Tokoh Evangelis AS Serukan Penghancuran Islam

Parsley, pemimpin World Harvest Church of Columbus yang memiliki sekitar 12.000 jamaah di AS ini, sudah menulis sejumlah buku berisi pandangan-pandangan keagamaan yang menunjukkan bahwa ia seorang fundamentalis.
Dalam bukunya yang terbit tahun 2005 berjudul “The 2005 Silent No More” di bab “Islam:The Deception of Allah“, Parsley mengingatkan bahwa ada perang peradaban antara Islam dan Kristen. Parsley juga menyebut Islam sebagai agama yang anti-Kristus dan mendesak AS agar mengobarkan Perang Salib baru untuk memusnahkan agama Islam.
Hubungan McCain dengan Parsley dalam bidang politik sangat erat. Pada pemilu tahun 2004, gereja Parsley dianggap berperan besar dalam mendorong para penganut Kristen fundamentalis di AS untuk memberikan suaranya pada George W. Bush yang waktu itu menjadi kandidat presiden AS. Gereja Parsley pernah dituding terlibat dalam kasus-kasus penggelapan pajak tokoh-tokoh pro-Republik. (ln/presstv/eramuslim)
Suara Dari Amerika Hancurkan Makkah
Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Entah apa yang berkecamuk di benak Thomas Tancredo, anggota Kongres Amerika Serikat, asal Colorado. Dalam wawancara radio WFLA-AM, Orlando, Florida, Jumat dua pekan lalu (15/7), ia ditanya secara hipotesis tentang apa yang harus dilakukan AS jika beberapa kotanya diserang dengan senjata nuklir.
Anggota Kongres dari Partai Republik ini menjawab, “Jika ini terjadi di AS, dan kita mengetahuinya sebagai perbuatan Muslim Ekstrem-Fundamentalis, Anda dapat menyerang tempat-tempat suci mereka.”
Pat Campbell, sang pewawancara, bertanya untuk memperjelas, “Anda berbicara tentang mengebom Makkah?” Tancredo menjawab pasti, “Ya.”
Penjelasan ini, ia perkuat kembali tiga hari berikutnya. Menurutnya, jawaban itu ia maksudkan sebagai upaya mencari metode yang dapat ditempuh AS dalam rangka mengantisipasi serangan mendatang. “Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai serangan ini adalah menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan tempat-tempat suci itu diserang,” demikian bunyi penjelasan pers itu.
Pelecehan sekaligus ancaman terhadap Islam ini segera menyulut protes warga Muslim Amerika. Berbagai tokoh Muslim AS segera meminta Partai Republik di Colorado dan seluruh wilayah AS mengutuk pernyataan Tancredo. Mereka juga meminta agar ia minta maaf secara pribadi pada warga Colorado dan setiap Muslim AS atas pernyataannya.
Bahkan, sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Selasa (12/6), Komite Hubungan Islam-Amerika (CAIR) tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Thomas Tancredo. Lembaga sipil Muslim terbesar di AS ini ingin mengetahui pasti maksud Tancredo.
“Pernyataan Tancredo berbahaya dan tak layak (diucapkan) oleh seorang anggota Kongres,” kritik James Zaghbi, Direktur Hubungan Arab-Amerika. Menurutnya, perkataan seperti ini, jika keluar dari seorang tokoh dipilih akan berbahaya bagi upaya memerangi terorisme, selain tidak mencerminkan perasaan rakyat Amerika. Selain itu, tambah Zaghbi, ungkapan tak bertanggung jawab ini dapat memperluas kesenjangan hubungan antara AS dengan dunia Arab dan Islam.
Lembaga Dewan Urusan Umum Muslimin bahkan meminta Presiden George W Bush dan lembaga Kongres untuk mengecam pernyataan tentang “penghancuran Makkah” oleh Tancredo. Protes keras juga datang dari Colorado, wilayah yang diwakili Tancredo. “Penjelasan Tancredo radikal dan tidak mencerminkan realitas,” ujar Mohammad Noorzai, Koordinator Dewan Muslim Colorado. Baginya, sosok manapun dalam posisi Tancredo, perlu berhati-hati dalam berkomentar, jika berkait dengan tempat suci dan teks agama.
Bukan hanya warga Muslim yang berang. Juru bicara anggota Kongres, Nancy Pelusi, yang memimpin minoritas demokrat di Kongres menilai pernyataan itu “tidak bertanggung jawab”. Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Sebenarnya, seperti apa sosok Tancredo. Selama ini, ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang keras berkaitan dengan imigrasi dan kehadiran warga asing. Kabarnya, mengutip Islamonline, Rabu (20/7), ia bersiap terjun pada pemilihan presiden tahun 2008 mendatang mewakili partai Republik. Ia juga dikabarkan tengah mulai berkeliling guna menakar kekuatan dukungan untuk dirinya.
Tancredo bukanlah orang pertama yang berpikiran untuk mengebom Makkah. Desember 2002 lalu, seorang perwira tinggi Israel meminta pemerintahnya mengumumkan niat menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi jika Israel mendapat serangan nuklir dari negara atau kelompok Arab atau Muslim. Usulan ini dimuat dalam artikel berjudul “Ancaman Nuklir terhadap Israel”, yang dimuat dalam harian Haartz yang terbit di Israel. Penulisnya adalah perwira berpengkat kolonel dengan inisial M dan bekerja sebagai dosen di sebuah institut militer Israel.
Kabarnya, seperti dinyatakan koresponden Haartz pada desk militer, Aminon Barzlai, negara Zionis ini mempunyai 100-400 hulu ledak nuklir yang bisa dilontarkan dari darat, laut dan udara. Selain Israel, Ritch Louri, editor majalah National Review yang terbit di AS, juga pernah mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan senjata nuklir. Ide itu dituangkan pada tulisannya yang dimuat dalam edisi internet, Maret 2002 lalu.
“Seandainya kita punya bom ‘aman’ yang bisa menjamin pembatasan kehancuran hanya pada titik serangan, kita akan letakkan Gaza dan Ramallah dalam daftar target,” tulis Louri, sebagaimana dikutip harian Al-Wathan yang terbit di Arab Saudi. Setelah semua ini, pertanyaan yang layak diajukan, dalam posisi apakah umat Islam saat ini? Di satu sisi terancam dan terintimidasi, namun di sisi lain dicap teroris. Persis seperti kata pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. “Kalau mereka mau menyerang Makkah, berarti mereka mengobarkan perang Salib lagi. Nggak ada masalah. Asal umat Islam sadar bahwa mereka itu memusuhi dan memerangi Islam,” ujar KH A Cholil Ridwan, wakil ketua Komite Solidaritas Islam Indonesia (KISDI).
Lima belas abad silam, kabar tentang bakal diserangnya Makkah, dalam hal ini Baitullah, telah diwartakan oleh Rasulullah saw. “Sungguh Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka,” (HR Muslim, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah). Peristiwa ini, meskipun tidak disebutkan pelakunya maupun waktunya, juga menjadi salah satu tanda kiamat.
Bagi umat Islam, sunnatullah selalu menegaskan, kemenangan adalah milik kebenaran dan keadilan, meski datangnya kadang belakangan. (Sabili)
M. Nurkholis Ridwan










Myazinda berkata,
4 Juli, 2008 pada 11:19 pm
Kebodohan yang harus di “ajari”
mereka bersifat demikian karena kesalahan pengetahuan tentang islam,
dan pengetahuan mereka sendiri yang telah menutup hati mereka.
kaum muslimin diharap aktif terus menggali agamanya, sehingga dapat memberikan pemahaman penjelasan yang tepat kepada mereka.
yang terbaik adalah menanggapi dan bersikap seperti Rosulullah Saw.
mengangkat senjata adalah cara terakhir.
alisina al buqori berkata,
7 Oktober, 2009 pada 2:34 pm
Setelah saya pelajari agama2 terdahulu, tak seorang pun nabi yang memperbolehkan pengikutnya untuk membunuh sesamanya. Tuhan tidak akan memaksa umatnya untuk menyembahNya. Jika umat sudah bejat Tuhan sendiri yang turun tangan. Lihat Nuh, dia tidak difirmani untuk membunuh manusia. Cukup Tuhan yg menenggelamkan bumi. Sodom Gomorah juga demikian. Musa eksodus dari Mesir tidak angkat senjata. Kenapa kebiadaban sekarang merajalela, hanya karena Tuhannya tidak disembah, pimpinannya dilecehkan. Mudah2an dunia semakin arif dan bijak. Saya yakin Tuhan tidak membolehkan umatNya saling membunuh dengan alasan apa pun.
irham berkata,
21 September, 2008 pada 12:55 am
kristen is fuck shit ass hole an same with vagina
PhyMan berkata,
29 Oktober, 2008 pada 10:34 am
semoga Allah melaknat mereka ( musuh – musuh islam, terutama yahudi dan kristen ), menempatkan mereka dalam neraka Jahanam dan mengharamkan mereka mencium wanginya surga.
imam mahdi berkata,
18 November, 2008 pada 7:24 am
Padahal islam mengajarkan toleransi antar umat beragama, dan islam tidak akan menyerang kecuali diserang, islam teroris itu adalah bullshit belaka, besok kiamat tau
jomen berkata,
18 Februari, 2009 pada 11:39 am
benar p kata imam mahdi bahwa islam itu agama yang paling mulia disis allah swt dan islam adlah agama yang paling suci.
para orang zionis itu tidak tahu bahwa islam ini adalah seperti singa yang apabila digangu ia akan siap menerkam. Ass….
fakta berkata,
11 April, 2009 pada 2:25 am
toleransi?? dah jelas2 alquranmu mengkafiri orang nasrani dan yahudi. mana bisa dibilang toleransi. parah dah munafik orang islam. eh buat muslim2 terpelajar apakah Alloh SWT kalian agamanya Islam? klo iya pantas mengkafirkan umat lain. asem
???? berkata,
3 Mei, 2009 pada 3:27 am
berpeganglah pada iman kalian , jaga QAlbu kalian, semua itu ada balasannya….
jangan takut_ janganlah SARA, damai itu Indah apabila dijalani
elyan berkata,
18 Mei, 2009 pada 1:51 pm
tulisan di atas adalah salah satu bentuk tindakan yang ingin memecahkan persatuan dan rasa persaudaraan antar umat beragama. sebaiknya, kita jangan saling menghakimi, mengejek, menghina, merasa diri paling benar, dan sebagainya.. Namun, ini merupakan tantangan bagi kita untuk semakin berusaha menjaga rasa persatuan di antara kita smua di muka bumi ini. Damai itu indah, teman..
daging busuk berkata,
27 Juni, 2009 pada 10:36 am
kalau saja islam mau berkaca,,tidak memprovokasi dalam ceramahnya,mau menerima perbedaan,saya yakin islam akan diterima..
kenyataannya islam selalu melakukan teror,,penghancuran agama lain…
tunggu kiamat tiba,,biar kedok islam sebagai penyebar teror akan terbuka..
where is your love? berkata,
10 November, 2009 pada 2:37 am
don’t judge another religion by the people , that’s SUBJECTIVE view !
where is your love? berkata,
10 November, 2009 pada 2:40 am
if you wanted to learn about another religion , INTERNET IS NOT A GOOD PLACE FOR IT!
if you wanted to learn about christian , ask the good christian in church or somewhere else
if you wanted to learn about islam , ask the good one in mosque or somewehere else!
where is your love? berkata,
10 November, 2009 pada 2:43 am
if you keep insulting another religion without knowing what they really teach about , you’re COWARD
can we respect each other???