SYAHADAT YANG BATAL
“Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual”

Professor UIN berpendapat, katanya Islam mengakui homoseksualitas. Dulu ia pernah mendapat “puja-puji” Amerika. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-230
Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam ‘recognizes homosexuality’ (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam).
Menurut Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings.”
Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini, “Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian. Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety).
Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”, di Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.
The Jakarta Post juga mengutip pendapat seorang pembicara bernama Nurofiah, yang menyatakan, bahwa pandangan dominan dalam masyarakat Islam tentang heterogenitas adalah sebuah “konstruksi sosial”, sehingga berakibat pada pelarangan homoseksualitas oleh kaum mayoritas. Ini sama dengan kasus ”bias gender” akibat dominasi budaya patriarki. Karena itu, katanya, akan berbeda jika yang berkuasa adalah kaum homoseks. Lebih tepatnya, dikutip ucapan aktivis gender ini: “Like gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed. It would be totally different if the ruling group was homosexuals.”
Diskusi tentang homoseksual itu pun menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua organisasi ini, oleh The Jakarta Post, sudah dicap sebagai “kelompok Muslim konservatif”. Ditulis oleh Koran ini: Condemnation of homosexuality was voiced by two conservative Muslim groups, the Indonesian Ulema Council (MUI) and Hizbut Thahir Indonesia (HTI).”
Amir Syarifuddin, pengurus MUI, menyatakan bahwa praktik homoseksual adalah dosa. “Kami tidak akan menganggap homoseksualitas sebagai musuh, tetapi kami akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah,” kata Amir Syarifudin.
Demikianlah berita tentang penghalalan homoseksual oleh sejumlah aktivis liberal, sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post.
Jika kita rajin menyimak perkembangan pemikiran liberal, baik di kalangan Yahudi, Kristen, maupun Islam, maka kita tidak akan heran dengan berita yang dimuat di Harian The Jakarta Post ini. Kaum Yahudi Liberal, juga Kristen Liberal, sudah lama menghalalkan perkawinan sesama jenis. Bahkan, banyak cendekiawan dan tokoh agama mereka yang sudah secara terbuka mendeklarasikan sebagai orang-orang homoseks dan lesbian. Banyak diantara mereka yang bahkan sudah menyelenggarakan perkawinan sesama jenis di dalam tempat ibadah mereka masing-masing.
Bagi kaum Yahudi dan Kristen liberal, hal seperti itu sudah dianggap biasa. Mereka juga menyatakan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah sejalan dengan ajaran Bibel. Mereka pun menuduh kaum Yahudi dan Kristen lain sebagai ”ortodoks”, ”konservatif” dan sejenisnya, karena tidak mau mengakui dan mengesahkan praktik homoseksual. Gereja Katolik, misalnya, tetap mempertahankan doktrinnya yang menolak praktik homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan keputusan bertajuk ”The Vatican Declaration on Sexual Ethics.” Isinya, antara lain menegaskan: ”It (Scripture) does attest to the fact that homosexual acts are intrinsically disordered and can in no case be approved of.” Dalam Pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, Paus Benediktus XVI juga menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual.
Dalam Islam, soal homoseksual ini sudah jelas hukumnya. Meskipun sudah sejak dulu ada orang-orang yang orientasi seksualnya homoseks, ajaran Islam tetap tidak berubah, dan tidak mengikuti hawa nafsu kaum homo atau pendukungnya. Tidak ada ulama atau dosen agama yang berani menghalalkan tindakan homoseksual, seperti yang dilakukan oleh Prof. Siti Musdah Mulia dari UIN Jakarta tersebut.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.
Sejak terbitnya Jurnal Justisia dari Fakultas Syariah IAIN Semarang (edisi 25, Th XI, 2004), yang menghalalkan homoseksual, kita sudah mengingatkan para pimpinan kampus Islam agar lebih serius dalam menangani penyebaran paham liberal di kampus mereka. Sebab, virus liberal ini semakin menampakkan daya rusaknya terhadap aqidah dan pemikiran Islam. Ironisnya, fenomena ini justru digerakkan dari sejumlah akademisi di kampus-kampus berlabel Islam.
Kita ingat kembali, bahwa dalam Jurnal Justisia tersebut, dilakukan kampanye besar-besaran untuk mengesahkan perkawinan homoseksual. Jurnal itu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual, (Semarang:Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005).
Dalam buku tersebut dijelaskan strategi gerakan yang harus dilakukan untuk melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu (1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita.” (hal. 15)
Sebagaimana Prof. Musdah Mulia, para penulis dalam buku itu pun mengecam keras pihak-pihak yang masih mengharamkan homoseksual. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran surat al-A’raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.
Ditulis dalam buku ini sebagai berikut:
‘’Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.” (hal. 39)
Padahal, tentang Kisah Nabi Luth a.s. Al-Quran sudah memberikan gambaran jelas bagaimana terkutuknya kaum Nabi Luth yang merupakan pelaku homoseksual ini:
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
Karena itu, para mufassir Al-Quran selama ratusan tahun tidak ada yang berpendapat seperti anak-anak syariah dari IAIN Semarang itu atau seperti Prof. Musdah Mulia yang berani menghalalkan homoseksual. Gerakan legalisasi homoseksual yang dilakukan oleh kaum liberal di Indonesia sebenarnya sudah melampaui batas. Bagi umat Islam, hal seperti ini merupakan sesuatu yang tidak terpikirkan (“unthought”). Bagaimana mungkin, dari kampus berlabel Islam justru muncul dosen dan mahasiswa yang berani menghalalkan homoseksual, suatu tindakan bejat yang selama ribuan tahun dikutuk oleh agama. Gerakan legalisasi homoseksual dari lingkungan kampus Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Tindakan ini merupakan kemungkaran yang jauh lebih bahaya dari gerakan legalisasi homoseks yang selama ini sudah gencar dilakukan kaum homoseksual sendiri.
Dalam catatan penutup buku karya anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang tersebut, dimuat tulisan berjudul “Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”. Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, “Ya, kita tentu menyambut gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut.”
Juga dikatakan dalam buku tersebut: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”
Logika ini sejalan dengan jalan pemikiran Musdah Mulia yang menyatakan bahwa pelarangan homoseksual hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Barangkali, seperti dikatakan Nurofiah, jika suatu ketika nanti kaum homoseksual sudah menjadi dominan, maka mereka akan memandang bahwa kaum heteroseksual adalah suatu kelainan. Inilah pandangan yang ‘keblinger’, yang lahir dari kekeliruan berpikir.
Sebagaimana kasus perkawinan antara muslimah dan laki-laki non-Muslim yang didukung dan dipenghului oleh sejumlah dosen UIN Jakarta, kita patut khawatir, bahwa para akademisi liberal itu semakin menjadi-jadi tindakannya, dengan menjadi penghulu bagi perkawinan sesama jenis. Kita berharap hal itu tidak terjadi, meskipun Prof. Dr. Musdah Mulia sudah melontarkan pendapatnya tentang homoseksual secara terbuka di media massa. Memang, jika orang sudah hilang rasa malunya, maka dia akan berbuat semaunya sendiri. Mungkin dia merasa sudah hebat, sudah jadi guru besar pemikiran Islam di suatu kampus Islam terkenal. Selama ini pun, orang-orang terdekatnya pun tidak mampu menghentikan kegiatannya.
Namun, jika kita ikuti kisah perjalanan intelektual Prof. Musdah Mulia, kita sebenarnya tidak terlalu heran. Sejak awal, cara berpikirnya sudah kacau. Dia seenaknya sendiri mengubah-ubah hukum Islam, untuk disesuaikan dengan cara pandang dan cara hidup Barat. Tidak aneh, jika karena sepak terjangnya yang seperti itu, tahun lalu, pada Hari Perempuan Dunia tanggal 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS), Washington. Ia dianggap sukses menyuarakan, membela dan mengembalikan hak perempuan di mata agama dengan cara melakukan ‘pembaruan hukum Islam’ – termasuk– undang-undang perkawinan.
Mungkin, setelah mendukung praktik homoseksual ini, dia akan mendapatkan pujian dan penghargaan jauh lebih tinggi lagi dari “kalangan tertentu.” Kita tunggu saja! [Depok, 30 Maret 2008/www.hidayatullah.com]
source: hidayatullah.com
PILIHAN ANDA
Satu setengah tahun yang lalu saya memutuskan untuk coba-coba cari duit dari internet atau istilah kerennya bisnis online, dimana tadinya saya sama sekali tidak respek dengan hal seperti itu dan menganggap bahwa bisnis semacam ini kebanyakan adalah mencari mangsa baru dan menipu.
Berawal dari iseng-iseng saya mengisi sebuah form sebuah website yang memberikan sebuah informasi tentang bisnis investasi online yang saya peroleh setelah googling. Kebiasaan saya ketika saya tidak begitu serius menanggapi sesuatu dan hanya iseng, setelah mengisi form tersebut saya pun melupakannya. Dalam isian form di sebuah website tersebut saya cantumkan nomer ponsel saya karena diperlukan untuk menerima sebuah sms dari server pusat bisnis investasi online tersrbut, dan luar biasa memang bahwa kemudian ponsel saya berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Dalam pikiran saya, “Wah lumayan bagus juga ya” karena setelah saya mengisi formulir tersebut tidak kurang dari lima menit langsung dikirimi sms. Jarang-jarang lho ada bisnis yang memanfaatkan internet dilengkapi dengan fasilitas sms pula. Begitu kata hati saya.
Karena pada waktu itu hanya sekedar kegaguman biasa kemudian saya pun tidak melanjutkan untuk memulai terjun ke bisnis tersebut karena pada saat itu saya sedang berada di titik 0 (nol) dikarenakan warnet yang saya kelola mengalami stagnasi dan tidak ada perkembangan.
Selang dua hari saya ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai “rekan” saya dalam bisnis tersebut, yang pada ahirnya saya tahu bahwa dia menjadi upline saya pada bisnis itu. Walaupun saya mengisi di website pusat akan tetapi nomer ponsel yang saya cantumkan dapat diketahui oleh calon upline tersebut disebabkan website pusat memberikan konfirmasi kepadanya.
Ketika itu saya sedang berada di luar kota dan sedang mengikuti sebuah acara ketika telepon itu menghubungi saya. Saya katakakan pada dia bahwa “silahkan menghubungi saya lagi nanti ketika saya sudah berada di rumah”. Setelah saya rampung dari acara di luar kota dan kembali lagi ke rumah sang calon upline menelpon saya kembali dan memberikan kejelasan saya serta memberikan support supaya saya cepet2 bergabung dengan bisnis ini karena kata dia bisnis ini cukup menjanjikan.
Saya tidak dan belum tertarik untuk mengikuti bisnis ini dan saya masih berpikir panjang karena pada saat itu sedang marak-maraknya modus penipuan melalui ponsel. Saya sempat katakan pada dia bahwa saya belum kenal dengan Anda dan saya tidak tahu Anda dimana. Bagaimana mungkin saya percaya begitu saja? Apalagi untuk bergabung dengan bisnis ini saya harus mengeluarkan uang sebesar 10 juta rupiah? Dan uang 10 juta itu bukanlah jumlah yang sedikit.
Singkat cerita setelah disupport dan dengan berbagai argumentasi juga hasil googling saya tentang bisnis ittersebut di internet ternyata banyak juga yang menjalankannya dan kemudian saya pun memutuskan untuk bergabung. Setelah saya bergabung ternyata benar juga bahwa, sesuai dengan program mereka memberikan bonus yang dijanjikan tepat pada tanggalnya. Saya semakin yakin bahwa bisnis ini adalah bisnis yang cukup menjanjikan ditambah lagi dengan mengalirnya duit ke kantong saya dalam jumlah yang lumayan setiap bulannya.
Sekitar tiga bulan kemudian setelah saya merasakan hasil yang saya peroleh saya mulai percaya diri dan mulai juga mengenalkan bisnis ini kepada teman, rekan, keluarga dan siapa saja yang berpotensi serta berminat dengan bisnis ini.
Dengan berbekal bukti yang sudah mengalir ke kantong saya maka banyak juga dari mereka yang kemudian mengikuti jejak saya bergabung dalam bisnis ini. Dari banyaknya orang yang bergabung di bawah saya maka saya telah resmi menjadi upline mereka. Uang pada saat itu bukan lagi menjadi masalah dalam hidup saya karena setiap bulannya minimal 10 juta saya kantongi.
Setengah tahun telah berlalu dan saya tidak lagi kesulitan masalah duit. Tabungan saya sudah cukup lumayan jumlahnya di rekening. Bulan April tahun 2007 program mengalami perubahan dari pusat, bukannya bonus semakin mengkrucut tapi malah semakin gemuk. Tapi dengan munculnya sistem baru tersebut semua modal yang telah masuk dibekukan dan akan dikeluarkan pada bulan Oktober begitu janji mereka dengan perhitungan bonus berjalan terus sehingga pada bulan 10 itu nantinya akan berlipat-lipat keuntungan yang akan didapat.
Untuk mengikuti program yang baru para member diharuskan menambah modal mereka. Pada saat itu karena saya termasuk orang baru dalam bisnis internet dan berbekal dari trek record perusahaan yang fantastis yang menyebutkan bahwa mereka telah berpengalaman mengelola uang member mereka sejak tahun 1948 saya tidak curiga dan kemudian sayapun memperbaharui modal saya.
Ternyata mereka juga memberikan janji mereka yaitu memberikan bonus yang bagus dan sesuai program mereka. Bisa dibayangkan bahwa jumlah uang di rekening saya juga semakin membengkak.
Bulan Agustus tahun 2007 bertepatan badai yang melanda Dominica, website pusat tidak bisa diakses karena sesuai dengan alamat kantor yang berada di website mereka di daerah tersebut maka otomatis mulai bulan itu bonus tidak lagi bisa mengalir.
Seluruh member di berbagai belahan dunia yang mengikuti program ini kalangkabut, banyak dari mereka percaya kalau website dan kantor mengalami kerusakan parah sehingga belum bisa diakses dan belum bisa online kembali.
Rumorpun berkembang bahwa pada bulan berikutnya akan kembali normal. Namun kabar dan rumor memang tidak bisa dipegang, itu hanya kabar burung sebgai pelipur lara serta penenang kecemasan para investor saja.
Saya tidak bisa diam dengan keadaan seperti ini karena pada bulan berikutnya bonus saya yang sudah mencapai minimal 50jt tidak keluar lagi. Pada saat itu saya sudah muali ragu bahwa website itu akan muncul lagi.
Berbekal keraguan dan sedikit berharap bahwa 31 Oktober 2007 hari akan kembali cerah tanpa sengaja saya membaca sebuah iklan di koran harian yang memberikan pelatihan tentang sebuah trading yang cukup menjanjikan. Sebenarnya saya sudah sedikti belajar tentang trading forex tapi saya tidak begitu serius, disamping pada saat itu menurut pandangan saya adalah bahwa forex cukup rumit untuk bisa profit darinya dan masih adanya sedikti harapan dari bisnis investasi yang sedang saya jalani saat itu.
Iklan di koran harian itu akan mengenalkan dan memberikan pelatihan tentang trading options. Saya gak ngerti apa itu trading options dan bagaiman cara menjalankannya. Berdasar rasa penasaran tersebut kemudian saya mengikuti free seminarnya. Ternyata trading options itu bergerak dalam bidang saham, begitu dari prolog yang disampaikan oleh sang pengampu free seminar tersebut.
2 jam telah berlalu sampailah pada ahir acara tersebut. Pada ahir acara kemudian diberitahukan kalau yang ingin serius mengikuti workshop harus membayar sejumlah uang yang katanya seminar serupa di luar negeri biayanya sampai mencapai 35jt!. Namun dengan berbaik hati mereka menawarkan harga fantastik yaitu hanya 3,5jt saja.
Sekali lagi Pada saat itu uang bukanlah menjadi masalah buat saya, dengan niat mencari pengetahuan baru sayapun mengikuti workshop (ws) tersbut selama tiga hari. Dalam benak saya ini adalah pengetahuan yang sangat berharga untuk mengantisipasi jika memang website investasi yang saya ikuti benar-benar mati.
Sambil menunggu tanggal 31 oktober saya melakukan virtual trading options kurang lebih selama satu bulan. Sampai ahirnya datanglah waktunya di kalender menunjukan tanggal 31 Oktober 2007 dan website itu benar-benar tidak muncul!. Maka mulai saat itu saya pasrah Muncul Al-hamdulillah gak munculpun saya sudah memiliki bekal baru Begitu kata hati saya.
Dan sejak saat itu saya sudah mulai mengerjakan live trading options. Dan ternyata benar juga dari berbekal latihan yang saya jalankan kemudian saya terapkan dalam live trading pada awal-awal saya trading dalam semalem saya bisa profit mencapai di atas 200%! FANTASTIS!!
Lihat profit saya dalam beberapa jam dalam semalem pada bulan Januari kemaren di bawah ini :
wah ternyata gambarnya nabrak (atau mungkin ilang sama sekali ya??) tapi tenang saja silahkan Anda lihat di http://www.dhymazz.blogspot.com/ KLIK saja di-link itu pasti lari kesana deh

Gambar di atas pada pukul 10:08:55 (lihat pada tulisan yang saya lingkari di bawah tulisan Account Positions) atau sekitar 30 menit setelah pasar buka saya sudah mendapatkan profit 43.75% (lihat pada Gain/Loss %).

Pada pukul 1:02 atau 3 jam kemudian profit saya bertambah mejadi 162.50%!

Satu jam kemudian profit saya naik menjadi 206.25%!
dan dua puluh menit kemudian profit saya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Hari itu ditutup pada profit di bawah ini

Modal yang saya keluarkan hanya $80.00 lihat di Total C/B hanya dalam waktu 6 jam sudah menjadi $185.00 atau 231.25% dalam waktu yang singkat.
Tidak perlu modal banyak dalam bermain options, tapi kadang-kadang bagi orang yang hanya mengenal sedikit tentang trading ini (dan ini saya dengar sendiri) mereka bilang kalau mau trading options itu harus mempunyai kantong tebal!!. Tapi mungkin mereka lupa atau belum paham dengan trading ini dimana sebenarnya kita hanya melakukan trading options bukan membeli sahamnya. Lantas apa dan bagaimana sebenarnya trading OPTIONS itu?? Akan saya bahas pada bagian yang lain
atau Anda bisa membaca bahasan tentang options pada http://generasiku.blogspot.com
Saya di sini hanya ingin memberikan sebuah cerita pengalaman saya, dan kalau boleh usul mending gak usah deh ikut2-an investasi kalau perusahaan atau pengelola dana tersebut tidak masuk akal apalagi investasi online RISKAN!!.
Jika Anda seorang pemula dalam bidang investasi online, banyak2lah mencari informasi tentang bisnis yang sedang Anda incar. Jangan mudah percaya dengan iming2 bonus dan profit yang besar . Semakin besar bonus atau keuntungan yang diperoleh semakin besar pula tingkat kebohongannya.
Tidak ada uang banyak tanpa kerja keras selain warisan atau hadiah
Intinya semakin besar target uang yang akan kita capai maka bersiaplah untuk semakin giat pula kita dalam bekerja. Jika Anda ingin memulai untuk membangun sebuah kerajaan uang bisa Anda lakukan dengan bertrading baik itu Forex, Options, Future, Stock dll. Tapi ingat sekali Anda masuk kesana maka pelajari perangkat yang berlaku disana. Ahirnya salam sukses saja buat Anda semua!!
