinya itu. Runtuhnya Sovyet yang disertai dengan separatisme sejumlah negara dari Rusia membuat Moskow pada awalnya menjadi negara yang sangat lemah dan sepertinya akan mudah dicabik-cabik. Akan tetapi, AS ternyata gagal menggiring Rusia agar menjadi sekutunya, atau paling tidak membuat negaranya menjadi semakin lemah. Fakta menunjukkan bahwa meskipun berbagai konspirasi dilakukan oleh AS guna menggerogoti aliansi Rusia dengan negara-negara bekas Uni Sovyet, kekuatan Rusia bukannya melemah, bahkan cenderung menunjukkan revivalisasinya.Hal yang sama juga terjadi dalam kasus Jepang.

Kekuatan ekonomi Negeri Matahari Terbit ini bisa dikatakan semakin perkasa dan semakin tidak bisa ditaklukan oleh AS. Kondisi lebih parah terjadi pada Cina. Dari sisi ekonomi, semua pengamat dunia di bidang ini semakin disadarkan oleh kebangkitan naga-naga ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. Kemampuan para pejabat Cina untuk mengelola perekonomian 1,5 milyar rakyat negara itu akhir-akhir ini malah membuat sejumlah ekonom dunia mulai melihat jumlah penduduk yang besar sebagai potensi kekuatan dahsyat ekonomi dunia.Masih menurut Todd dalam bukunya itu, belum lagi masalah-masalah Eropa, Cina, Jepang, dan Rusia teratasi, muncul lagi kekuatan baru yang sebelumnya tidak begitu banyak diduga akan mengemuka, yaitu kekuatan Islam. Negara-negara muslim yang umumnya kaya dengan sumber daya alam, namun mengalami ketertinggalan akibat sistem pemerintahan dalam negeri yang despotik, kini mulai menggeliat dan mampu menunjukkan kemampuannya mengelola negara secara modern.

Todd dalam bukunya itu secara khusus menyorot kebangkitan kekuatan Iran sebagai salah satu negara muslim besar di dunia. Resistansi Iran dalam menghadapi tekanan AS selama lebih dari dua dasawarsa ini diyakini oleh Todd sebagai indikasi kuat bahwa Teheran memang akan menjadi pilar kekuatan dunia Islam di masa depan. Iran, menurut Todd, telah menunjukkan diri sebagai bangsa yang mampu mengelola negara secara modern. Sistem demokrasi yang diartikan sebagai keterlibatan rakyat secara meluas dalam berbagai transformasi politik juga diyakini oleh Todd telah berlangsung secara baik di Iran. Berbeda dengan hipotesis Samuel Huntington yang meyakini akan terjadinya perbenturan peradaban antara Barat yang diwakili oleh AS dan Eropa dengan Timur yang diwakili oleh peradaban ras kuning dan Islam, Todd malah melihat bahwa hal itu tidak akan terjadi. Eropa yang independen akan mampu mengakomodasi ras kuning dan negara-negara muslim.

Eropa yang independen bahkan jauh lebih suka untuk bergabung bersama Islam dan Cina dalam melawan unilateralisme AS. Kelak akan tercipta sistem keseimbangan dunia yang bersifat multipolar.Menurut Todd, semakin independen Eropa serta semakin kuatnya Rusia, Jepang, dan Cina, ditambah dengan kebangkitan negara-negara muslim, akan semakin cepat pulalah keruntuhan AS. Todd dalam bukunya itu memang tidak menyebut secara pasti masa keruntuhan AS itu. Akan tetapi, sejarah menunjukkan bahwa berbagai transformasi penting di dunia ini semakin hari semakin menunjukkan percepatan. Jika kaidah ini berlaku untuk AS, kisah keruntuhan semi-imperium dunia bernama AS tidak lama lagi akan segera tercatat dalam buku sejarah dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: