III. Mengkaji Ulang Humanisme

15 Oktober, 2006 at 2:09 am (Tak Berkategori) ()

III. Mengkaji Ulang Humanisme

”Humanisme” dipandang sebagai sebuah gagasan positif oleh kebanyakan orang. Humanisme mengingatkan kita akan gagasan-gagasan seperti kecintaan akan peri kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan. Tetapi, makna filosofis dari humanisme jauh lebih signifikan: humanisme adalah cara berpikir bahwa mengemukakan konsep peri kemanusiaan sebagai fokus dan satu-satunya tujuan. Dengan kata lain, humanisme mengajak manusia berpaling dari Tuhan yang menciptakan mereka, dan hanya mementingkan keberadaan dan identitas mereka sendiri. Kamus umum mendefinisikan humanisme sebagai “sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan pada berbagai nilai, karakteristik, dan tindak tanduk yang dipercaya terbaik bagi manusia, bukannya pada otoritas supernatural mana pun”.33


Dewasa ini, humanisme telah menjadi nama lain bagi ateisme. Salah satu contohnya adalah antusiasme terhadap Darwin yang khas pada majalah Amerika, The Humanist.

Namun, definisi paling jelas tentang humanisme dikemukakan oleh pendukungnya. Salah seorang juru bicara humanisme paling terkemuka di masa kini adalah Corliss Lamont. Dalam bukunya, Philosophy of Humanism, ia menulis:

(Singkatnya) humanisme meyakini bahwa alam… merupakan jumlah total dari realitas, bahwa materi-energi dan bukan pikiran yang merupakan bahan pembentuk alam semesta, dan bahwa entitas supernatural sama sekali tidak ada. Ketidaknyataan supernatural ini pada tingkat manusia berarti bahwa manusia tidak memiliki jiwa supernatural dan abadi; dan pada tingkat alam semesta sebagai keseluruhan, bahwa kosmos kita tidak memiliki Tuhan yang supernatural dan abadi. 34

Sebagaimana dapat kita lihat, humanisme nyaris identik dengan ateisme, dan fakta ini dengan bebas diakui oleh kaum humanis. Terdapat dua manifesto penting yang diterbitkan oleh kaum humanis di abad yang lalu. Yang pertama dipublikasikan tahun 1933, dan ditandatangani oleh sebagian orang penting masa itu. Empat puluh tahun kemudian, di tahun 1973, manifesto humanis kedua dipublikasikan, menegaskan yang pertama, tetapi berisi beberapa tambahan yang berhubungan dengan berbagai perkembangan yang terjadi dalam pada itu. Ribuan pemikir, ilmuwan, penulis, dan praktisi media menandatangani manifesto kedua, yang didukung oleh Asosiasi Humanis Amerika yang masih sangat aktif.

Jika kita pelajari manifesto-manifesto itu, kita menemukan satu pondasi dasar pada masing-masingnya: dogma ateis bahwa alam semesta dan manusia tidak diciptakan tetapi ada secara bebas, bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada otoritas lain apa pun selain dirinya, dan bahwa kepercayaan kepada Tuhan menghambat perkembangan pribadi dan masyarakat. Misalnya, enam pasal pertama dari Manifesto Humanis adalah sebagai berikut:

Pertama: Humanis religius memandang alam semesta ada dengan sendirinya dan tidak diciptakan.

Kedua: Humanisme percaya bahwa manusia adalah bagian dari alam dan bahwa dia muncul sebagai hasil dari proses yang berkelanjutan.

Ketiga: Dengan memegang pandangan hidup organik, humanis menemukan bahwa dualisme tradisional tentang pikiran dan jasad harus ditolak.

Keempat: Humanisme mengakui bahwa budaya religius dan peradaban manusia, sebagaimana digambarkan dengan jelas oleh antropologi dan sejarah, merupakan produk dari suatu perkembangan bertahap karena interaksinya dengan lingkungan alam dan warisan sosialnya. Individu yang lahir di dalam suatu budaya tertentu sebagian besar dibentuk oleh budaya tersebut.

Kelima: Humanisme menyatakan bahwa sifat alam semesta digambarkan oleh sains modern membuat jaminan supernatural atau kosmik apa pun bagi nilai-nilai manusia tidak dapat diterima…

Keenam: Kita yakin bahwa waktu telah berlalu bagi teisme, deisme, modernisme, dan beberapa macam “pemikiran baru”. 35

Pada pasal-pasal di atas, kita melihat ekspresi dari sebuah filsafat umum yang mewujudkan dirinya di bawah nama materialisme, Darwinisme, ateisme, dan agnotisisme. Pada pasal pertama, dogma materialis tentang keberadaan abadi alam semesta dikemukakan. Pasal kedua menyatakan, sebagaimana dinyatakan teori evolusi, bahwa manusia tidak diciptakan. Pasal ketiga menyangkal keberadaan jiwa manusia dengan mengklaim bahwa manusia terbentuk dari materi. Pasal keempat mengajukan sebuah “evolusi budaya” dan menyangkal keberadaan sifat manusia yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan (sifat istimewa manusia yang diberikan pada penciptaan). Pasal kelima menolak kekuasaan Tuhan atas alam semesta dan manusia, dan yang keenam menyatakan bahwa telah tiba waktunya untuk menolak “teisme”, yakni kepercayaan pada Tuhan.

Akan teramati bahwa klaim-klaim ini adalah gagasan stereotip, khas dari kalangan yang memusuhi agama sejati. Alasannya adalah bahwa humanisme adalah pondasi utama dari perasaan antiagama. Ini karena humanisme adalah ekspresi dari “manusia merasa bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, yang merupakan dasar utama bagi pengingkaran terhadap Tuhan, sepanjang sejarah. Dalam salah satu ayat Al Quran, Allah berfirman:

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.

Bukankah (Allah) yang berbuat demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

(QS. Al Qiyaamah, 75: 36-40)

Allah berfirman bahwa manusia tidak akan “dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, dan segera mengingatkan bahwa mereka adalah ciptaan-Nya. Sebab, begitu menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Allah, seseorang akan memahami bahwa dia bukannya “tanpa pertanggungjawaban”, tetapi bertanggung jawab kepada Allah.

Karena inilah, klaim bahwa manusia tidak diciptakan telah menjadi doktrin dasar filsafat humanis. Dua pasal pertama dari Manifesto Humanis pertama mengungkapkan doktrin ini. Lebih jauh lagi, kaum humanis berpendapat bahwa sains mendukung klaim ini.

Namun, mereka keliru. Sejak Manifesto Humanis pertama dipublikasikan, kedua premis yang dikemukakan kaum humanis sebagai fakta ilmiah tentang gagasan bahwa alam semesta abadi dan teori evolusi, telah runtuh:

1. Gagasan bahwa alam semesta adalah abadi digugurkan oleh serangkaian penemuan astronomis yang dilakukan ketika Manifesto Humanis pertama tengah ditulis. Penemuan seperti fakta bahwa alam semesta tengah berkembang, dari radiasi latar kosmis dan kalkulasi rasio hidrogen atas helium, telah menunjukkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan muncul dari ketiadaan sekitar 15-17 miliar tahun yang lalu dalam sebuah ledakan yang dinamai “Dentuman Besar”. Walaupun mereka yang mendukung filsafat humanis dan materialis tidak rela menerima teori Dentuman Besar, mereka akhirnya dikalahkan. Sebagai hasil dari bukti ilmiah yang telah diketahui, komunitas ilmiah akhirnya menerima teori Dentuman Besar, yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan karenanya kaum humanisme tidak dapat membantah lagi. Demikianlah pemikir ateis Anthony Flew terpaksa mengakui:

… karenanya saya mulai mengakui bahwa ateis Stratonisian telah dipermalukan oleh konsensus kosmologis kontemporer. Karena tampaknya para ahli kosmologi memberikan bukti ilmiah tentang apa yang oleh menurut St. Thomas tak dapat dibuktikan secara filosofis; yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan….36

2. Teori evolusi, pembenaran ilmiah terpenting di balik Manifesto Humanis pertama, mulai kehilangan pijakan satu dekade setelah Manifesto itu ditulis. Saat ini diketahui bahwa skenario yang dikemukakan sebagai asal usul kehidupan oleh kaum evolusionis ateis (dan tak diragukan, humanis), seperti oleh A.I. Oparin dan J.B.S. Haldane pada tahun 1930, tidak memiliki keabsahan ilmiah; makhluk hidup tidak dapat diturunkan secara spontan dari materi tak-hidup sebagaimana diajukan oleh skenario ini. Catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berkembang melalui sebuah proses perubahan kecil yang kumulatif, tetapi muncul secara tiba-tiba dengan berbagai karakteristik yang berbeda, dan fakta ini telah diterima oleh para ahli paleontologi evolusionis sendiri sejak 1970-an. Biologi modern telah menunjukkan bahwa makhluk hidup bukanlah hasil dari kebetulan dan hukum alam, tetapi bahwa pada setiap sistem kompleks dari organisme yang menunjukkan sebuah perancangan cerdas terdapat bukti bagi penciptaan. (Untuk lebih detail baca Harun Yahya, Darwinisme Terbantahkan: Bagaimana Teori Evolusi Runtuh di Hadapan Ilmu Pengetahuan Modern)

Lebih-lebih lagi, klaim keliru bahwa keyakinan religius merupakan faktor yang menghambat manusia dari perkembangan dan membawanya kepada konflik telah digugurkan oleh pengalaman sejarah. Kaum humanis telah mengklaim bahwa penyingkiran kepercayaan religius akan membuat manusia bahagia dan tenteram, namun, yang terbukti justru sebaliknya. Enam tahun setelah Manifesto Humanis dipublikasikan, Perang Dunia II meletus, sebuah catatan malapetaka yang dibawa ke dunia oleh ideologi fasis yang sekuler. Ideologi humanis lainnya, komunisme, mendatangkan kekejaman yang tak terperi, pertama terhadap bangsa Uni Soviet, kemudian Cina, Kamboja, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan berbagai negara Afrika dan Amerika Latin. Sebanyak 120 juta manusia terbunuh oleh rezim atau organisasi komunis. Juga telah jelas bahwa merek humanisme Barat (sistem kapitalis) tidak berhasil membawa kedamaian dan kebahagiaan kepada masyarakat mereka sendiri ataupun kepada wilayah-wilayah lain di dunia.

Keruntuhan argumen humanisme tentang agama juga telah tampak pada lapangan psikologi. Mitos Freudian, sebuah batu pijakan dari dogma ateis semenjak awal abad kedua puluh, telah digugurkan oleh data empiris. Patrick Glynn, dari Universitas George Washington, menerangkan fakta ini di dalam bukunya yang berjudul God: The Evidence, The Reconciliation of Faith and Reason in a Postsecular World:

Seperempat abad terakhir dari abad kedua puluh tidaklah ramah terhadap pandangan psikoanalitik. Yang paling signifikan adalah ditemukannya bahwa pandangan Freud tentang agama (belum lagi sekumpulan besar masalah lain) adalah benar-benar keliru. Yang cukup ironis, riset ilmiah dalam psikologi selama dua puluh lima tahun terakhir telah menunjukkan bahwa, jauh dari sebagai penyakit saraf atau sumber dari neuroses sebagaimana dinyatakan Freud dan murid-muridnya, keyakinan agama adalah salah satu kolerasi yang paling konsisten dari kesehatan mental dan kebahagiaan yang menyeluruh. Kajian demi kajian telah menunjukkan hubungan kuat antara keyakinan dan praktik agama di satu sisi, dan tingkah laku yang sehat sehubungan dengan masalah-masalah seperti bunuh diri, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, perceraian, depresi, bahkan mungkin mengejutkan, tingkat kepuasan seksual di dalam perkawinan, di sisi lain. 37

Singkatnya, apa yang dianggap sebagai pembenaran ilmiah di balik humanisme telah terbukti tidak sahih dan janji-janjinya gagal. Namun demikian, kaum humanis tidak meninggalkan filsafat mereka, tetapi malahan mencoba untuk menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia melalui metode propaganda massa. Khususnya pada periode pascaperang terjadilah propaganda humanis yang intens di lapangan sains, filsafat, musik, kesusasteraan, seni, dan film. Pesan menarik namun kosong yang diciptakan oleh para ideolog humanis telah disampaikan kepada massa secara bertubi-tubi. Lagu “Imagine” karya John Lennon, penyanyi solo dari grup musik paling terkenal sepanjang masa, the Beatles, adalah contohnya:


John Lennon, dengan liriknya, “Bayangkan tiada agama,” merupakan salah satu propagandis terdepan dari filsafat humanis di abad ke dua puluh.

Bayangkan tiada surga

Mudah jika kau coba

Tiada neraka di bawah kita

Di atas kita hanya angkasa

Bayangkan semua manusia

Hidup untuk hari ini saja…

Bayangkan tiada negara

Tak sukar untuk dilakukan

Tak perlu membunuh atau terbunuh

Dan juga tiada agama…

Mungkin kau sebut aku pemimpi

Tetapi aku bukan satu-satunya

Kuharap suatu hari kau bergabung dengan kami

Dan dunia akan menjadi satu

Lagu ini terpilih sebagai “lagu abad ini” dalam beberapa jajak pendapat yang diselenggarakan di tahun 1999. Ini merupakan indikasi paling tepat tentang perasaan sentimental yang digunakan untuk menyampaikan humanisme kepada massa, karena kurangnya landasan ilmiah atau rasional humanisme. Humanisme tidak dapat menghasilkan keberatan rasional terhadap agama ataupun kebenaran yang diajarkannya, tetapi berusaha menggunakan metode sugestif semacam ini.

Ketika janji-janji Manifesto Humanis I di tahun 1933 terbukti gagal, empat puluh tahun kemudian para humanis mengajukan konsep kedua. Pada awal teks ini ada upaya untuk menjelaskan mengapa janji-janji pertama tidak membuahkan hasil. Walaupun ada fakta bahwa penjelasan ini sangat lemah, ini menunjukkan keterikatan abadi humanisme terhadap filsafat ateis mereka.

Karakteristik paling jelas dari manifesto tersebut adalah mempertahankan garis antiagama pada manifesto tahun 1933:

Sebagaimana di tahun 1933, kaum humanis tetap memercayai bahwa teisme tradisional adalah keimanan yang tak terbukti dan sudah ketinggalan zaman, khususnya keimanan akan Tuhan yang mendengarkan doa, yang dianggap hidup dan memerhatikan manusia, mendengar dan memahami, serta sanggup mengabulkan doa-doa mereka…. Kami percaya… bahwa agama-agama otoriter atau dogmatik yang tradisional, yang menempatkan wahyu, Tuhan, ritus, atau kredo di atas kebutuhan dan pengalaman manusia merugikan spesies manusia…. Sebagai orang yang tidak bertuhan, kami mengawali dengan manusia bukannya Tuhan, alam bukannya ketuhanan. 38

Ini adalah penjelasan yang sangat dangkal. Untuk memahami agama, pertama seseorang membutuhkan kecerdasan dan pemahaman agar mampu menangkap gagasan-gagasan yang dalam. Ia mesti didekati dengan tulus dan tanpa prasangka. Alih-alih, humanisme tidak lebih dari upaya dari sekumpulan orang, yang sejak awal adalah ateis dan antiagama yang bernafsu, untuk menggambarkan prasangka ini masuk akal.


Bertolak belakang dari janji-janji filsafat humanis, ateisme hanya membawa perang, konflik, kekejaman, dan penderitaan bagi dunia.

Namun, upaya kaum humanis untuk menggambarkan keimanan kepada Tuhan dan agama-agama Monoteistik sebagai kredo yang tidak berdasar dan ketinggalan zaman sebenarnya bukan hal baru; hanya memperbarui sebuah klaim berusia ribuan tahun dari mereka yang mengingkari Tuhan. Di dalam Al Quran, Allah menjelaskan argumen seumur dunia yang dikemukakan oleh orang-orang kafir:

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu. (QS. An-Nahl, 16: 22-24)

Ayat ini mengungkapkan bahwa penyebab sebenarnya dari penolakan orang-orang kafir terhadap agama adalah kesombongan yang tersembunyi di dalam hati mereka. Filsafat yang disebut humanisme adalah tampak lahiriah belaka dari pengingkaran akan Tuhan di zaman ini. Dengan kata lain, humanisme bukanlah cara berpikir yang baru, sebagaimana mereka yang mendukung klaimnya; ia sudah seumur dunia ini, pandangan dunia yang kuno yang umum pada mereka yang mengingkari Tuhan karena kesombongan.

Jika kita mencermati perkembangan humanisme di dalam sejarah Eropa, kita akan menemukan banyak bukti nyata bagi pernyataan ini.


AKAR HUMANISME DI DALAM KABBALAH

Kita telah memahami Kabbalah sebagai sebuah doktrin yang berasal dari Mesir Kuno, lalu memasuki dan mencemari agama yang diturunkan Allah kepada bani Israil. Kita juga telah memahami bahwa ia berlandaskan pada cara berpikir yang sesat, yang menganggap manusia sebagai makhluk agung yang tidak diciptakan sebelumnya dan telah ada tanpa permulaan.

Humanisme memasuki Eropa dari sumber ini. Keyakinan kristiani berdasarkan kepada keberadaan Tuhan, dan bahwa manusia adalah hamba-hamba ciptaan-Nya yang tergantung kepada-Nya. Namun, dengan penyebaran tradisi Templar di seluruh Eropa, Kabbalah mulai menarik banyak filsuf. Maka, di abad ke-15, arus humanisme bermula dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dalam kancah pemikiran Eropa.

Hubungan antara humanisme dan Kabbalah ini telah ditegaskan dalam sejumlah sumber. Salah satunya adalah buku dari pengarang terkenal Malachi Martin yang berjudul The Keys of This Blood. Martin adalah seorang profesor sejarah pada Lembaga Injil Kepausan Vatikan. Ia mengungkapkan bahwa pengaruh Kabbalah dapat dengan jelas teramati di antara para kaum humanis:


Sebagaimana ditunjukkan oleh sejarawan Universitas Vatikan Malachi Martin, ada hubungan erat antara kebangkitan humanisme di Eropa dengan Kabbalah….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di dalam iklim ketidakpastian dan tantangan tidak biasa yang menandai zaman Italia Renaisans-awal ini, bangkitlah sebuah jaringan persekutuan kaum Humanis yang bercita-cita melepaskan diri dari kendali menyeluruh dari tatanan mapan itu. Dengan cita-cita seperti ini, persekutuan-persekutuan ini harus berada di dalam lindungan kerahasiaan, paling tidak pada awalnya. Namun di samping kerahasiaan, kelompok-kelompok humanis ini ditandai oleh dua ciri utama lainnya.

Pertama, mereka memberontak terhadap penafsiran tradisional tentang Injil sebagaimana dipertahankan oleh otoritas gerejawi dan sipil, serta menentang pilar-pilar filosofis dan teologis yang dikeluarkan oleh gereja bagi kehidupan sipil dan politis…

Dengan sikap permusuhan seperti itu, tidak mengagetkan jika kelompok-kelompok ini memunyai konsepsi sendiri tentang pesan orisinil dari Injil dan wahyu Tuhan. Mereka mengunci diri di dalam apa yang mereka sebut sebagai bentuk pengetahuan yang sangat rahasia, sebuah gnosis, yang sebagiannya mereka landaskan pada rantai kepemujaan dan klenik yang berasal dari Afrika Utara khususnya Mesir dan, sebagiannya, Kabbalah Yahudi yang klasik itu….

Kaum humanis Italia membuang bagian dari gagasan Kabbalah nyaris tanpa dikenali. Mereka merekonstruksi konsep gnosis, dan memindahkannya ke latar duniawi yang sepenuhnya ini. Gnosis khusus yang mereka cari adalah suatu pengetahuan rahasia tentang bagaimana menguasai kekuatan alam yang buta untuk tujuan sosio-politis. 39

Pendeknya, masyarakat humanis yang terbentuk pada masa itu ingin menggantikan budaya Katolik Eropa dengan sebuah budaya baru yang berakar pada Kabbalah. Mereka bermaksud menciptakan perubahan sosiopolitis untuk mewujudkannya. Menarik bahwa di samping Kabbalah, pada sumber budaya baru ini terdapat doktrin-doktrin Mesir Kuno. Prof. Martin menulis:

Para calon anggota persekutuan humanis awal ini adalah pengikut Kuasa Agung Arsitek Kosmos yang Agung yang mereka representasikan dalam bentuk Tetragrammaton Sakral, YHWH…. (kaum humanis) meminjam lambang-lambang lain Piramid dan Mata Yang Melihat Segalanya terutama dari sumber-sumber Mesir. 40

Menarik sekali bahwa kaum humanis menggunakan konsep “Arsitek Agung Alam Semesta”, sebuah istilah yang masih digunakan oleh kaum Mason saat ini. Ini menunjukkan bahwa pastilah terdapat hubungan antara kaum humanis dan Mason. Prof. Martin menulis:

Sementara, di daerah utara lainnya, berlangsung sebuah persatuan yang jauh lebih penting dengan para humanis. Sebuah persatuan yang tak diduga siapa pun.

Di tahun 1300-an, selama masa persekutuan pengikut kaballah dan humanis mulai menemukan bentuk-nya, telah ada terlebih dahulu terutama di Inggris, Skotlandia, dan Prancis berbagai gilda manusia abad pertengahan….

Tidak seorang pun yang hidup di tahun 1300-an dapat memperkirakan penggabungan pemikiran antara gilda-gilda freemasonry dan kaum humanis Italia….

Freemasonry baru bergeser dari semua kesetiaan kepada agama Kristen gerejawi Romawi. Dan sekali lagi, sebagaimana pada para humanis klenik Italia, kerahasiaan yang dijamin oleh tradisi Loge sangat penting dalam keadaan tersebut. Namun selain kerahasiaan, kedua kelompok memiliki kesamaan yang lebih banyak lagi. Dari berbagai tulisan dan catatan Masonry yang spekulatif, jelaslah bahwa ajaran keagamaan pusat menjadi kepercayaan kepada Arsitek Agung Alam Semesta suatu sosok yang sekarang akrab dari pengaruh para humanis Italia…. Arsitek Agung ada dan menjadi bagian penting dari materi kosmos, sebuah hasil dari pemikiran yang “tercerahkan.”

Tidak ada dasar konseptual yang dapat menghubungkan keyakinan seperti ini dengan agama Kristen. Belum lagi semua gagasan seperti dosa, Neraka sebagai hukuman dan Surga sebagai ganjaran, dan Pengorbanan abadi dari Misa, santo dan malaikat, pendeta dan paus. 41

Singkatnya, di Eropa abad keempat belas, sebuah organisasi humanis dan Masonik lahir dengan mengakar kepada Kabbalah. Dan bagi organisasi ini, Tuhan tidaklah sebagaimana pandangan Yahudi, Kristen, dan Muslim: yakni sebagai Pencipta dan Pengatur segenap alam semesta dan satu-satunya Penguasa, serta Tuhan dari umat manusia. Alih-alih, mereka memunyai konsep sendiri, seperti “Arsitek Agung Alam Semesta”, yang mereka pandang sebagai “bagian dari alam materi”.

Dengan kata lain, organisasi rahasia ini menolak Tuhan, sebaliknya, melalui konsep “Arsitektur Agung Alam Semesta” menerima alam materi sebagai suatu bentuk ketuhanan.

Agar mendapatkan definisi yang lebih jelas dari kepercayaan yang rusak ini, kita dapat meloncat ke abad kedua puluh dan mengamati literatur Masonik. Misalnya, salah satu pengikut Mason Turki yang paling senior, Selami Isindag, mengarang buku berjudul Masonluktan Esinlenmeler (Inspirasi dari Freemasonry). Tujuan dari buku ini adalah untuk mendidik pengikut Mason muda. Mengenai kepercayaan Mason terhadap “Arsitek Agung Alam Semesta”, ia mengungkapkan:

Masonry bukannya tanpa Tuhan. Namun konsep Tuhan mereka berbeda dari yang ada pada agama. Tuhan Masonry adalah sebuah prinsip agung. Ia berada pada puncak evolusi. Dengan mengkritisi keberadaan di dalam diri kita, mengenal diri kita, dan secara sengaja menempuh jalan sains, kecerdasan, dan kebajikan, kita dapat mengurangi sudut antara ia dan diri kita. Kemudian, tuhan ini memiliki ciri-ciri baik dan buruk dari manusia. Ia tidak mewujud sebagai pribadi. Ia tidak dipandang sebagai tuntunan alam atau umat manusia. Ia adalah arsitek dari karya agung alam semesta, kesatuan dan keselarasannya. Ia adalah totalitas dari semua makhluk di alam semesta, sebuah kekuatan total yang mencakup segala sesuatu, dan energi. Walau begitu, tidak dapat dianggap bahwa ia adalah suatu permulaan… ini sebuah misteri besar. 42

Di buku yang sama, jelas jika kaum Freemason menyebut tentang “Arsitek Agung Alam Semesta”, yang dimaksudkan adalah alam, atau, artinya mereka menyembah alam:

Selain alam, tidak mungkin ada kekuatan yang bertanggung jawab atas pikiran atau tindakan kita…. Prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin Masonry adalah fakta-fakta ilmiah yang berdasarkan kepada sains dan kecerdasan. Tuhan adalah evolusi. Unsurnya adalah kekuatan alam. Jadi realitas absolut adalah evolusi itu sendiri dan energi yang mencakupnya. 43

Majalah Mimar Sinan, sebuah organisasi penerbitan khusus bagi kaum Freemason Turki juga memberikan pernyataan tentang filsafat Masonik yang sama:

Arsitek Agung Alam Semesta adalah kecenderungan menuju keabadian. Ia adalah jalan masuk ke keabadian. Bagi kami, ia adalah suatu pendekatan. Ia menuntut pencarian tanpa henti terhadap kesempur-naan mutlak di keabadian. Ia membuat jarak antara saat sekarang dan Freemason yang berpikir, atau, kesadaran. 44

Beberapa simbol Masonik.

Inilah kepercayaan yang dimaksudkan para Mason ketika berujar, “kami memercayai Tuhan, kami sama sekali tidak menerima ateis di sekitar kami.” Bukannya Tuhan yang disembah para Mason, namun konsep-konsep naturalis dan humanis semacam alam, evolusi, dan kemanusiaan yang dituhankan oleh filosofi mereka.

Jika kita sekilas mengamati literatur Masonik, kita dapat mulai melihat bahwa organisasi ini tidak lebih dari humanisme yang terorganisasi, juga memahami bahwa sasarannya adalah untuk menciptakan sebuah tatanan humanis sekuler di seluruh penjuru dunia. Berbagai gagasan ini lahir di antara kalangan humanis dari Eropa abad keempat belas; sementara para Mason saat ini masih mengajukan dan membelanya.


HUMANISME MASONIK: PENYEMBAHAN MANUSIA

Berbagai terbitan internal Mason secara rinci menjelaskan filosofi humanis organisasi ini dan permusuhan mereka terhadap monoteisme. Tak terhitung banyaknya penjelasan, penafsiran, kutipan, dan alegori yang diajukan tentang topik ini di dalam terbitan Masonik.


Pico Della Mirandola, seorang humanis Kabbalis yang terkemuka.

Sebagaimana diungkapkan di awal, humanisme telah memalingkan wajahnya dari Pencipta umat manusia dan menerima manusia sebagai “bentuk tertinggi dari keberadaan di alam semesta”. Nyatanya, ini bermakna penyembahan terhadap manusia. Keyakinan tidak rasionil ini, yang diawali dengan kaum humanis pengikut Kabbalah di abad keempat belas dan kelima belas, berlanjut hari ini dengan Masonry modern.

Salah satu humanis paling terkenal dari abad keempat belas adalah Pico Della Mirandola. Karyanya yang berjudul Conclusiones philosophicae, cablisticae, et theologicae dihujat oleh Paus Innocent VIII pada tahun 1489 sebagai mengandung pemikiran-pemikiran bidah. Mirandola menulis bahwa tidak ada yang lebih tinggi di dunia selain kegemilangan manusia. Gereja memandang ini sebagai gagasan bidah dan tidak pelak lagi adalah penyembahan terhadap manusia. Memang, ini merupakan gagasan bidah karena tidak ada sesuatu pun yang patut dimuliakan selain Allah. Manusia hanyalah ciptaan-Nya.

Dewasa ini, kaum Mason memroklamirkan pemikiran bidah Mirandola tentang penyembahan manusia secara jauh lebih terbuka. Misalnya, pada sebuah buku kecil Masonik dikatakan:

Masyarakat-masyarakat primitif dahulu lemah, dan karena kelemahan ini, mereka menuhankan kekuatan dan fenomena di sekitar mereka. Namun Masonry menuhankan manusia saja 45

Di dalam The Lost Key of Freemasonry, Manly P. Hall menjelaskan bahwa doktrin humanis Masonik ini berakar dari Mesir Kuno:

Manusia adalah tuhan dalam proses penciptaan, dan sebagaimana di dalam mitos-mitos mistik Mesir, di atas jentera pembuat tembikar, dia dibentuk. Ketika cahayanya bersinar untuk mengangkat dan melindungi segala sesuatu, dia menerima mahkota rangkap tiga ketuhanan, dan bergabung dengan rombongan Pemimpin Mason, yang dengan jubah Biru dan Emas mereka, berupaya untuk menghalau kegelapan malam dengan cahaya rangkap tiga dari Loge Masonik. 46

Artinya, menurut kepercayaan palsu Masonry, manusia adalah tuhan, namun hanya pemimpin agung yang mencapai kesempurnaan ketuhanan. Agar menjadi seorang pemimpin agung adalah dengan menolak sepenuhnya keimanan pada Tuhan dan fakta bahwa manusia adalah abdi-Nya. Fakta ini secara ringkas disebutkan oleh penulis lain, J.D. Buck, dalam bukunya Mystic Masonry:

Satu-satunya diri Tuhan yang diterima Freemasonry adalah kemanusiaan sempurna…. Karenanya kemanusiaan adalah satu-satunya tuhan. 47

Jelaslah bahwa Masonry adalah suatu bentuk agama. Namun, agama di sini tidaklah Monoteistik; melainkan suatu agama humanis, dan karenanya merupakan agama yang keliru. Ia mencakup penyembahan atas manusia, bukan Tuhan. Tulisan-tulisan Masonik menekankan poin ini. Pada sebuah artikel di majalah Turk Mason (Mason Turki), disebutkan, “Kita selalu menyatakan bahwa cita-cita tinggi Masonry terletak pada doktrin ‘Humanisme’.” 48

Terbitan Turki lainnya menerangkan bahwa humanisme adalah sebuah agama:

Sama sekali bukan upacara kering dari dogma-dogma keagamaan, melainkan sebuah agama yang murni. Dan humanisme kita, ke mana arti hidup mengakar, akan memenuhi kerinduan yang tidak disadari kaum muda. 49

Bagaimana kaum Mason melayani agama palsu yang mereka percayai ini? Untuk memahaminya, kita harus mengamati sedikit lebih dekat pada pesan-pesan yang mereka sebarkan kepada masyarakat.

 

TEORI MORAL HUMANIS

Dewasa ini, kaum Masonry di banyak negara sibuk memperkenalkan diri kepada anggota masyarakat lainnya. Melalui berbagai konferensi pers, situs internet, iklan koran dan pernyataan, mereka menunjukkan diri sebagai sebuah organisasi yang semata mengabdikan diri untuk kebaikan masyarakat. Dalam beberapa negara bahkan terdapat organisasi-organisasi amal yang didukung oleh kaum Mason.

Hal serupa diutarakan oleh organisasi Rotary dan Lion’s Club, yang merupakan versi “ringan” dari Masonry. Semua organisasi ini bersikeras bahwa mereka bekerja untuk kebaikan masyarakat.

Tentu saja, bekerja untuk kebaikan masyarakat tidak untuk diremehkan, dan kami tidak berkeberatan dengannya. Namun, di balik klaim mereka terdapat sebuah pesan yang memerdaya. Kaum Mason mengklaim bahwa moralitas dapat terwujud tanpa agama, dan bahwa sebuah dunia yang bermoral dapat dibina tanpa agama. Pada situs internet milik Mason, kemungkinan “moralitas tanpa agama” dijelaskan sebagai berikut:

Apakah manusia itu? Dari mana ia datang dan ke mana ia menuju?… Bagaimana seseorang hidup? Bagaimana ia seharusnya hidup? Agama-agama mencoba menjawab aneka pertanyaan ini dengan bantuan prinsip-prinsip moral yang mereka pegang. Namun mereka menghubungkan prinsip-prinsipnya dengan konsep metafisis seperti Tuhan, surga, neraka, ibadah. Dan manusia harus menemukan prinsip-prinsip hidupnya tanpa melibatkan masalah-masalah metafisis, yang harus mereka percayai tanpa pemahaman. Freemasonry telah menyatakan prinsip-prinsip ini selama berabad-abad sebagai kemerdekaan, kesetaraan, persaudaraan, kecintaan terhadap kerja dan perdamaian, demokrasi, dan seterusnya. Semua ini membebaskan manusia sepenuhnya dari berbagai kredo agama namun tetap memberikan sebuah prinsip hidup. Mereka mencari landasan-landasan mereka tidak pada konsep-konsep metafisis tetapi di dalam diri seorang manusia dewasa yang hidup di bumi ini. 50


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teori Masonik “moralitas humanis” sangat menyesatkan. Sejarah menunjukkan bahwa, di dalam masyarakat di mana agama telah dihancurkan, tidak ada moralitas dan hanya ada perselisihan dan kekacauan. Gambar di kanan menunjukkan kebiadaban Revolusi Prancis dan menggambarkan hasil nyata dari humanisme.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kaum Mason yang berpikir seperti ini sepenuhnya bertolak belakang dari manusia yang beriman kepada Tuhan dan beramal saleh untuk menggapai ridha-Nya. Bagi mereka, segala sesuatu harus dilakukan semata-mata demi kemanusiaan. Kita dapat mengamati cara berpikir ini pada sebuah buku terbitan komunitas Turki:

Moralitas Masonik didasarkan atas cinta terhadap kemanusiaan. Ia sepenuhnya menolak kebajikan karena harapan di masa depan, suatu ganjaran, suatu pahala, dan surga, karena ketakutan terhadap orang lain, suatu lembaga agama atau politik, kekuatan supranatural yang tidak diketahui… Ia hanya mendukung dan memuliakan kebaikan yang berhubungan dengan cinta terhadap keluarga, negara, umat manusia, dan kemanusiaan. Inilah salah satu sasaran terpenting dari evolusi Masonik. Mencintai manusia dan berbuat baik tanpa mengharapkan balasan dan mencapai tingkat ini adalah evolusi besar. 51

Klaim-klaim pada kutipan di atas sangat menyesatkan. Tanpa disiplin moral agama tidak akan ada rasa pengorbanan pada masyarakat. Dan, di mana hal ini tampaknya terwujud, hubungan lebih bersifat permukaan. Mereka yang tidak memiliki rasa moralitas agama tidak takut ataupun menghormati Tuhan, dan di mana tidak hadir rasa takut akan Tuhan, manusia hanya memedulikan tujuan-tujuan mereka sendiri. Tatkala manusia merasa kepentingan pribadinya terancam, mereka tidak dapat menunjukkan cinta sejati, kesetiaan, ataupun kasih sayang. Mereka menunjukkan cinta dan rasa hormat hanya terhadap siapa yang membawa keuntungan bagi diri mereka. Hal ini karena, menurut pemahaman mereka yang keliru, mereka hanya ada di dunia satu kali, dan karenanya, akan mengambil sebanyak-banyaknya. Lagi pula, menurut keyakinan keliru ini, tidak ada balasan bagi kecurangan maupun kejahatan yang mereka lakukan di dunia.

Literatur Masonik penuh dengan upacara moral yang berupaya menutupi fakta ini. Namun sebenarnya, moralitas ini tanpa agama tidak lebih dari retorika pura-pura. Sejarah penuh dengan contoh untuk menunjukkan bahwa, tanpa disiplin diri yang diberikan agama atas jiwa manusia, dan tanpa hukum tuhan, moralitas sejati tidak dapat dibangun dengan cara apa pun juga.

Sebuah contoh yang mengguncangkan tentang hal ini adalah revolusi besar Prancis pada tahun 1789. Kaum Mason, yang menggerakkan revolusi tersebut, maju dengan slogan-slogan yang meneriakkan cita-cita moral berupa “kemerdekaan, kesetaraan, dan persaudaraan”. Namun, ratusan ribu orang yang tak bersalah dikirim ke guillotine, dan negeri berkubang darah. Bahkan para pemimpin revolusi sendiri tidak dapat melarikan diri dari kekejaman ini, dan dikirim ke guillotine, satu per satu.


Adegan kekerasan lainnya dari Revolusi Prancis.

Pada abad kesembilan belas, sosialisme lahir dari gagasan tentang kemungkinan moralitas tanpa agama, dan membawa malapetaka yang jauh lebih dahsyat. Sosialisme menurut dugaan menuntut sebuah masyarakat yang sama rata, adil, tanpa eksploitasi dan, pada akhirnya, mengajukan penghapusan agama. Namun, pada abad kedua puluh, ia membawa manusia kepada kesengsaraan yang mengerikan di tempat-tempat seperti Uni Soviet, Blok Timur, China, Indochina, beberapa negara di Afrika dan Amerika Tengah. Rezim-rezim komunis membunuh tak terhitung banyaknya manusia; jumlah totalnya mendekati 120 juta jiwa. 52 Apalagi, berlawanan dengan apa yang diklaimkan, keadilan dan kesetaraan tidak pernah terwujud di rezim komunis mana pun; para pemimpin komunis yang bertanggung jawab atas negara terdiri dari segolongan kaum elit. (Dalam buku klasiknya, The New Class, pemikir Yugoslavia Milovan Djilas, menjelaskan bahwa para pemimpin komunis, yang dikenal sebagai “nomenklatur” membentuk sebuah “golongan dengan hak-hak istimewa” yang bertentangan dengan klaim-klaim sosialisme.)

Begitu pula di masa kini, ketika kita mengamati Masonry itu sendiri, yang terus-menerus menegaskan cita-citanya tentang “pelayanan masyarakat” dan “pengorbanan untuk kemanusiaan”, kita tidak menemukan catatan yang terlalu bersih. Di banyak negara, Masonry telah menjadi fokus bagi hubungan demi perolehan kebendaan secara buruk. Pada skandal Loge Masonik P2 di Italia pada tahun 1980, jelaslah bahwa Masonry menjalin hubungan erat dengan mafia, dan bahwa para direktur “loge” terlibat dalam aktivitas seperti penyelundupan senjata, perdagangan obat terlarang, atau pencucian uang. Juga terungkap bahwa mereka merancang penyerangan terhadap saingan-saingan mereka dan orang-orang yang mengkhianati mereka. Pada “Skandal Loge Timur Raya” di Prancis pada tahun 1992, dan pada operasi “Tangan Bersih” di Inggris, yang dilaporkan oleh pers Inggris pada tahun 1995, aktivitas-aktivitas loge Masonik demi kepentingan keuntungan ilegal menjadi jelas. Gagasan kaum Mason tentang “moralitas humanis” hanyalah kepura-puraan.

Terjadinya hal semacam itu tak terhindarkan, karena, sebagaimana disebutkan di awal, moralitas hanya terbina di masyarakat berdisiplin agama. Pada landasan moralitas tiada arogansi dan egoisme, dan satu-satunya yang dapat mewujudkan keadaan ini adalah mereka yang menyadari tanggung jawab mereka terhadap Tuhan. Di dalam Al Quran, setelah Allah menceritakan tentang pengorbanan diri orang beriman, Dia memerintahkan, “…Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al Hasyr, 59: 9). Inilah landasan sejati bagi moralitas.


Guillotine, sarana kebrutalan Revolusi Prancis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di dalam Al Quran surat Al Furqan, ciri moralitas orang mukmin sejati digambarkan sebagai berikut:

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”

Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.

Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (QS. Al Furqan, 25: 63-73)

Jadi, tugas utama orang-orang mukmin adalah beribadah kepada Allah dengan merendah, “untuk tidak berpaling, seakan mereka tuli dan buta tatkala diingatkan akan tanda-tanda-Nya”. Oleh karena tugas ini, seseorang selamat dari egoisme, nafsu keduniaan, ambisi, dan keinginan untuk menjadikan dirinya seperti orang lain. Jenis moralitas yang disebutkan pada ayat-ayat di atas hanya dapat dicapai dengan cara ini. Karena itulah, di dalam masyarakat tanpa rasa cinta dan takut akan Tuhan dan keimanan kepada-Nya, tidak ada moralitas. Karena tidak ada sesuatu pun yang dapat ditentukan secara mutlak, masing-masing orang menentukan apa yang benar atau salah sesuai dengan nafsunya sendiri.

Sebenarnya, tujuan utama dari filosofi moral humanis-sekuler Masonry adalah, bukannya untuk membangun sebuah dunia yang bermoral, tetapi membangun sebuah dunia sekuler. Dengan kata lain, kaum Mason tidak mendukung filosofi humanisme karena mereka mengakui amat pentingnya moralitas, namun hanya untuk menyampaikan kepada masyarakat gagasan bahwa agama tidak penting.


SASARAN MASONIK: MEMBANGUN SEBUAH DUNIA HUMANIS

Filosofi humanis, yang dipandang tinggi oleh kaum Mason berlandaskan pada penolakan keimanan kepada Tuhan, dan penyembahan manusia, atau pemujaan ”kemanusiaan” sebagai pengganti-Nya. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah kaum Mason memakai keyakinan ini untuk diri mereka saja, atau mereka ingin untuk diambil oleh orang lain juga?

Jika kita mengamati tulisan-tulisan Masonik, tampak jelas jawabannya: tujuan organisasi ini adalah untuk menyebarkan filosofi humanis ke seluruh penjuru dunia, dan menyingkirkan agama-agama Monoteistik (Islam, Kristen, dan Yahudi).

Misalnya, dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam majalah Masonik Mimar Sinan, disebutkan, “Kaum Mason tidak mencari asal usul pemikiran tentang kejahatan, keadilan, dan kejujuran di luar dunia fisik, mereka meyakini bahwa hal-hal ini timbul dari berbagai kondisi dan hubungan sosial seseorang, serta apa yang ia perjuangkan di dalam hidupnya.” dan ditambahkan, “Masonry berusaha menyebarluaskan gagasan ini ke seluruh penjuru dunia.” “53

Selami Isindag, seorang Mason Turki senior, menulis:

Menurut Masonry, untuk menyelamatkan kemanusiaan dari moralitas supranatural yang berdasarkan sumber-sumber agamis, perlu dikembangkan moralitas yang berdasarkan cinta kepada kemanusiaan yang tidak relatif. Di dalam prinsip-prinsip moral tradisionalnya, Masonry telah memperhitungkan berbagai kecenderungan organisme manusia, kebutuhan, hati nurani, kebebasannya untuk berpikir dan berbicara, serta pada akhirnya, semua hal yang terlibat dalam pembentukan hidup secara alamiah. Oleh karena itu, tujuannya adalah untuk membentuk dan mendorong berkembangnya moralitas manusia di dalam semua masyarakat.54

Selami Isindag, seorang Mason Turki senior, menulis:

Yang dimaksudkan oleh Pemimpin Mason Isindag dengan “menyelamatkan umat manusia dari sebuah moralitas yang berdasarkan pada sumber-sumber agamis” adalah pengasingan semua orang dari agama. Di buku itu juga, Isindag menjelaskan tujuan ini dan “prinsip-prinsipnya untuk pembentukan sebuah peradaban yang maju”:

Prinsip-prinsip positif Masonry penting dan cukup untuk pembentukan sebuah peradaban maju. Prinsip-prinsip itu adalah:

- Pengakuan bahwa Tuhan yang impersonal (Arsitek Agung Alam Semesta) adalah evolusi itu sendiri.

- Penolakan terhadap kepercayaan akan wahyu, kebatinan, dan keyakinan-keyakinan kosong.

- Superioritas humanisme rasional dan tenaga kerja.

Pasal pertama dari ketiga pasal di atas mensyaratkan penolakan terhadap keberadaan Tuhan. (Kaum Mason tidak beriman kepada Tuhan, melainkan kepada Arsitek Agung Alam Semesta, dan kutipan di atas menunjukkan bahwa yang mereka maksudkan dengan istilah ini adalah evolusi.) Pasal kedua menolak wahyu dari Tuhan dan pengetahuan agama yang dilandaskan kepadanya. (Isindag sendiri menyebutkannya sebagai “keyakinan-keyakinan kosong”) Sedangkan pasal ketiga memuliakan humanisme dan konsep humanis tentang “tenaga kerja” (sebagaimana di dalam Komunisme).

Jika kita ingat betapa telah mengakarnya gagasan-gagasan ini di dunia saat ini, kita dapat memahami pengaruh Masonry atasnya.

Ada hal penting lainnya untuk dicatat: bagaimana Masonry menggerakkan misinya melawan agama? Jika kita mencermati tulisan-tulisan Masonik, kita melihat bahwa mereka ingin menghancurkan agama, khususnya pada tingkat kemasyarakatan, melalui “propaganda” massa. Pemimpin Mason Selami Isindag memperjelas perihal ini di dalam bagian bukunya ini:

Bahkan rezim-rezim yang sangat represif belum berhasil dalam upaya mereka menghancurkan lembaga agama. Memang, kekasaran metoda politis yang berlebihan, dalam usaha mereka untuk mencerahkan masyarakat dengan menyelamatkan manusia dari iman dan dogma-dogma agama, malahan menghasilkan reaksi yang berlawanan: hari ini, tempat-tempat ibadah yang ingin mereka tutup lebih penuh dari sebelumnya, sementara iman dan dogma-dogma yang mereka larang malahan semakin banyak pengikutnya. Dalam kuliah lainnya kita menunjukkan bahwa dalam hal yang menyentuh hati dan emosi seperti ini, larangan dan paksaan tidak berpengaruh. Satu-satunya cara untuk membawa manusia dari kegelapan menuju pencerahan adalah sains positif serta prinsip-prinsip logika dan kebijaksanaan. Jika dididik dengan cara ini, seseorang akan menghormati sisi humanis dan positif dari agama tetapi menyelamatkan diri mereka dari kegagalan berbagai kepercayaan dan dogmanya.55

Untuk memahami apa yang dimaksudkan di sini, kita harus menganalisisnya dengan hati-hati. Isindag menyebutkan bahwa represi atas agama akan membuat orang-orang religius jauh lebih termotivasi dan akan memperkuat agama. Oleh karena itu, untuk mencegah agama menguat, Isindag berpendapat seharusnya kaum Mason menghancurkan agama pada tingkat intelektual. Yang ia maksudkan dengan “sains positif dan prinsip-prinsip logika dan kebijaksanaan” bukanlah benar-benar sains, logika, atau kebijaksanaan. Yang ia maksudkan adalah filosofi materialis humanis semata, yang menggunakan berbagai ungkapan menarik sebagai kamuflase, seperti halnya dengan Darwinisme. Isindag menegaskan bahwa, tatkala berbagai pemikiran ini tersebar di tengah masyarakat, “hanya unsur-unsur humanis di dalam agama yang akan dihormati”, artinya, yang akan tersisa dari agama hanyalah unsur-unsur yang disetujui oleh filosofi humanis. Dengan kata lain, mereka hendak menolak kebenaran-kebenaran dasar yang terkandung pada pondasi agama Monoteistik (Isindag menyebutnya keyakinan-keyakinan dan dogma-dogma yang gagal). Kebenaran-kebenaran ini adalah berbagai realitas pokok seperti bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dan bertanggung jawab kepada-Nya.

Singkatnya, kaum Mason bermaksud menghancurkan unsur-unsur keimanan yang merupakan esensi agama. Mereka ingin mereduksi peranan agama sekadar sebagai unsur kultural yang menyampaikan gagasannya melalui sejumlah pertanyaan moral yang bersifat umum. Caranya, menurut kaum Mason, adalah dengan memaksakan ateisme kepada masyarakat di balik kedok sains dan logika. Namun pada akhirnya, tujuan mereka adalah menyingkirkan agama dari posisinya walau sebagai unsur kultural belaka, dan membangun sebuah dunia yang sepenuhnya ateis.

Di dalam artikelnya yang berjudul “Sains Positif – Hambatan Pemikiran dan Masonry” pada majalah Mason, Isindag berkata:

Sebagai hasil dari semua ini, saya ingin katakan bahwa tugas humanistik dan Masonik kita semua adalah untuk tidak berpaling dari sains dan logika, untuk mengakui bahwa inilah cara terbaik dan satu-satunya menurut evolusi, untuk menyebarkan keimanan kita ini di tengah masyarakat, dan untuk mendidik manusia di dalam sains positif. Kata-kata dari Ernest Renan sangat penting: “Jika manusia dididik dan dicerahkan dengan sains positif dan logika, kepercayaan-kepercayaan yang gagal dari agama akan runtuh dengan sendirinya.” Kata-kata Lessing mendukung pandangan ini, “Jika manusia dididik dan dicerahkan dengan sains positif dan logika, suatu hari agama tidak akan dibutuhkan lagi.” 56


G.E. Lessing dan E. Renan. Kaum Mason ingin mewujudkan impian kedua penulis ateis ini dengan menghapuskan agama dari muka bumi.

Inilah sasaran utama Masonry. Mereka ingin menghancurkan agama seluruhnya, dan membangun sebuah dunia humanis yang berdasarkan pada “kesakralan” manusia. Tepatnya, mereka ingin mengembangkan sebuah tatanan baru kejahilan, di mana manusia mengingkari Tuhan yang menciptakannya, dan mempertuhankan dirinya.… Inilah maksud keberadaan Masonry. Di dalam majalah Masonry bernama Ayna (Cermin), hal ini disebut “Kuil Pemikiran”:

Kaum Mason modern telah mengubah tujuan Masonry kuno untuk membangun sebuah kuil secara fisik menjadi gagasan untuk membangun “Kuil Pemikiran”. Pembangunan sebuah Kuil Pemikiran mungkin terjadi jika prinsip-prinsip dan kebajikan-kebajikan Masonik terbina dan orang-orang bijak bertambah di dunia.57

Untuk mencapai tujuan ini, kaum Mason bekerja tanpa lelah di berbagai negara di dunia. Organisasi Masonik berpengaruh di banyak universitas, lembaga-lembaga pendidikan lainnya, media, dunia seni dan pemikiran. Ia tidak pernah berhenti berupaya menyebarkan filosofi humanisnya dalam masyarakat dan mendiskreditkan kebenaran tentang iman yang menjadi basis agama. Kita akan cermati selanjutnya bahwa teori evolusi adalah salah satu sarana propaganda utama Mason. Lebih-lebih lagi, mereka bermaksud membangun sebuah masyarakat yang tidak memedulikan sama sekali Tuhan atau agama, tetapi hanya memenuhi kesenangan, nafsu, dan ambisi duniawi. Jadilah masyarakat ini terbentuk dari orang-orang yang telah “menjadikan (Tuhan) sebagai olok-olokan di balik punggung mereka” (QS. Hud, 11: 92), serupa dengan penduduk kota Madyan yang disebutkan di dalam Al Quran. Dalam budaya jahiliyah ini tidak ada tempat bagi rasa takut atau cinta terhadap Tuhan, melakukan perintah-Nya, menyembah-Nya, ataupun pemikiran tentang Hari Akhirat. Nyatanya, gagasan-gagasan ini dianggap ketinggalan zaman dan merupakan ciri-ciri orang yang tidak terdidik. Pesan ini diulang-ulang terus di dalam berbagai film, komik, dan novel.

Dalam upaya penipuan yang besar ini, kaum Mason terus berperan sebagai pemimpin. Namun, banyak pula kelompok dan perseorangan lain yang terlibat di dalam kerja serupa. Kaum Mason menerima mereka sebagai “kaum Mason kehormatan”, dan menganggap mereka sebagai sekutu karena mereka semua adalah satu di dalam filosofi humanis. Selami Isindag menulis:

Masonry juga menerima fakta ini: Di dunia luar terdapat orang-orang bijak yang, walaupun mereka bukan kaum Mason, mendukung ideologi Masonik. Sebabnya adalah karena ideologi ini secara keseluruhan adalah milik umat manusia dan kemanusiaan. 58

Pertarungan terus-menerus melawan agama ini berlandaskan pada dua argumen atau pembenaran yang mendasar: filosofi materialis dan teori evolusi Darwin. Maka, kita akan dapat memahami dengan lebih jelas hal di balik layar dari pemikiran-pemikiran ini, yang telah memengaruhi dunia semenjak abad kesembilan belas.

33 Encarta® World English Dictionary © 1999 Microsoft Corporation. Developed for Microsoft by Bloomsbury Publishing Plc.
34 Lamont, The Philosophy of Humanism, 1977, hal. 116

35 http://www.jjnet.com/archives/documents/humanist.htm)

36 Henry Margenau, Roy Abraham Vargesse, Cosmos, Bios, Theos. La Salle IL, Open Court Publishing, 1992, hal. 241

37 Patrick Glynn, God: The Evidence, The Reconciliation of Faith and Reason in a Postsecular World, Prima Publishing, California, 1997, hal. 61

38 http://www.garymcleod.org/2/johnd/humanist.htm)

39 Malachi Martin, The Keys of This Blood: The Struggle for World Dominion Between Pope John Paul II, Mikhail Gorbachev, and the Capitalist West, New York, Simon & Schuster, 1990, hal. 519-520, (penekanan ditambahkan)

40 Malachi Martin, The Keys of This Blood, hal. 520

41 Malachi Martin, The Keys of This Blood, hal. 521-522

42 Dr. Selami Isindag, Sezerman Kardes V, Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freemasonry), Istanbul1977, hal. 73, (penekanan ditambahkan)

43 Dr. Selami Isindag, Sezerman Kardes VI, Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freemasonry), Istanbul1977, hal. 79, (penekanan ditambahkan)

44 Mimar Sinan, 1989, No. 72, hal. 45, (penekanan ditambahkan)

45 Selamet Mahfilinde Uc Konferans (Three Confrences in Safety Society), hal. 51, (penekanan ditambahkan)

46 Manly hal. Hall, The Lost Keys of Freemasonry, Philosophical Research Society; 1996, hal. 54-55

47 J. D. Buck, Mystic Masonry, Kessinger Publishing Company, September 1990, hal. 216, (penekanan ditambahkan)

48 “Masonluk Iddia Edildigi Gibi Gizli Bir Tesekkul mudur?” (Is Freemasonry a Secret Organization as It is Claimed to be?) (Mim Kemal Oke, Turk Mason Dergisi (The Turkish Mason Magazine), No. 15, July 1954, (penekanan ditambahkan)

49 Franz Simecek, Turkiye Fikir ve Kultur Dernegi E. ve K. S. R. Sonuncu ve 33. Derecesi Turkiye Yuksek Surasi, 24. Konferans, (Turkish Society of Idea and Culture, 33rd degree, Turkey Supreme Meeting, 24th conference), Istanbul, 1973, hal. 46, (penekanan ditambahkan)

50 http://www.mason.org.tr/uzerine.html, (penekanan ditambahkan)

51 Dr. Selami Isindag, Ucuncu Derece Rituelinin Incelenmesi (The Examination of the Third Degree Ritual), Mason Dernegi (Masonic Society) Publications: 4, Istanbul, 1978, hal. 15, (penekanan ditambahkan)

52
Harun Yahya, Komunizm Pusuda (Communism in Ambush),Vural Publishing, Istanbul, April 2001, hal. 25
53 Moiz Berker, “Gercek Masonluk” (Real Freemasonry), Mimar Sinan, 1990, No. 77, hal. 23, (penekanan ditambahkan)

54 Dr. Selami Isindag, Sezerman Kardes IV, Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freemasonry), Istanbul1977, hal. 62, (penekanan ditambahkan)

55 Dr. Selami Isindag, Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freemasonry), Istanbul 1977, hal. 145-146, (penekanan ditambahkan)

56 Dr. Selami Isindag, “Olumlu Bilim-Aklin Engelleri ve Masonluk” (Positive Science-The Obstacles of Mind and Freemasonry), Mason Dergisi, year 24, No. 25-26 (December 76-March 77), (penekanan ditambahkan)

57 Ibrahim Baytekin, Ayna (Mirror), Ocak 1999, No: 19, hal. 4, (penekanan ditambahkan)

58 Dr. Selami Isindag, Masonluk Ustune (On Freemasonry), Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freemasonry), Istanbul1977, hal. 32, (penekanan ditambahkan)

Permalink & Komentar

KUIL SULAIMAN

4 Oktober, 2006 at 4:52 pm (Tak Berkategori) ()

Ada sebuah rahasia Israel yang selama ini mungkin tidak banyak orang yang tahu. Mengapa Israel bersikeras untuk merebut Palestina dan berusaha untuk menghancurkan Masjid al-Aqsha yang merupakan tempat suci bagi umat Islam.

JIka ditarik sejarah kebelakang maka kita akan mengetahui apa sebenarnya yang mereka inginkan. Karena mitos tentang Kuil Sulaiman-lah mereka melakukan ini semua. Bagaimana kisahnya? Mari kita ikuti ulasan berikut ini :)

Tulisan Ini saya ambil dari situs mereka yang saya tidak tahu persis tentang penulisnya apakah dia seorang Israel seperti kebanyakan atau seorang Yahudi yang mengamalkan kitab sucinya. Yang jelas dia bisa memberikan solusi yang bagus tentang pembangunan kuil Sulaiman ini tanpa mengorbankan siapapun dan mengganggu stabilitas perdamaian agama manapun. Situs bahasa Inggris ini saya terjemahkan denga bahasa yang sangat minim, jadi saya mohon koreksi atas kesalahpahaman dalam menerjemahkannya.

RINGKASAN

Kuil Sulaiman Adalah lambang kekuatan, sangat berguna bagi situasi internasional saat ini. Mereka meyakini kalau pondasi kuil Sulaiman berada di masjid Al-Aqsha maka kuil ini tidak bisa dibangun kembali, akan tetapi ada sebuah cara yang bisa menyelesaikan masalah ini yaitu : Lokasi sebenarnya tidak begitu penting untuk pembangunan kuil ini akan tetapi yang lebih penting adalah simbol dari kuil ini.

Ada sebuah tempat yang bagus untuk pembangunan kuil Sulaiman yang baru ini yaitu di sebuah bukit Zaitun, mudah dalam penguasaannya dan mempunyai pemandangan yang bagus serta mempunyai legimitasi bagi kelangsungan orangYahudi di Yerusalem timur ini.

Selanjutnya, Zionis Kristen, Yahudi Messianic, orang Israiel inggris diharapkan untuk mendukung proyek tentang pembangunan kuil yang baru ini, karena kuil ketiga ini mungkin berguna bagi mereka dan karena Yahudi dan Nasrani mempunyai simbol yang sama yaitu Bukit Zaitun.

Situasi sekarang yang sangat sulit untuk membangun kembali pada posisi semula maka lebih baik mendirikan kuil pada tempat yang telah saya katakan di atas yaitu bukit Zaitun daripada orang Yhaudi tidak mempunyai simbol.

Kenapa Sulaiman membangun Kuil?

Nabi Sulaiman membangun kuil karena diperintahkan oleh Tuhan

Apakah fungsi dari kuil tersebut?

Fungsi kuil ini penting bagi orang Israel karena :

-Memelihara agama Yahudi. Kuil merupakan pusat dari agama Israel .

Kuil Diyakini Oleh orang Israel sebagai tempat yang paling penting dan katanya agama TUHAN berakar di agama Yahudi.

- Mengampuni dosa Israel: Yahweh memilih suku Levi untuk melayani Dia di Kuil dan Aaron untuk kependetaan; pendeta diangkat untuk mempersembahkan, pemberkatan, dan re-misi dosa Israel.
re-misi sangat penting, karena pikiran dan tindakan mengubah keseimbangan psikologis dan rohani setiap orang, mempunyai dampak negatif, mengubah jiwa dan struktur rohani.
Rohani haruslah imbang, itulah sebabnya mengapa pendeta dahulu biasa melakukan pengorbanan.

Pendeta berpikir bahwa pengorbanan yang dilakukan di kuil teramat efisien untuk re-misi dosa Israel, karena aura hebat Shekinah, energi rohani terdapat di Kuil.
Ketika orang Yahudi melupakan Kuil, mereka tidak dapat lagi mendapatkan re-misi dosa mereka, mereka disequilibria pada keseimbangan rohani mereka dan Israel terancam bahaya.

- Menerima Shekinah, adanya Tuhan yang ditunjukkan: di bawah ini adalah perbandingan di antara the Shekinah Glory dan the Holy Spirit:

Holy Spirit Shekinah Definition
Transcendent Immanent
Masculine Feminine
Im Eloah
El Shaddai
Many locations through the world depending on God’s Will More intense at the center of spiritual gravity of the World
Prophets receive the Holy Spirit by God’s choice Kabbalists receive the Shekinah by spiritual training
Contingent Personal Gift Necessary Geometric Fact
Active Passive
Prayer Contemplation

Shekinah merupakan pusat gravitasi rohani Dunia:
– > pusat ini adalah Israel, karena Tuhan memilih Israel di antara bangsa untuk menerima Sepuluh Firman Tuhan dan disebabkan Judaism, Christianism dan agama Islam mempunyai tempat suci di Israel.
– > di Israel, tempat yang paling suci di Yerusalem
– > di area Yerusalem, tempat yang paling suci ialah Temple Mount, di mana kuil dibangun. Juga dikenal sebagai Mount Moriah, yaitu tempat di mana Ibrohim diberangkatkan untuk mengorbankan Isaac 3800 tahun yang lalu, 900 tahun sebelum kuil Sulaiman dibangun.

Dimana lokasi kuil Sulaiman?

Solomons temple
terletak di sebelah selatan Dom of the Rock, dan yang lebih penting, bahwa Holy of Holies mungkin terletak di daerah Masjid Al-Aqsha.
Air mancur berada kira-kira ditengah di antara Dom of Tthe Rock dan Al-Aqsa Mosque:

location of solomon's temple

Kapan Kuil Sulaimn dibangun?

Kuil pertama dibangun selama pemerintahan Raja Sulaiman, bertahan selama 40 tahun (satu Pembangkitan alkitabiah), dari 967 S.M. sampai 927 S.M.
Dibangun 480 tahun sesudah Eksodus 1446 S.M., akan kata itu 12 Generasi alkitabiah, satu pembangkitan sebanyak 40 tahun bagi masing-masing suku Israel.

Ada banyak kesamaan di antara selang waktu yang dipakai di dalam Alkitab dan juga ukuran Temple of Solomon seperti, Geometri keramat, numerology dan simbol

Siapa Yang membangun Kuil Sulaiman?

Ketika Sulaiman naik tahta, ia mulai bersiap untuk membangun Kuil, dia menulis kepada teman tua bapaknya, Hiram of Tyre, untuk mempersiapkan pekerja dan bahan yang harus diberangkatkan ke Yerusalem. Orang Yahudi dilibatkan di gedung kuil.
Oleh bantuan pekerja dan arsitek Tyrian, Sulaiman kemudian membuat kuil dengan bentuk yang luar biasa
Bagaimana kuil Sulaiman dibangun sedemikian rupa?

Karena lokasinya, Israel adalah rute dagang utama ke Mesir, Arabia dan Mesopotamia.
Untuk saling bertukar Emas, Minyak, Perak, Gandum, dan Kayu.

Kesejahteraan Israel.
Dan kemudian Sulaiman memutuskan menggunakan sumber penghasilan ini untuk membuat Kuil

Mengapa sebaiknya Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris membangun kembali Candi ketiga?

Membuat Kuil adalah perintah dari TUHAN, karena “Dia akan membangun rumah atas nama Saya, dan dia akan menjadi anak lelaki Saya, dan saya akan menjadi Bapaknya; dan saya akan mendirikan takhta kerajaannya di seberang Israel SELAMANYA.” (Chron 22:9-10)

Menurut Torah (Taurat), Israel dan Kuil sebaiknya ada untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, Israel dan Kuil sebaiknya dibangun kembali.
TerLebih lagi, Candi ketiga mungkin menjadi lambang yang sangat berguna tak hanya bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris.

Fungsi dari kuil ketiga

Kuil ketiga mempunyai fungsi sama seperti Kuil Sulaiman, karena manusia pada dasarnya sama:

- Memelihara agama Yahudi.
Kuil akan menjadi pusat agama Israel; merupakan tempat pusat Perjanjian yang berisi keSepuluh Firman.

Kelihatannya mustahil untuk membangun kembali (tetapi ini mungkin terjadi) jika Kuil dibangun kembali akan memajukan identias dan kebudayaan Yahudi ke seluruh dunia.

Terlebih, tidak akan terlalu menyakitkan bagi orang Yahudi untuk menyerahkan wailayah kepada palestina jika kuil dibangun kembali.
.
Tanpa pembangun kembali, konsesi teritorial secara mendalam akan membagi orang Yahudi.

- Mengampuni dosa Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris: keseimbangan rohani Israel akan kembali pulih, supaya membawa perdamaian dan kesejahteraan di dunia, oleh sebab itu mengapa perlu untuk membangun kembali kuil Sulaiman ini.

- Menerima Shekinah, meunjukkan adanya Tuhan :
Menerima Shekinah ini akan sangat penting untuk Israel dan Dunia:

- Israel lahir karena adanya Shekinah : karena Shekinah Isaac diterima di sini, Tuhan mengganti nama anak lelakinya Jacob menjadi Israel.

- Israel akan dipelihara oleh Shekinah: kalau undang-undang Tuhan dipatuhi di Kuil, Israel mendapat aliran Shekinah luar biasa, dan Negeri menjadi damai.

Dua poin terakhir (efisiensi pengorbanan yang terjadi di Kuil, mengisyaratkan adanya Tuhan) bergantung pada kemampuan untuk mendapat aliran maksimum Shekinah yang Suci dari Holies temple, oleh karena itu maka dipilih lokasi yang cocok.

Paragraf berikut menerangkan bagaimana caranya menemukan lokasi Kuil untuk menerima cukup Shekinah.

Di mana sebaiknya Kuil ketiga dibangun?

Lokasi terbaik adalah tentu saja lokasi yang sama seperti lokasi kuil pertama Sulaiman yaitu Sebelah selatan Dom of the Rock, dan membangunnya tanpa memusnahkan Dom of the Rock atau masjid Al Asha.
Karena, situasi internasional begitu tegang dan sangat membahayakan untuk membangun kembali Temple di antara Kubah dan Al Aqsha.

Di bawah ini ialah esoteric argumen untuk mengatasi kesulitan ini.
Apa benar-benar hal adalah tenaga rohani: satu kali mereka menerima ini tenaga, Pendeta bisa melakukan ritual yang sangat efisien untuk mengampuni dosa Israel, Christian Zionists, Messianic Jews, dan Israel Inggris.
Selanjutnya, Israel mendapat lebih banyak berkat dari Tuhan.
Yang menjadi Masalah ialah bahwa aliran Shekinah paling banyak di seluruh AL Aqsha.

Pemecahan secara artifisial akan memindahkan Shekinah dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
Akan tercapai dengan menggunakan cara sebagai berikut.

Geometric definition of an ellipse: Let F ≠ F be two fixed points at a distance FF=2c apart. For a given a>c the corresponding ellipse is the set of all points M satisfying: MF + MF = 2a. In words this means that an ellipse is the set of all points in a plane, where the sum of the distances from the two fixed points is a given positive constant that is greater than the distance between the two fixed points.
key idea for temple rebuilding The diagram shows an ellipse with two fixed points, known as foci, F and F. These are known as focal points as if the ellipse was a mirror and there was a light source at one of them, then the light would REFLECT off the elliptical mirror onto the other focal point.

Here is a possible location in the area of the

Mount Olives

:

other location for temple rebuilding

The main advantage of this location is that there is enough space to

rebuild the Temple

, far enough from any Muslim holy place:

temple rebuilding on the mount olives
There is enough space to

rebuild the Temple

here.temple rebuilding on the mount olivestemple rebuilding on the mount olives



Thanks to the elliptical organization of the reflectors, all the Shekinah received by the El Kas Fountain will converge to the Holy of Holies of the new Temple. As regards the Shekinah, everything will be as if the new Temple was built exactly at the same location as Solomon’s Temple.

Last point, what the network of Shekinah reflectors must look like ?

Sacred flames, lasers or electromagnetic resonant devices should be efficient:

temple rebuilding with lasers

temple rebuilding with lasers



Network of sacred flamestemple rebuilding with lasers Network of lasers With only 2 sources of light, it is possible to draw the entire network of reflectors in the sky.

Kapan Candi ketiga sebaiknya dibangun?

Makin cepat makin baik.

Masih, saya berpikir kondisi utama akan dipenuhi segera 2007-2008 karena kesadaran semakin meningkat bahwa situasi sekarang tak dapat dipertahankan:

- Tekanan Luar Biasa ditaruh di Israel oleh himpunan internasional untuk menutup perdamaian dengan Arab.

Masih, tidak mungkin untuk sementara karena terorisme, fanaticism, kemiskinan, ketegangan ekonomis, teritorial dan agama di Timur Tengah. Menyatakan Israel diikat untuk berperang melawan tetangganya, lagi-lagi, dengan permusuhan semakin meningkat dari himpunan internasional.

Memakai Simbol pembangunan kembali kuil Sulaiman, dengan keterlibatan internasional, bukan hanya lebih baik, tetapi satu-satunya cara untuk Israel supaya keluar dari perangkap maut ini.

- Tekanan Luar Biasa ditaruh di atas Dolar dan ekonomi AS, karena defisit, kehilangan pekerjaan karena penyewaan tenaga luar, dan spekulasi properti,.

Situasi sekarang ini di bawah kontrol tetapi sekaligus sangat peka. Terlebih, ekonomi AS setiap tahun lebih tergantung terhadap uang internasional, dan emergent negara seperti Cina atau India akan dapat meragukan pimpinan AS dalam beberapa tahun.

Berarti AS, untuk menyimpan pimpinan mereka, terpaksa “untuk mendorong”, untuk bergerak secara agresif, untuk membuat hal baru. Temple akan akan berguna bagi kesatuan orang Amerika.

- Situasi di Eropa mampet: bukan politik, industri atau rohani proyek rohani, stagnasi ekonomis dan keuangan yang dibandingkan dengan perkembangan Asia.

Bermaksud elite, untuk orang Eropa dan keperluan “Israel” terlebih “Inggris” sesuatu baru untuk pergi ke depan.
Temple adalah pemecahan, karena agama, esoteric dan implikasi simbolik.

 

Bagaimana mungkin membangun kembali Temple?

Temple dikenal di seluruh dunia: merupakan lambang yang sangat besar, tetapi dengan bangunan yang tidak besar.
Bisa tercapai dalam beberapa bulan, serta menghabiskan dana sebesar $ 200 juta sampai $ 2 milyar dolar, tergantung pada banyaknya emas dan bahan.

Adalah kesempatan investasi bagus sekali, mengingat dampak di seluruh dunia.

Permalink & Komentar

BUKAN SORGA DAN NERAKA TEMPAT KEMBALI

3 Oktober, 2006 at 11:12 pm (Tak Berkategori) ()

Islam, Nasrani, Yahudi dan apapun namanya adalah Tatanan bagi umat manusia. Ingatkah kalian pada waktu Sang Pencipta akan menciptakan makhluk bernama manusia?? DIA berfirman kepada malaikat2 bahwa DIA akan menciptakan makhluk ini sebagai khalifah di muka bumi. Apa tanggapan para malaikat? “Akankah Engkau menciptakan manusia sebagai khalifah? Bukankah manusia itu senang membuat kerusakan dan senang menumpahkan darah saudaranya?, Dan sesungguhnya kami selalu mensucikan nama-MU”.

Akan tetapi Sang Pencipta dengan kebesaran-Nya berfirman. “AKU lebih mengetahui apa yang kalian tidak tahu”. (Sebentar2.. Kenapa malaikat2 itu tahu sifat dan perilaku manusia yang suka merusak dan senang berperang? Apakah sebelum ada manusia sekarang ini Sang Pencipta sudah pernah menciptakan manusia sebelumnya? Dan mungkin saja ada dunia sebelum dunia kita saat ini. Tapi mungkin manusia pada dunia sebelumnya ada dan seperti yang ditanyakan para malaikat.

Lantas Sang Pencipta menjawab, AKU lebih tahu dari apa yang kalian tidak ketahui, karena Sang Pencipta mau memberikan pedoman kepada manusia selanjutnya dengan peraturan yang disebut dengan Agama. Yah.. Agama yang langsung diturunkan kepada utusan-Nya untuk kaum mereka. What?? kaum mereka? Yah.. Karena selain Nabi Muhammad SAWW para utusan2 itu hanya membawa Agama untuk kaum mereka. Dan kita tahu semua bahwa utusan hanya membawa Agama kepada kaum yang melampaui batas. Dan itu artinya manusia seperti yang dikhawatirkan para malaikat2 tadi saja yang biasanya dikasih pembawa amanat dari Sang Pencipta. Wallohu a’lam)

Sang Pencipta menciptakan bumi dalam enam masa. Apa arti dari enam masa tersebut? Mungkin bagi kita kalangan manusia yang masih mengenal ruang dan waktu “enam masa” sama dengan 6 detik, 6 menit, 6 jam, 6 hari, 6 bulan, 6 tahun, 6 abad dan sebagainya.

Tapi untuk Maha Pencipta ruang dan waktu sudah tidak ada lagi. Kita mungkin kurang paham dengan istilah ruang dan waktu. Baik akan saya contohkan, dan mungkin ini bisa membuat kita sedikit maklum dengan istilah ruang dan waktu.

RUANG

Kita makhluk yang bernama manusia ini hidup di dalam dunia. Adanya ruang karena adanya sekat/pembatas, mungkin akan lebih mudah dipahami jika anda sedang berada di dalam sebuah ruangan. Misal anda sedang berada di ruang tamu, ruang makan, ruang kelas, dapur, kamar mandi, kamar tidur dll. Itu semua adalah Ruang di mana anda berada di dalam sebuah tempat yang terdapat pembatas. Jika anda sudah keluar dari pembatas itu, maka anda sudah berada dalam tempat dengan nama yang berbeda. Misal jalan, halaman, taman dll. Semua itu ada karena adanya pembatas. Mungkin itu sedikit gambaran. Sudah agak paham belum siyyyyyyyyy??

WAKTU

Adanya detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, pagi, siang dan malam. Karena adanya perputaran bumi dalam mengelilingi matahari. Mungkin anda setuju dan sudah sangat maklum dengan ilmu ini. Dan inilah yang menyebabkan adanya waktu karena perputaran bumi dalam mengelilingi matahari. Simple kan??

LEPAS DARI RUANG DAN WAKTU

Setelah kita paham terhadap definisi RUANG dan WAKTU. Siswa diharapkan dapat lebih mengenal istilah tersebut dan nantinya bisa menjawab tantangan dunia terhadap istilah ruang dan waktu ~

Setelah anda mengerti dan paham terhadap istilah tersebut di atas maka anda tidak akan susah menjawab pertanyaan bahwa Benarkah Sang Pencipta itu sudah terlepas dari RUANG dan WAKTU. Wah masih agak jlimet neh yaa? hehe…

Oke mari kita lanjutkan.. Jika anda percaya dan mengakui bahwa alam raya ini ada yang menciptakan, maka istilah ruang dan waktu bukan menjadi beban lagi. Kok bisa gitu?? Ya bisa lah.. Begini saja. Sekarang anda ambil Globe kemudian ambil juga lampu bohlam. Hubungkan dulu ke listrik agar bohlam menyala, setelah semua beres sekarang nyalakan bohlamnya dan putarlah globe itu. Apa yang anda lihat???

Tentu anda hanya melihat globe yang berputar dan lampu yang menyala. Anda tidak ikut berputar dengan globe tersebut. Begitulah contoh yang sangat simple untuk menunjukkan kita lepas dari ruang dan waktu.

Sang Pencipta tidak di bumi, DIA ada di tempat-Nya. Namun DIA lebih dekat dari urat leher, begitulah dalam Firman-Nya.

MANUSIA

Kembali ke pokok pembahasan. Bahasan awal kita adalah mengenai manusia, manusia bisa lebih mulia dari malaikat dan bisa saja menjadi sangat hina ketimbang binatang. Mungkin kalau kita tengok kebelakang ketika manusia pertama kali diciptakan Sang Khalik dan menuai protes dari para malaikat akan bisa ditarik kesimpulan Bahwa manusia adalah makhluk aneh yang bisa merubah sejarah. Dan ini sangat wajar kalau Sang Khalik mau menjadikan manusia sebagai wakil di bumi-Nya.

Ketika Adam telah diciptakan dan ditunjukkan kepada para malaikat bahwa manusia adalah makhluk cerdas (Adam pada waktu itu sanggup menyebutkan segala nama yang ditanyakan oleh Sang Khalik) maka disuruhlah para malaikat itu untuk bersujud di depan Adam maka malaikat2 itupun bersujud kecuali IBLIS (kita bahas nanti tentang IBLIS). Di atas saya katakan bahwa manusia adalah makhluk yang aneh dan bisa merubah sejarah, ini terbukti saat pertama kali manusia diciptakan, dan sejarahpun berubah. Apa sejarah itu?? KESOMBONGAN, IRI, DENGKI dan sebangsanya.

Sejarah telah berubah, pada awalnya IBLIS juga termasuk makhluk yang taat kepada Sang Khalik tapi dengan diciptakannya makhluk bernama manusia maka KESOMBONGAN, IRI, DENGKI dan KETIDAKPATUHAN itu muncul. Apa kata IBLIS pada waktu disuruh bersujud di hadapan Adam? “Apakah saya harus bersujud di depan manusia yang dia diciptakan dari tanah? Dan bukankah aku lebih mulia karena aku diciptakan dari api?”.

Mungkin Kalau kita tarik kesimpulan bahwa sebenarnya yang menyebabkan adanya kesombongan beserta cs-nya karena Sang Khalik menciptakan makhluk bernama manusia. Setelah IBLIS tidak mau tunduk lagi terhadap perintah Sang Khalik maka dengan kebesaran-Nya Dia berfirman “Pergi kau dari sorga-KU”. Apa jawab Iblis? “Baik, saya akan pergi dari sorga-Mu tapi mulai saat ini saya akan menjadikan Adam sebagai musuh yang nyata bagi saya dan saya akan menjerumuskan Adam dan anak-turunnya ke jalan yang tidak Engkau Ridhoi, karena Adam telah menyebabkan saya keluar dari sorga-MU”. Maka jawab Sang Khalik dengan kebesaran-Nya “Berusahalah sekuat tenagamu wahai iblis, akan tetapi AKU akan memberikan pengampunan kepada orang2 yang bertaubat dengan benar dan memohon ampun kepada-KU”.

Maha Jeniuslah Sang Khalik. Mungkin dalam benak kita ada sedikit ganjalan kalau Sang Khalik itu Maha segala-galanya apakah DIA tidak mengetahui resiko pembangkangan dari Iblis dengan diciptakannya makhluk bernama manusia? Ini cuma memerlukan jawaban simple. Sang Khalik telah mengatur semuanya dengan kekuasaan-Nya. Maksudnya? Skenario itu telah tersusun dengan sangat rapinya dan sangat mustahil jika pembangkangan Iblis itu tidak diketahui-Nya. Karena sang Khalik sudah menciptakan program sebelumnya. Program? Yupz.. Sangat mustahil jika Sang Khalik tidak merancang dengan sangat matang sebelum DIA menciptakan sesuatu [Jangankan kita manusia, malaikat saja tidak tahu]. Dan anda akan sangat kagum jika anda tahu bahwa semua ciptaan-Nya sangat berguna dan saling menguntungkan antara satu dan lainnya.

Semua ciptaan-Nya sempurna (nanti akan kita buktikan pada pembahasan yang lain ).

Serangan pertama dilancarkan oleh IBLIS untuk mengeluarkan Adam dari sorga-Nya. Ketika Hawa telah diciptakan dia mempunyuai celah untuk melancarkan serangannya karena Iblis tahu bahwa wanita adalah senjata paling ampuh untuk meluluhlantakkan hati seorang laki-laki .

Ahir cerita, keluarlah Adam dan Hawa dari sorga. Maka dimulailah cerita tentang manusia di muka bumi.

Nah di bumi inilah Agama mulai diturunkan. Kenapa Agama diturunkan?? Coba lihat cerita di atas. Sang Khalik adalah Maha Pengampun, Pemurah dan Penyayang. Saking sayang-Nya dia kepada makhluk bernama manusia ketika Iblis memproklamirkan diri sebagai musuh dan akan menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat, Sang Khalik-pun berkata. “AKU akan memberikan pengampunan dan menerima taubat seorang hamba selagi dia benar-benar bertaubat kepada-KU”.

KESIMPULAN

Kemungkinan sudah ada makhluk bernama manusia sebelum diciptakan manusia generasi kita. Ini berdasar dari pertanyaan para malaikat sebelum Sang Khalik menciptkana manusia sekarang (wallahu a’lam ini bukan urusan kita).
Perlu berhati-hati bahwa penyebab kesombongan, iri, dengki dan ketidakpatuhan bersumber dari makhluk bernama manusia. Yang kemudian membuat nama makhluk baru bernama Iblis.
Manusia bisa lebih mulia daripada malaikat, tapi juga bisa lebih hina dari binatang.
INGAT!! Musuh manusia yang nyata adalah IBLIS LAKNATULLAH ‘ALAIH
HIMBAUAN

Kita adalah Makhluk tertinggi dan mempunyai tugas mulia di muka bumi ini supaya menjadi pemimpin. Kita adalah anak keturunan Adam, kita semua adalah sama di hadapan Sang Pencipta yang membedakan hanyalah kadar kesucian kita dalam mengakui adanya kekuasaan Sang Pencipta.

Agama diturunkan untuk membentengi kita dari pengaruh Iblis yang mencoba untuk membawa kita ke dalam kebinasaan. Kaum terdahulu adalah contoh semua sudah lengkap sekarang. ISLAM, NASRANI, YAHUDI, MAJUSI, HINDU, BUDHA dll adalah Agama dan tatanan serta pegangan hidup manusia dalam menjalani kehidupan di muka bumi.

Imbangi ambisi akal anda dengan kesucian hati anda. Karena akal sangat mudah dipengaruhi oleh ambis dan nafsu. Hitam bisa menjadi putih dan begitu pula sebaliknya jika akal tidak berimbang dengan kesucian hati.

Perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi kita untuk melawan tipu daya Iblis. Semua agama samawi adalah bersumber dari Dzat yang sama. Jika semua pengikut mengklaim dan mengaku yang paling benar,.. kita sudah termakan oleh bujukan syetan untuk saling bertikai.

Ingat! Agama2 itu diturunkan untuk manusia sebagai jalan hidup. Bukan ambisi untuk saling bertikai. Jika sumbernya sama kenapa kalian bermusuhan??? Jika anda saling bermusuhan maka saya ragu dengan keimanan anda. Anda Hamba Tuhan atau Hamba syetan?? Makanya cari yang bener2 dari Tuhan pelajari dengan seksama. jangan seperti orang belajar karate baru bisa beberapa jurus sudah mencak2 siapa saja ditantang.

Jika saya boleh umpamakan agama adalah seperti botol penampung air. Jika kalian mengklaim anda yang paling bener. Saya mau bertanya kepada Anda,.. Apa Agama TUHAN???? Yahudikah? Kristenkah? atau yang lain?

Mari kita saling bersatu padu menghadapi ancaman Iblis yang sudah memproklamirkan diri sebagai musuh kita yang nyata. Jangan pernah terperosok dalam tipu daya Iblis..

HANCURKAN TIPU DAYA IBLIS!! PEGANG AGAMA MASING2 TUJUAN KITA ADALAH KEMBALI KE PANGKUAN YANG MAHA KUASA DENGAN SELAMAT. “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un” kepada-Nya lah tempat kembali.

Bukan kepada Sorga dan Neraka kita kembali,.. Tapi Kepada ALLAH Kita kembali!!

Permalink 1 Komentar

AL-KISAH

3 Oktober, 2006 at 11:07 pm (Tak Berkategori) ()

Episode dalam halaman ini adalah kisah bisa fiktif bisa juga realita tergantung bagaimana anda menyikapinya. Yang jelas dalam kisah yang akan saya ceritakan antara kenyataan dan mungkin khayalan mungkin juga kosong tetapi isi karena kosong hakikatnya adalah isi. Mungkin juga ada akan tetapi tidak ada.

MArilah kita mulai kisah kita dari sebuah dimensi keabadian tanpa batas,.. Terlepas dari ruang dan waktu terlepas dari salah dan benar,.. terlepas dari segalanya….

Permalink 1 Komentar

REIKI

3 Oktober, 2006 at 10:17 pm (Tak Berkategori) ()

Reiki adalah sebuah teknik dari Jepang yang digunakan untuk mengatasi stress, relaksasi dan juga untuk penyembuhan.
Disalurkan dengan menggunakan telapak tangan. Dengan kata lain Reiki mempunyai satu pengertian “energi kehidupan”. Sebuah energi yang tak dapat dilihat mengalir di dalam diri kita, dan energi ini dirancang oleh sang Pencipta dan telah diprogram untuk tubuh manusia supaya bisa bekerja dalam mempertahankan kehidupan.

Jika “energi kehidupan” seseorang rendah, maka ia akan menjadi sakit atau merasa stress, dan jika energi kehidupan seseorang tinggi, maka ia akan menjadi bahagia dan sehat.

Reiki berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang – Rei mempunyai arti “Kebijaksanaan Tuhan atau Kekuasaan yang lebih Tinggi” dan Ki mempunyai arti “energi kekuatan hidup”.

Dengan demikian istilah Reiki mempunyai arti “energi kehidupan yang dikendalikan secara spiritual.

Orang yang sudah mengalami sebuah attunement reiki (Yaitu sebuah proses penyelarasan energi) akan mempunyai aura bersinar yang sangat bagus, mengalir di sekelilingnya.

Reiki merupakan obat segalanya. Mengapa bisa disebut demikian? Tentu saja, karena seperti saya katakan di atas bahwa energi ini adalah yang menjadi penjaga atau penguat dalam kehidupan manusia jadi Reiki adalah obat dari segala ketidak selarasan dalam menjalani kehidupan.  

Dengan demikian Reiki bisa digunakan untuk pengobatan penyakit fisik (tubuh), emosi, pikiran dan jiwa. Mempunyai efek positif dan sangat bermanfaat seperti rasa santai dan kedamaian, keamanan dan kenyamanan.

Jika Reiki dilakukan dengan benar maka akan bersifat sangat positif. Banyak dari praktisi Reiki yang telah memberikan kesaksian tentang hasil ajaib ini.

Reiki adalah sebuah metode yang sederhana, alami dan aman untuk penyembuhan rohani dan self-improvemen dan setiap orang bisa menggunakan metode ini.

sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. energi ini menyelaraskan bagian-bagian yang sakit kembali sesuai dengan fungsi normal. Maka energi ini adalah energi yang sangat positif dan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia.

Teknik ini juga menunjang metode pengobatan lain seperti teknik kedokteran, terapi untuk mengurangi efek sampingan lain dan mempercepat kesembuhan.

Untuk belajar Reiki menggunakan teknik yang sangat sederhana.
untuk menguasainya menggunakan sebuah metode “attunement” yang diberikan oleh seorang Master Reiki yang mengijinkan praktisi untuk menggunakan persediaan “Energi kehidupan” yang tak terbatas untuk keperluan penyembuhan dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Semua orang bisa menguasai kemampuan ini tanpa pandang bulu. Teknik ini sudah diajarkan kepada ribuan orang dengan latar belakang yang berbeda.

The secret art of inviting happiness
The miraculous medicine of all diseases
Just for today, do not anger
Do not worry and be filled with gratitude
Devote yourself to your work. Be kind to people.
Every morning and evening, join your hands in prayer.
Pray these words to your heart
and chant these words with your mouth
Usui Reiki Treatment for the improvement of body and mind
The founder , Usui Mikao

Jika anda mempunyai pengalaman tentang reiki silahkan berikan komentar anda dengan jelas. Sebab, walaupun saya adalah seorang praktisi reiki akan tetapi masih awam dalam hal ini.

Terima kasih atas partisipasinya. Oya, ada sebuah komentar yang mengatakan bahwa reiki sangat menyerupai Atheisme? Saya kira bukan reikinya yang atheis. Karena seperti saya tulis di atas bahwa reiki adalah Energi yang diprogram untuk kepentingan kehidupan jadi apa hubungannya dengan orang yang tidak beragama?

Saya ingin mendengar cerita yang lengkap tentang pendapat yang demikian. Terima kasih sekali lagi yaa… saya tunggu partisipasinya.

Permalink & Komentar

ABOUT DHYMAS

3 Oktober, 2006 at 10:05 pm (Tak Berkategori) ()

Apa kabar anda saat ini ??

Semoga Anda dalam keadaan baik dan sehat serta ceria.. ) Mungkin blog ini kurang bermutu dan tidak sebagus blog2 yang telah anda kunjungi atau bahkan blog anda sendiri.. Namun mungkin juga nanti ada yang bermanfaat dari blog ini buat anda.

Akan tetapi tetaplah bersikap AWAS agar anda terhindar dari segala sesuatu yang tidak anda kehendaki. )

Pada halaman ini tidak akan menulis siapa saya, karena mungkin gak terlalu penting akan tetapi memuat isi tentang apa isi blog ini :D

Hidup ini mudah… Hidup ini indah… Hidup ini… Ya hiduplah dengan keindahan dan kemudahan… Teteplah waspada dan awas… karena anda tidak tahu ada di posisi mana anda sekarang berada…

Dalam blog ini mungkin akan sedikit memberikan informasi tentang hal-hal di sekitar kita yang mungkin dilihat dari kacamata lain.

Apa sih isi dari blog ini?

Banyak sih rencananya tapi ya liat2 ntar aja deh hehehe.. masalahnya mungkin akan ada sedikit waktu buat ngeblog maklum urusan keluarga dll dll dah :) Dan akan saya usahakan untuk menulis semampu saya dan saya berharap nanti bisa bermanfaat buat anda, buat saya dan buat alam kita hiihi..

Ok, selamat mengambil yang perlu diambil dan membuang yang tidak bermanfaat. Makasih ya telah sudi mengunjungi blog saya :)

ttd

Dhymas

Permalink 1 Komentar