Ha’aretz: Israel Minta Hamas Keluarkan Askelon dari Zona Pertempuran

Infopalestina: Media-media massaIsrael tidak pernah menyangsikan kemungkinan agresi terbatas Israel terhadap Jalur Gaza berubah menjadi aksi meluas dan pendudukan darat secara besar-besaran. Meskipun prediksi yang berkembang di Israel mengatakan tidak adanya solusi menyeluruh untuk menangkal serangan roket-roket perlawanan Palestina.
Koresponden militer harian Israel Ha’aretz, Amos Hariel mengutip dari sumber-sumber militer IsraelIsrael menyerang para kadernya dari udara atau berinisiatif melancarkan aksi militer darat. yang mengatakan bahwa Hamas ingin membangun terror balancing (perimbangan teror). Yaitu dengan melakukan upaya yang bisa mencegah
Untuk itu, gerakan Hamas membalas aksi-aksi militer Israel dengan melancarkan serangan-serangan roket al Qassam dan juga roket Katiyosha kea rah Askelon. Padahal Israel menginginkan dari semua aksi militer dan agresinya ke Jalur Gaza adalah agar bisa memberikan keleluasaan maneuver yang lebih besar.
Amos menambahkan, “Israel menginginkan dari aksi-aksi yang dilakukan saat ini pengakuan dari Hamas agar mengeluarkan Askelon dari zona pertempuran dan membebaskan serangan roket atas kota Sderot.”
Pengakuan Olmert
Dalam kunjungan ke Askelon, Selasa (11/03), PM Israel Ehud Olmert mengakui kelemahan pemerintah dan militernya dalam menghadapi roket-roket buatan lokal Palestina yang ditembakan faksi-faksi perlawanan Palestina dari Jalur Gaza ke arah permukiman-permukiman Yahudi yang berdekatan dengan Jalur Gaza, khususnya Askelon. Askelon adalah wilayah yang mengalami hujan roket yang ditembakan perlawanan Palestina selama dua pekan paska pembantaian di Jalur Gaza oleh pasukan Zionis Israel. Serangan roket-roket perlawanan ke Askelon ini telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan parah.
Olmert mengatakan dalam kunjungannya itu, “Meskipun roket Garad (yang menurut otoritas Israel banyak digunakan untuk menggempur wilayah Askelon) lebih ringan daripada roket qassam, namun kami tidak memiliki cara untuk mencegah berulangnya serangan-serangan ini. Untuk itu, harus dilakukan kajian secara mendalam.”
PM Ehud Olmert meminta warga Askelon, sebagaimana dilakukan sebelumnya terhadap warga Sderot yang mengalami serangan gencar roket-roket perlawanan, agar terbiasa dengan pemikiran bahwa jatuhnya roket belum dan tidak akan terjadi sekali saja. Bahwa Israel tidak memiliki cara untuk mencegah jatuhnya roket-roket berikutnya.”
Pengakuan Olmert ini menyulut serangan sengit di dalam parlemen Israel. Sebanyak 43 anggota parlemen dari kelompok oposisi, Rabu (12/03) meminta dilakukan dialog khusus di parlemen Knesset yang diikuti oleh semua fraksi dengan dihadiri PM Israel Ehud Olmert untuk mendiskusikan apa yang disebut Olmert “kelemahan pemerintah” menghentikan serangan roket-roket Palestina.
Ketua Fraksi Likud, partai oposisi terbesar di Israel, Gideon Sair menyebut perkataan PM Olmert sebagai “memalukan”. Dia mengingatkan bahwa pernyataan ini disampaikan Olmert menyusul ancaman gerakan Hamas untuk melancarkan seangan balasan ke Israel.
Melaluai ketuanya Fraksi Likud meminta PM Olmert mundur dari jabatannya. Akibat pengakuannya telah gagal menghentikan seangan roket buatan lokal Palestina. Gideon mengatakan, “Apabila tidak mampu menghadapi tantangan keamanan maka seyogianya dia mundur.”
Pernyataan Olmert ini dianggap oleh anggota Likud sebagai “kekurangan fatal”. Olmert diminta agar tidak menganggap serangan roket ke kota Askelon sebagai perkara yang pasti harus menyerah dengan keadaan. Anggota yang lain menyebut sikap Olmert ini sebagai “kebangkrutan keamanan dan ideologi”. (seto)
infopalestina.com
Angkatan Udara Israel Semakin Cemas Menghadapi Perlawanan di Gaza
Jerusalem -Infopalestina: Meningkatnya kemampuan roket perlawanan Palestina semakin membuat cemas militer Israel, khususnya angkatan udaranya. Hal ini ternjadi menyusul keberhasilan Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, menembak pesawat heli tempur Israel yang terbang di Jalur Gaza, Jum’at (14/03). Angkatan Udara Israel mengungkapkan bila situasi ini terus berkembang dan semakin tidak terkendali, maka kemungkinan pesawat-pesawat Israel akan jatuh semakin besar.
“Kemungkinan jatuhnya pesawat tempur Isreal di masa yang akan datang akan semakin besar. Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan mengancam pasukan Israel di masa yang akan datang. Setiap faksi perlawanan mempunyai kesempatan besar untuk menjatuhkan pesawat helikopter Israel,” ungkap seorang pejabat senior angkatan udara Israel pada harian Israel Yedeot Aharonot, Senin (17/03).
Pejabat militer Israel ini menegaskan, meningkatnya jumlah senjata perang yang masuk ke Jalur Gaza, mengakibatkan posisi angkatan udara Israel semakin berbahaya. Pihaknya sedang berupaya untuk meminimalisir ancaman ini. Sumber di angkatan udara Israel menyebutkan, pihaknya sedang mempelajari sejauh mana ancaman yang dihadapi pesawat tempur Israel di Jalur Gaza, menyusul keberhasilan Brigade Izzuddin al Qassam menembak pesawat tempurnya.
Aharonot menambahkan, berdasarkan informasi dari pejabat Hamas menyebutkan, tujuan dari serngn-serangan ini adalah untuk menjatuhkan pesawat tempur Israel berikut pilotnya, sekaligus menjadikannya sebagai tawanan yang akan dijadikan sandera. Sebagaimana Gilad Shalit yang hingga kini masih menjadi sandera kelompok perlawanan untuk menambah daya tawar Hamas dalam transaksi pertukaran tawanan Palestina.
Aharonot juga mengatakan, berdasarkan sumber Palestina yang dikutip koresponden Aharonot menyebutkan, senjata anti pesawat yang dimiliki Hamas saat ini adalah hasil rampasan dari pasukan keamanan Abbas yang berhasil ditundukan di Gaza pertengahan tahun 2007 lalu. Senjata-senjata itu disimpan di sejumlah kantor kepresidenan dan kantor Fatah di Jalur Gaza.
Terkena Tembakan al Qassam
Penjajah Zionis Israel mengakui pesawatnya terkena tembakan roket yang dilancarkan Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Jum’at (14/03). Ini adalah perkembangan baru, untuk pertama kalinya sejak tahun 1967.
Dua stasiun televisi Israel, Chanel I dan II, Jum’at malam, menegaskan bahwa pesawat heli tempur Israel untuk pertama kalinya terkena serangan Palestina. Saat itu pesawat naas ini sedang melaksanakan tugas rutin di atas Jalur Gaza. Chenel I Televisi Israel mengatakan awak pesawat yang kembali ke pangkalan menegaskan bahwa pesawatnya benar-benar terkena serangan Palestina.
Brigade al Qassam menegaskan, Unit Pertahanan Udara al Qassam dengan menggunakan senjata sederhana, senjata anti darat, yaitu senjata mesin otomatis berat dan sedang, berhasil melancarkan tembakan dari sejumlah lokasi ke arah pesawat heli tempur Israel yang terbang di arah timur wilayah utara Jalur Gaza.
Dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina, Brigade al Qassam mengatakan, “Serangan anti darat mengenai langsung pesawat (Israel). Kejadian ini memaksa pesawat Israel meninggalkan wilayah utara dengan segera dan mendarat secara darurat di salah satu pangkalan Israel di dekat Jalur Gaza.”
Media-media massaIsrael mengutip dari sumber-sumber militer Israel yang mengungkapkan kecemasan mereka, bahwa ini adalah perkembangan yang sangat berbahaya. Karena hal ini belum pernah terjadi sejak penjajah Israel menduduki Jalur Gaza tahun 1967. Sumber-sumber militer IsraelIsrael tengah menyelidiki jenis senjata yang digunakan perlawanan Palestina sehingga bisa mengenai pesawatnya. mengisyaratkan bahwa dinas keamanan
Larangan Terbang di Atas Gaza
Sebelumnya harian terkemuka Israel Ma’arev menyebutkan, angkatan udara Israel tengah mempelajari kemungkinan penambahan sistem keamanan pesawat-pesawat tempur yang terbang di atas udara Jalur Gaza. Bukan itu saja, angkatan udara Israel juga akan merubah jalur penerbangan pesawat tempurnya jauh dari udara langit Jalur Gaza. Mereka khawatir persawat-pesawat tempurnya dihantam roket baru anti pesawat yang ditengarai berhasil masuk ke Jalur Gaza sejak Hamas berhasil menguasai wilayah tersebut sejak pertengahan Juni 2007 lalu.
Harian Ma’arev mengutip sumber-sumber militer Israel yang mengatakan bahwa roket-roket baru anti tank telah masuk ke Jalur Gaza. Roket-roket ini sangat mirip dengan roket-roket yang digunakan Hizbullah dalam pertempuran Juli tahun 2006 lalu.
Sumber-sumber militer Israel mengingatkan bahwa 200 ribu warga Israel akan menjadi target sasaran serangan roket Palestina dalam dua tahun mendatang apabila tidak dilakukan gempuran terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina dan menghentikan perkembangan militer mereka.
Para jenderal Israel juga telah mengingatkan kekhawatiran mereka tentang masuknya senjata canggih ke Jalur Gaza. Mereka menyebut senjata-senjata ini adalah senjata-senjata seperti roket anti pesawat dan anti kendaraan lapis baja, serta roket dengan daya jangkau lebih jauh daripada roket-roket buatan lokal al qassam.
Sumber-sumber keamanan Israel mengungkapkan kemungkinan perlawanan Palestina di Jalur GazaAda kemungkinan terjadi penyelundupan bagian-bagian dari jenis roket ini melalui terowongan yang dijadikan penyelundupan roket jenis Garad ke Jalur Gaza. mendapatkan roket jenis Fajr yang dimiliki kelompok Hizbullah Libanon. Roket jenis ini memiliki daya jangkau 43 – 73 kilometer.
Sumber-sumber keamanan Israel mengklaim bahwa perlawanan Palestina di Jalur Gaza berupaya mendapatkan roket-roket panggul anti pesawat jenis Misag 1 yang memungkinkan bisa menjatuhkan pesawat Israel dalam radius 4 kilometer. (seto)
Tokoh Evangelis AS Serukan Penghancuran Islam

Parsley, pemimpin World Harvest Church of Columbus yang memiliki sekitar 12.000 jamaah di AS ini, sudah menulis sejumlah buku berisi pandangan-pandangan keagamaan yang menunjukkan bahwa ia seorang fundamentalis.
Dalam bukunya yang terbit tahun 2005 berjudul “The 2005 Silent No More” di bab “Islam:The Deception of Allah“, Parsley mengingatkan bahwa ada perang peradaban antara Islam dan Kristen. Parsley juga menyebut Islam sebagai agama yang anti-Kristus dan mendesak AS agar mengobarkan Perang Salib baru untuk memusnahkan agama Islam.
Hubungan McCain dengan Parsley dalam bidang politik sangat erat. Pada pemilu tahun 2004, gereja Parsley dianggap berperan besar dalam mendorong para penganut Kristen fundamentalis di AS untuk memberikan suaranya pada George W. Bush yang waktu itu menjadi kandidat presiden AS. Gereja Parsley pernah dituding terlibat dalam kasus-kasus penggelapan pajak tokoh-tokoh pro-Republik. (ln/presstv/eramuslim)
Suara Dari Amerika Hancurkan Makkah
Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Entah apa yang berkecamuk di benak Thomas Tancredo, anggota Kongres Amerika Serikat, asal Colorado. Dalam wawancara radio WFLA-AM, Orlando, Florida, Jumat dua pekan lalu (15/7), ia ditanya secara hipotesis tentang apa yang harus dilakukan AS jika beberapa kotanya diserang dengan senjata nuklir.
Anggota Kongres dari Partai Republik ini menjawab, “Jika ini terjadi di AS, dan kita mengetahuinya sebagai perbuatan Muslim Ekstrem-Fundamentalis, Anda dapat menyerang tempat-tempat suci mereka.”
Pat Campbell, sang pewawancara, bertanya untuk memperjelas, “Anda berbicara tentang mengebom Makkah?” Tancredo menjawab pasti, “Ya.”
Penjelasan ini, ia perkuat kembali tiga hari berikutnya. Menurutnya, jawaban itu ia maksudkan sebagai upaya mencari metode yang dapat ditempuh AS dalam rangka mengantisipasi serangan mendatang. “Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai serangan ini adalah menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan tempat-tempat suci itu diserang,” demikian bunyi penjelasan pers itu.
Pelecehan sekaligus ancaman terhadap Islam ini segera menyulut protes warga Muslim Amerika. Berbagai tokoh Muslim AS segera meminta Partai Republik di Colorado dan seluruh wilayah AS mengutuk pernyataan Tancredo. Mereka juga meminta agar ia minta maaf secara pribadi pada warga Colorado dan setiap Muslim AS atas pernyataannya.
Bahkan, sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Selasa (12/6), Komite Hubungan Islam-Amerika (CAIR) tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Thomas Tancredo. Lembaga sipil Muslim terbesar di AS ini ingin mengetahui pasti maksud Tancredo.
“Pernyataan Tancredo berbahaya dan tak layak (diucapkan) oleh seorang anggota Kongres,” kritik James Zaghbi, Direktur Hubungan Arab-Amerika. Menurutnya, perkataan seperti ini, jika keluar dari seorang tokoh dipilih akan berbahaya bagi upaya memerangi terorisme, selain tidak mencerminkan perasaan rakyat Amerika. Selain itu, tambah Zaghbi, ungkapan tak bertanggung jawab ini dapat memperluas kesenjangan hubungan antara AS dengan dunia Arab dan Islam.
Lembaga Dewan Urusan Umum Muslimin bahkan meminta Presiden George W Bush dan lembaga Kongres untuk mengecam pernyataan tentang “penghancuran Makkah” oleh Tancredo. Protes keras juga datang dari Colorado, wilayah yang diwakili Tancredo. “Penjelasan Tancredo radikal dan tidak mencerminkan realitas,” ujar Mohammad Noorzai, Koordinator Dewan Muslim Colorado. Baginya, sosok manapun dalam posisi Tancredo, perlu berhati-hati dalam berkomentar, jika berkait dengan tempat suci dan teks agama.
Bukan hanya warga Muslim yang berang. Juru bicara anggota Kongres, Nancy Pelusi, yang memimpin minoritas demokrat di Kongres menilai pernyataan itu “tidak bertanggung jawab”. Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.
Sebenarnya, seperti apa sosok Tancredo. Selama ini, ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang keras berkaitan dengan imigrasi dan kehadiran warga asing. Kabarnya, mengutip Islamonline, Rabu (20/7), ia bersiap terjun pada pemilihan presiden tahun 2008 mendatang mewakili partai Republik. Ia juga dikabarkan tengah mulai berkeliling guna menakar kekuatan dukungan untuk dirinya.
Tancredo bukanlah orang pertama yang berpikiran untuk mengebom Makkah. Desember 2002 lalu, seorang perwira tinggi Israel meminta pemerintahnya mengumumkan niat menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi jika Israel mendapat serangan nuklir dari negara atau kelompok Arab atau Muslim. Usulan ini dimuat dalam artikel berjudul “Ancaman Nuklir terhadap Israel”, yang dimuat dalam harian Haartz yang terbit di Israel. Penulisnya adalah perwira berpengkat kolonel dengan inisial M dan bekerja sebagai dosen di sebuah institut militer Israel.
Kabarnya, seperti dinyatakan koresponden Haartz pada desk militer, Aminon Barzlai, negara Zionis ini mempunyai 100-400 hulu ledak nuklir yang bisa dilontarkan dari darat, laut dan udara. Selain Israel, Ritch Louri, editor majalah National Review yang terbit di AS, juga pernah mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan senjata nuklir. Ide itu dituangkan pada tulisannya yang dimuat dalam edisi internet, Maret 2002 lalu.
“Seandainya kita punya bom ‘aman’ yang bisa menjamin pembatasan kehancuran hanya pada titik serangan, kita akan letakkan Gaza dan Ramallah dalam daftar target,” tulis Louri, sebagaimana dikutip harian Al-Wathan yang terbit di Arab Saudi. Setelah semua ini, pertanyaan yang layak diajukan, dalam posisi apakah umat Islam saat ini? Di satu sisi terancam dan terintimidasi, namun di sisi lain dicap teroris. Persis seperti kata pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. “Kalau mereka mau menyerang Makkah, berarti mereka mengobarkan perang Salib lagi. Nggak ada masalah. Asal umat Islam sadar bahwa mereka itu memusuhi dan memerangi Islam,” ujar KH A Cholil Ridwan, wakil ketua Komite Solidaritas Islam Indonesia (KISDI).
Lima belas abad silam, kabar tentang bakal diserangnya Makkah, dalam hal ini Baitullah, telah diwartakan oleh Rasulullah saw. “Sungguh Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka,” (HR Muslim, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah). Peristiwa ini, meskipun tidak disebutkan pelakunya maupun waktunya, juga menjadi salah satu tanda kiamat.
Bagi umat Islam, sunnatullah selalu menegaskan, kemenangan adalah milik kebenaran dan keadilan, meski datangnya kadang belakangan. (Sabili)
M. Nurkholis Ridwan









